
bab 163
.
.
Oma Rani dan mama tyas berebut menggendong cucu kedua dari mama tyas sendiri.
malam itu tengah digelar syukuran atas kelahiran Putra kedua Attalah dan Namira yang telah diberi nama Hans Rayga wirnawan. sengaja attalah dan Namira memberi nama itu guna mengenang malaikat berupa manusia yang menyatukan mereka berdua dulu.
semua menyetujuinya termasuk Tio. ia begitu terharu, karna Namira dan Attalah sama sekali tidak melupakan kakaknya yang sudah meninggal itu.
Mia juga turut bahagia. kini adiknya telah menemukan kebahagiaan. Mia memeluk Namira saat tiba dirumah Attalah.
" selamat adikku, kau semakin sempurna sekarang. semoga kau dan keluarga selalu bahagia."
" terima kasih kak.. oh ya, kak Roni tidak ikut ??" tanya Namira.
" adikku ujian makanya dia tidak ikut. tenang saja. nanti saat liburan aku akan mengajak mereka kesini lagi." balas Mia.
" seharusnya kakak tinggal saja dijakarta. lebih dekat." saran Attalah.
" kakak iparmu sudah nyaman disana. usaha kami juga berkembang dengan baik disana. Lampung Jakarta, tidak terlalu jauh." terang Mia dengan senyumnya.
Acara malam itu berjalan cukup meriah dan kidmat, Pemuka agama juga telah membacakan doa untuk putra Attalah dan Namira. semua nampak begitu bahagia.
Attalah terus saja diam-diam meneliti kesekeliling tamu undangannya, berharap Ayahnya hadir disana. namun tak terlihat sama sekali.
" kau kenapa mas ??" tanya Namira saat sadar Attalah terlihat cukup gelisah.
" e.. tidak.. Hans mana ??" tanya Attalah balik.
"itu.. dengan mama." namira menunjuk Hans putra kecil mereka yang sudah berpindah lagi dalam gendongan omanya.
__ADS_1
" aku kesana dulu ya.." Namira.berpamitan dan berjalan kearah dimana mama tyas, oma Rani, Mia dan widia tengah berkumpul.
.
" selamat nak.. lengkap sudah keluarga kecilmu sekarang." suara dari belakang Attalah membuat Attalah seketika menoleh.
" ayah.." tanpa.sadar Attalah berucap demikian.
Adam tersenyum penuh bahagia. dan langsung memeluk Attalah. dan Attalah dengan senang hati menerimanya.
" aku tidak menyangka jika aku sudah tua.." ujar Adam yang masih dalam posisi memeluk Attalah.
" cucumu sudah 2 ayah.. dan kau akan sibuk mengurus mereka, aku dan Namira akan membuat satu lagi.." balas Attalah.
" anak nakal.. kau fikir anak itu adonan kue yang bisa dibuat seenaknya..!!" timpal Adam membalas candaan putrannya. keduanya tertawa bersama dalam posisi saling berpelukan.
Semua ikut merasakan bahagia saat melihat Attalah dan Adam kini telah saling bisa menerima. termasuk Namira, perjuangannya selama ini telah membuahkan hasil. kini ia telah bahagia bersama orang yang ia cintai. meski dulu sempat terpisah.
" mana cucu keduaku ?? aku mau menggendongnya." tanya Adam.
" dia tampan sekali.. seperti kau dulu Atta.." puji Adam.
" kakek...!!" Erlita mendekat.
"oh.. cucuku yang cantik mau digendong juga ??" tanya Adam.
" nggak usah. adik bayi saja. Er sudah besar kek, jangan digendong.."jawab Erlita spontan.
Tawa bahagia memenuhi ruangan itu dimana keluarga besar Attalah bahkan teman dan kerabat tengah berkumpul disana.
Bima dan widia menyaksikan kebahagiaan dari perjuangan penuh air mata dan kesedihan, kini berubah semua menjadi kebahagiaan yang tak akan pernah padam kembali.
Tio juga ikut bahagia, setidaknya keinginan sang kakak untuk menyatukan Attalah dan Namira telah terwujud.
__ADS_1
.
.
Tamat..
..
.
Akhirnya Diantara dua pilihanudah ending ya 🙏🙏🙏
Terpaksa aku tamatin karna level karyaku Kadaluarsa 😭😭😭
kesibukan didunia nyata yang bener-bener nyita waktuku membuat aku jadi jarang up,
kecewa banget sih, tapi mau gimana lagi..🤦♀🤦♀
Semoga kedepannya lebih rajin dan semangat.💪💪💪
untuk sekarang putri Leo mau rehat dulu aja, kekecewaan yang ada dihati belum.sembuh 😭😭😭🤭🤭
tapi ntar insya Allah setelah udah sembuh bakal ada cerita baru.
😍😍
terima kasih untuk segelintir Reader yang berkenan membaca karyaku yang ngawur bin amburadul ini..🙏-🙏
.
.
.
__ADS_1
.