
Setelah kejadian malam itu Keyla semakin canggung saat bertemu Dewa. Sebenarnya Keyla ingin keluar dari toko tapi, Dewa tak mengizinkannya.
Dia tak bisa memiliki Keyla, jadi biar hanya memandang Keyla menjadi obat rindu Dewa.
Namun, Dewa lebih sering datang ke toko saat jam Keyla pulang.
***
"Key, hari ini lu, ada acara nggak?" tanya Vita.
"Tak," jawab Keyla.
"Nanti setelah pulang kerja kita ketemuan di kedai Feri ya nanti gua tunggu sama Anita disana, lu datang sama Airin," ujar Vita.
"Oke, siap." Keyla mengangkat tangannya membentuk huruf O.
"Gua, pulang dulu," pamit Vita.
Hari ini Keyla masuk siang. Setelah kepergian Vita, Keyla mulai membersikan dan merapikan barang-barang.
"Nit, si Airin belum datang?" tanya Keyla pada Nita.
"Belum, Key," jawab Nita.
"Tuh, anak kemana sih sudah telat lima belas menit ini," lirih Keyla.
Baru juga ngebatin yang di tunggu-tunggu datang juga.
"Assalamualaikum," ucap Airin saat masuk dalam toko.
"Wa'alaikumussalam," balas Keyla.
"Lu, dari mana jam segini baru datang?" tanya Keyla.
"Sorry, Key, biasalah noh si merah minta mampir jajan dulu belum juga gajian dia minta ke mang Oden terus," jawab Airin.
"Makanya ganti tuker tambah saja," ujar Keyla.
"Lha jangan Key, itu kenangan-kenangan penuh perjuangan gua beli dia," jelas Airin.
"Ya sudahlah, terserah kamu saja." Keyla kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Key, tolong ini bungkus kertas kado ya." Salah satu pembeli menyodorkan dua potong baju.
"Siap, Mba. Siapa yang ulang tahun Mba?" tanya Keyla.
"Ponakan gua," jawabnya.
Keyla mulai memberikan stempel toko sebelum di bungkus barang harus di bayar terlebih dahulu.
Setelah pembeli bayar barulah Keyla membungkus kado tersebut.
Lima belas menit Keyla selesai membungkus kado kemudian dia menyerahkan kado tersebut pada pembeli.
"Mba, nih sudah selesai." Keyla memberikan paper bag.
__ADS_1
"Terima kasih, Key," ucap pembeli.
"Sama-sama," balas Keyla kemudian ia melanjutkan pekerjaannya lagi memberi Lebel harga pada barang-barang.
"Rin, gua mau ke gudang ngecek barang," ujar Keyla.
"Iya, Key." Airin menggantikan posisi Keyla di kasir.
Keyla berjalan menuju gudang mencari barang stok barang yang habis. Keyla mengumpulkan beberapa barang kemudian ia menaruhnya di dalam kardus kosong yang telah dia sediakan tadi sebelum masuk.
Setelah menemukan barang yang dia cari Keyla kembali menuju etalase yang barang kosong kemudian ia menatanya supaya kelihatan menarik perhatian pembeli.
Keyla sangat pandai menata barang-barang sehingga menarik pembeli untuk masuk ke dalam toko itulah satu alasan kenapa tak mengizinkan Keyla mengundurkan diri.
Sebagai pedagang kita juga harus pandai menarik perhatian pembeli supaya banyak yang minat berkunjung ke toko kita.
Setelah magrib Dewa datang ke toko membawa barang-barang baru.
"Assalamualaikum," ucap Dewa dan Heru saat masuk ke dalam toko.
"Wa'alaikumussalam," balas yang berada dalam toko.
Keyla yang melihat kedatangan Dewa mencoba menetralkan dirinya yang entah kenapa jantungnya deg-degan.
"Sehat, Key?" tanya Heru.
"Alhamdulillah, Mas," jawab Keyla tanpa menoleh kearah Heru.
"Saya mau cek buku laporan," ucap Dewa.
Canggung itulah yang mereka rasakan biasanya bercanda, ngobrol bareng setelah kejadian itu mereka diam-diaman seperti orang yang tak kenal satu sama lain.
Heru, yang melihat pemandangan tersebut hanya bisa menggelengkan kepala. Dia tak menyangka semuanya akan seperti ini tapi mau bagaimana lagi jika Allah sudah berkehendak itulah yang terbaik untuk hambanya.
"Tolong untuk yang hari Senin kamu hitung lagi sepertinya ada yang salah dalam penghitungan jumlah akhir," ucap Dewa sambil menunjuk ke arah buku.
