Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Kenyataan pahit


__ADS_3

bab 148


.


.


Namira memegang jemari Widia saat mereka melaju dengan kecepatan tinggi didalam mobil. Dibangku depan ada sopir dan seorang wanita yang sangat tidak mungkin bersama Namira, namun tidak kali ini, karna rasa kawatir yang sama-sama mereka berdua rasakan, kebencian seakan tak nampak diwajah mama tyas. hanya rasa kawatir yang terus berselimut menaungi dirinya.


.


.


Tio berdiri tegap disisi Attalah bersama Bima juga. menatap mika dengan tajam. Sedangkan anak buah Mika sudah siap membidikkan senjata kearah tiga pria dihadapan mereka. Mika juga nampak begitu waspada. karna tembakan dari bawah tadi, Mika sedikit jauh dari helikopter.


" kalian mengenal dia ??" tanya Attalah dengan wajah nampak tak percaya.


" dia orang dari masa lalu kakakku."jawab Tio seraya menatap Attalah dengan serius.


" apa ???" seakan tak percaya Attalah memperjelas.


" apa kabar Hito !!!" suara Mika membuat ketiga pria itu menoleh bersamaan.


" apa salah kami ?? kenapa kau menculik putriku !!!?" teriak Attalah dengan pertanyaan.


" hah !! salah ??? masih belum mengerti ??!!!" teriak Mika tak mau kalah.


mika menyerahkan Erlita pada anak buahnya.


" bawa dia naik" perintah Mika.


" Mika, hentikan !!!!" cegah Tio dengan suara lantang.

__ADS_1


Mika mengarahkan matanya kepada Tio.


" kau adik yang tidak tau diri !!! bisa-bisanya kau biarkan Hans mati hanya demi dia dan wanitanya !!!!" teriak Mika penuh frustasi dan amarah.


Attalah sama sekali tidak menyangka semua ini, Wanita itu mengenal Hans,


" kak hans meninggal karna penyakitnya, bukan karna Attalah dan Namira !!!" balas Tio tak mau kalah. "kau tidak tau apa-apa mika !! bahkan kak Hans sudah menolakmu kan ??!!"


Mika nampak meradang ia melintasi Beberapa anak buahnya dengan membawa pistol dikedua tangannya.


" Cinta dihatiku tidak pernah padam meski dia tidak membalasnya,!! bahkan aku rela melihat dia dengan wanita lain, asala dia bahagia. tapi aku akan murka jika ada yang menyianyiakan kebaikannya !!!"


Attalah memicing dengan semua penjelasan Mika. kini Attalah mengerti, semua karna Hans dan kematiannya.


" jika kau membenciku, maka kau boleh mencabut nyawaku. tapi aku mohon, jangan putriku.." Attalah mencoba bernego.


Mika berseringai layaknya psikopat yang frustasi.


" kau tau, kau bahkan bisa tertawa lepas setelah merampas milik Hansku !!! seharusnya Hansku bisa bahagia dengan wanita sialan itu !!?" Teriak Mika dengan penuh amarah. ia langsung membidikkan dua pistol yang berada dikedua tangannya.


Attalah menggeleng pelan, ia bahkan ingin sekali memyerahkan Namira waktu itu. namun Tuhan terasa lebih menyayangi Hans waktu itu.


" Mika !! hentikan, kau bisa dipenjara lagi nanti !!!" tegur Bima


" kau juga !!! kau ini teman macam apa ??!! sialan, brengsek !!! mati saja kalian semua !!!" bentak Mika dengan penuh amarah dendam dan hati mendidih ia mulai akan menarik pelatuk.


" Kau benar-benat sudah gila !!?" ujar Tio yang juga mengeluarkan pistol yang terselip dipinggangnya.


Attalah terlihat begitu kawatir, saat putrinya sudah dimasukkan kedalam helikopter dalam keadan tak sadarkan diri. jika pun bisa, ia akan berkorban saja dari pada melihat putrinya harus seperti itu.


semua nampak siaga, Bima juga sudah siap dan..

__ADS_1


dorr..


dorr..


"akkhhh !!!" pekik Mika saat lengannya terkena tembakan, dan membuat pistol ditangannya terjatuh.


" sial !!!" umpat Mika


Semua anak buah Mika begitu terkejut, karna tembakan entah dari mana.


" hentikan semua ini Mika !!! Attalah adalah kakakmu !!" suara pria yang berada diujung tangga dibelakang Attalah,Bima dan Tio.


semua mata tertuju pada pria paruh baya yang wajahnya masih tidak jelas. namun Bima sangat yakin jika itu adalah tahananya.


" benarkah ini ??" gumam Bima seakan tak percaya.


Attalah pun begitu terkejut, dengan perkataan itu.


" siapa dia ??" batin Attalah.


Mika membulatkan mata saat wajah pria paruh baya itu sudah terkena cahaya.


" ayah !!?"


Tio dan Bima saling tatap. sedangkan attalah semakin tak mengerti dibuatnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2