Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
pertolongan


__ADS_3

bab 119


.


.


.


Dagg..


dagg..


bukk...


bukk..


bukk..


Attalah terus menepis setiap hantaman pukulan dari ketiga pria kekar itu.


Kekuatan mereka bukannya berkurang, malah semakin bertambah kuat bagi Attalah.


" apa kulit mereka dibuat dari kulit badak ??!!"gumam Attalah sendiri sambil mengusap ujung bibirnya yang terkena hantaman kuat dari salah satu pria itu.


Attalah berdiri kembali dan mempersiapkan diri. ia menggulung lengan kemejanya dengan menatap ketiga pria itu.


Kembali dan lagi, Ketiga pria kuat itu segera menyerang Attalah bersamaan.


bukk..


bukk..


bukk..


bukk...


bukk..


dorr..

__ADS_1


dorr..


door..


Kedua pria kuat yang menyerang Attalah terjatuh karna kaki mereka terkena tembakan dari Arah belakang Attalah.


Sunggingan senyum dari sudut bibir Attalah terangkat saat melihat Tio berdiri tegap dengan pistol ditangannya.


Beberapa anak buah Tio berdatangan dengan mobil mereka, dan segera turun berlari memberi pertolongan kepada Attalah.


Anak buat Tio mengambil alih perkelahian.


ketiga pria kekar itu dikelilingi banyaknya anak buah Tio.


Tio mendekati Attalah yang terengah-engah mengatur nafas.


" kau baik-baik saja ??" tanya Tio dengan wajah dipenuh kekawatiran.


" aku.tidak apa-apa.. kau datang tepat waktu."jawab Attalah sembari menepuk pundak Tio.


Tio menatap ketiga pria yang terus mencoba bertahan dari anak buahnya. " siapa mereka ??" tanya Tio yang merasa asing pada wajah pria-pria itu.


" jangan bunuh mereka !! saya mau mereka hidup !!" teriak Tio memberi tau para anak buahnya.


" ayo aku obati lukamu.." ajak Tio pada Attalah.


" bisa kau antar aku dulu ??" pinta Attalah pada Tio.


" pasti aku akan mengantarmu pulang !!? tapi kita obati dulu luka diwajahmu itu !! Namira akan pingsan saat melihat wajahmu yang banyak luka begini !!" balas Tio dengan kesal.


" bukan pulang." timpal Attalah.


alis Tio bertaut ia masih belum.mengerti."lalu ??"


" sudahlah.. ayo.." Attalah melangkah lebih dulu menuju mobil Tio.


" hey Atta !!! tunggu !!" Teriak Tio yang berlari menyusul temannya itu.


.

__ADS_1


.


.


Senyum penuh kabahagiaan nampak jelas diwajah Namira. dokter baru saja melakukan tes dan USG guna melihat letak janin yang kini tumbuh dirahim Namira.


Sang dokter memberitau semuanya pada Namira. dan untuk pertama kalinya Namira bisa melihat Calon anaknya yang mulai tumbuh. pada saat hamil Erlita, jangankan USG, periksa kedokter pun Namira tidak pernah. makanya saat ini Namira begitu sangat antusias.


Selesai diperiksa Namira sudah diperbolehkan untuk pulang. bahkan luka goresan dilengannya juga sudah dibalut dengan perban.


dengan membawa amplop putih dari sang dokter Namira keluar dari ruangan dokter kandungan itu.


Pelayan yang menemani Namira.sangat antusias dan langsung memberondong dengan banyaknya pertanyaan.


" bagaimana Nyonya ?? benar positif kan ??"


Namira memeluk pelayan itu dengan dangat erat. senyum penuh haru yang Namira layangkan membuat sang pelayan sangat yakin tebakannya tidaklah meleset.


" Bibi.. aku hamil lagi.. tebakan bibi benar.." ucap Namira yang masih diselimuti kebahagiaan.


" selamat nyonya.. akhirnya keinginan tuan terwujud juga.. selamat ya nyonya.." balas pelayan itu yang ikut bahagia.


Namira mengangguk dengan penuh semangat seraya melepas pelukannya.


" jadi kita mau kemana lagi nyonya ??" tanya sang pelayan.


" kita jemput Er saja. kau hubungi mas Atta katakan aku sudah tidak sakit lagi. tubuhku langsung terasa sehat saat mendengar berita ini.. tapi jangan bilang kalau aku hamil ya bik ?? aku mau memberi mas Atta kejutan nanti saat dia pulang." terang Namira kepada sang pelayan.


" nyonya yakin sudah lebih baik ?? apa tidak sebaiknya non Er dijemput sopir saja, biar nyonya bisa istirahat ??" tawar pelayan.


" tidak bik.. ayo .." Namira menggandeng lengan pelayannya dan langsung menarik keluar dari rumah sakit itu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2