"Baik, Pak." Keyla langsung mengeluarkan mesin otak penghitung, hehe. Keyla menghitung dari atas sampai bawah ternyata benar ada yang salah berkali-kali Keyla mengulang tapi, hasilnya tetap saja salah.
'Astagfirullah, kok bisa salah begini ya,' batin Keyla kemudian dia langsung mengecek data yang di komputer ternyata hasilnya berbeda. Di komputer benar sedangkan di buku salah.
"Gimana, apa di komputer juga salah?" Dewa melihat Keyla yang masih mengotak atik mesin otak dan komputer.
"Di komputer sama di buku beda, Pak. Maaf, saya tidak tau," ujar Keyla.
"Ya sudah, tak apa. Kamu cek barang yang baru datang saja nanti taruh di gudang besok di pajang." Perintah Pak Bos nggak bisa di tolak.
"Baik, Pak." Keyla berdiri dari duduknya berjalan menuju depan gudang merapikan barang-barang yang baru datang.
"Perlu bantuan, Bu?" goda Airin.
"Jangan di bantu, kamu jaga saja di depan Airin," ucap Dewa dengan tegas.
Secepat kilat Airin kembali ke posisi awal berjaga di bagian pakaian. 'Itu orang ngapa ya gua jadi ngeri, ke sambet dari mana dia,' batin Airin karena tak biasanya Dewa bersikap seperti itu justru biasanya Keyla di larang merapikan barang-barang. Tapi, hari ini sebaliknya Keyla di suruh ini itu tanpa boleh di bantu.
Setelah semua rapi Keyla kembali ke meja kasir merapikan buku laporan dan uang.
__ADS_1
"Key, ngapa lu, tampang kusut bener?" tanya pembeli langganan di toko DA.
"Eh, lu apa kabar? masih hidup kirain udah pulang ke balik papan.
"Si*lan, lu, Key." Orang tersebut menjitak jidat Keyla.
"Sakit dodol," keluh Keyla.
"Lagian, lu, tega banget nyumpahin gue pulang kampung, gua masih hidup dosa gua masih banyak," ucap orang tersebut.
"Makanya buruan tobat, Lu. Jangan dosa Mulu lu kumpulin, pahala cari dosa lu cari terus," ucap Keyla.
"Kalau nggak ingat dosa gua remes tuh mulut lu kalau ngomong se enak jidatnya tanpa di filter," omel Ardi pelanggan toko DA.
"He-he-he, slow bro. Lu, kapan lu pulang bukannya kemarin kata emak Ipeh, Lu mau berangkat ke Malaysia?" Keyla dengan santainya mengontrol dengan pelanggan tanpa menghiraukan ada bos di belakang yang mengawasinya.
"Enggak jadi kata temen gua lagi nggak ada kerjaan, Emak gua ngapain kesini?" tanya Ardi.
"Belanja lah masa main kan nggak mungkin oncom," jawab Keyla.
"Gua tahu kalau itu Markonah." Ardi di buat kesal sama Keyla, begitulah mereka kalau bertemu berdebat terus ada saja yang di perdebatkan.
"Kalau lu tau ngapa tadi nanya Bambang," balas Keyla.
"Au ah, bisa naik darah gua kalau terus-terusan di sini." Ardi berjalan ingin keluar toko.
"Eh, Bambang lu nggak belanja?" teriak Keyla.
"Kagak," jawab Ardi.
"Lha, terus ngapain lu kesini?" tanya Keyla.
"Pengen ketemu sama kangen gua sama lu." Ardi menoleh ke arah belakang sambil tertawa.
"Dasar, lu," balas Keyla setelah kepergian Ardi Keyla kembali melanjutkan pekerjaannya karena sebentar lagi jam pulang.
Setelah sudah rapi semua berjalan keluar toko.
Keyla mengunci toko kemudian berjalan bersama Airin ingin pulang.
"Kamu nggak bawa motor, Key?" tanya Heru.
"Enggak, Mas," jawab Keyla.
"Mau, gua anterin?" Heru menawarkan tumpangan.
"Tidak perlu, Mas. Terima kasih." Keyla tersenyum ke arah Heru.
"Sudahlah, ayo pulang!" ucap Dewa kemudian ia berjalan menuju parkiran mobil meninggalkan Heru.
Keyla yang mendengar ucapan Dewa hanya bisa tersenyum.
****
Hallo reader jangan lupa like dan vote ya kakak jadikan favorit kalian.
__ADS_1
Terima kasih love you all.