Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 97


__ADS_3

'Semoga kamu selalu bahagia, nak. Do'a Ibu akan selalu menyertaimu,' batin Ibu Aminah setelah melihat kepergian Keyla dan Pras.


**


Setelah mendaftar kursus setir Pras membawa Keyla ke restoran miliknya.


"Selamat pagi, Pak, Bu," sapa salah satu karyawan.


"Pagi juga," balas Pras dan Keyla dengan tersenyum ramah.


"Apa stok semua bahan makanan masih?" tanya Pras pada ketua koki.


"Masih, Pak. Semua aman," jawabnya.


"Alhamdulillah, kalau begitu, saya ke ruangan dulu," pamit Pras.


"Iya, Pak."


Pras mengajak Keyla masuk ke dalam ruangannya sampai di ruangan Pras duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Keyla memilih duduk di sofa sambil bermain ponsel dari pada bosen nungguin suaminya yang sedang bekerja.


Pras sibuk dengan layar laptop di depannya melihat laporan beberapa hari saat dia tinggal ke Surabaya.


"Assalamualaikum," ucap seseorang dari luar.


"Wa'alaikumussalam, masuk," balas Pras.

__ADS_1


"Ada apa, Rom?" tanya Pras.


"Begini Mas, kata Bunda nanti malam kalian di suruh ke rumah makan malam bersama," ucap Romi.


"Iya, insya'Allah," balas Pras.


"Eh, ada Mba Keyla." Romi bukannya menghampiri Pras, dia malah memilih duduk di samping Keyla.


"Tadi dari mana, berhenti disebrang?" tanya Romi.


"Oh, itu tadi daftar kursus setir," jawab Keyla.


"Kak Romi, sudah lama di restoran?" Keyla bertanya balik.


"Lu, suka nonton drakor?" Romi tanpa sengaja melihat ponsel Keyla yang menyala terlihat vidio drakor masih berputar.


"Iya, Kak Romi suka juga?" tanya Keyla.


"Iya, itu judulnya apaan?" tanya Romi.


"Nih, lihat aja ceritanya seru banget lho, bikin baper, mengandung bawang juga," jelas Keyla.


"Kita nonton bareng yuk!" Romi meletakkan ponsel Keyla di meja. Mereka berdua asyik nonton drakor sambil bercerita, tertawa bersama.


Pras yang melihat kebersamaan sepupu dan istrinya, ada rasa tidak nyaman entah itu cemburu atau hanya iri belaka karena sepupunya bisa begitu akrab dengan istrinya.

__ADS_1


"Lu, mau ikut gue nggak, Mba nonton di bioskop?" tanya Romi.


"Itu bini gue, ngapain lu ajak-ajak ada lakinya di sini," sahut Pras dengan nada tegas. Pras merasa heran dengan sepupunya padahal baru ketemu sekali sudah dekat sekali dengan istrinya.


"Ya elah, Mas minjem sebentar, nggak ada sehari," ucap Romi. Dia kira barang kali bisa di pinjam.


"Makanya sono cari pacar," balas Pras kesal dengan kelakuan sepupunya.


"Ini juga lagi proses, cari pasangan kan nggak semudah membalikkan telapak tangan Mas." Romi bukan tidak punya pacar, tapi dia memang tak ingin pacaran, Romi lebih suka sama wanita yang bisa di ajak serius dari pada hanya main-main belaka.


"Si ono yang kemarin kemana lagi?" tanya Pras.


"Biasalah, Mas." Romi tertawa kecil.


"Memangnya Kak Romi tidak punya pacar?" tanya Keyla.


"Boro-boro pacar, gebetan aja gue nggak punya. Gue libur dulu cari jodoh, pusing," balas Romi.


"Kenapa, pusing?"


"Pusing, Mba nggak ada yang cocok, giliran ada yang cocok di ajak serius nggak mau kan bikin gue patah hati," jelas Romi.


"Oh. Sabar Kak," ucap Keyla karena setiap manusia sudah di siapkan jodohnya oleh Allah SWT tidak perlu pusing jika sudah saatnya pasti akan datang sendiri.


Jodoh, mati semua sudah diatur oleh sang pencipta.

__ADS_1


__ADS_2