Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 64 Calon mantu


__ADS_3

Berharap semua baik-baik saja.


"Silakan, sayang!" Setelah mendapat persetujuan dari Bunda. Keyla langsung menarik tangan Pras agar mengikutinya keluar rumah.


"Ada apa sih Key?" tanya Pras.


"Mas, aku ingin pulang," ucap Keyla.


Kenapa tiba-tiba minta pulang sepertinya tadi baik-baik saja, batin Pras.


"Bunda, tidak akan mengizinkan kamu pulang," tegas Pras. Dia tahu bagaimana Bunda mana mungkin memberi izin pulang kalau Keyla adalah menantu harapan Bundanya.


Tapi Pras tidak bisa memaksa Keyla untuk mencintainya.


"Tapi Mas, aku malu kalau harus bertemu dengan keluarga kamu," ucap Keyla.


"Kenapa harus malu?" tanya Pras sambil mengacak-acak rambut Keyla.


"Ah ... Mas nanti rambut aku berantakan," keluh Keyla.


"Tetap cantik." Pras mencubit pipi Keyla.


"Mas." Keyla membuang muka kearah samping dia ngambek karena kejahilan Pras.


"Jangan ngambek seperti itu nanti cantiknya hilang," goda Pras. Pras paling senang sekali membuat Keyla ngambek baginya itu adalah hiburan terindah.


Meski selalu ditolak Keyla, tapi Pras tetap menyayangi Keyla kalau tidak bisa menjadi pendamping hidup setidaknya Keyla bisa menjadi adik baginya.


"Ayo, masuk!" Pras menggandeng tangan Keyla masuk kedalam rumah.


"Tapi Mas." Keyla menahan tangan Pras saat didepan pintu.


"Tidak ada tapi." Pras langsung menggenggam erat tangan Keyla meyakinkan pada Keyla kalau semua pasti baik-baik saja.


"Pras, ajak Keyla ganti baju," tutur sang Bunda.


"Iya, Bun," balas Pras kemudian dia dan Keyla meninggalkan dapur menuju kamar. Sampai dikamar Pras mengajak Keyla masuk kedalam.


"Ini kamar kamu Mas?" tanya Keyla, karena didalam kamar terpanjang foto Pras dengan ukuran yang lumayan besar.


"Iya," jawab Pras. Kemudian dia berjalan menuju lemari putih pintu dua. Keyla mengikuti Pras dari belakang.


"Kamu pilih saja baju yang cocok untukmu." Pras membuka pintu lemari tersebut yang isinya pakaian perempuan.

__ADS_1


Saat melihat isi dalam lemari Keyla jadi bertanya-tanya kenapa ada pakaian perempuan dikamar Pras. Bukankah dia anak tunggal, apa Pras pernah menikah, atau jangan-jangan Pras, ah... itu tidak mungkin, batin Keyla. Banyak sekali pertanyaan dalam benaknya.


Keyla mengambil salah satu gamis dan hijab senada setelah itu Keyla menuju kamar mandi untuk menganti pakaian.


Sepuluh menit Keyla keluar dari kamar mandi, kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar. Tapi Keyla ingin membuka pintu, Pras lebih dulu membuka pintunya.


"Masya'Allah cantik sekali bidadari surgaku," lirih Pras. Meski pelan tapi masih bisa didengar Keyla, seketika ucapan Pras membuat pipi putih Keyla berubah menjadi merah karena malu.


"Mas, jangan memandangiku seperti itu," ucap Keyla dia sangat malu dan tidak nyaman jika terus dilihatin seperti itu.


Terlihat jelas senyum mengembang dibibir Pras melihat Keyla dengan penampilan yang berbeda dia sampai tidak berkedip melihat Keyla.


"Mas," panggil Keyla. Tapi yang dipanggil tidak bergeming. "Mas," panggil Keyla lagi dengan menepuk bahu Pras.


"Astaghfirullah, kamu bikin kaget saja Key," keluh Pras.


"Lagian dari tadi dipanggil diam saja, Mas Pras sakit?" tanya Keyla.


"Iya sakit banget kalau tidak bisa melihat kamu setiap hari seperti ini," jawab Pras.


"Gombal," ucap Keyla.


"Ini serius Key, coba saja bisa terus seperti ini bahagianya aku," balas Pras.


"Kenapa kalian lama sekali tamu sudah datang," tutur Bunda dengan tiba-tiba di depan pintu belakang Pras membuat mereka berdua terkejut dengan kehadiran Bunda.


"Iya, Bun kita baru mau turun," sambung Pras.


"Masya'Allah, calon menantu Bunta cantik sekali," ucap Bunda Pras.


"Terima kasih Bunda," balas Keyla kemudian mereka bertiga berjalan menuruni anak tangga menuju keruang tamu.


Memang perempuan itu ketika memakai hijab auranya kelihatan berbeda sangat cantik.


Sampai diruang tamu sesuai dugaan Keyla. Bunda memperkenalkan Keyla kepada para keluarganya sebagai menantu.


"Wah, siapa dia Mba, cantik sekali?" tanya salah satu saudara Pras.


"Kenalin ini calon menantu saya, Keyla namanya." Bunda memperkenalkan Keyla.


Keyla menghampiri para saudara dan menyalaminya. Setelah itu Keyla duduk disebelah Bunda.


Setelah kumpul semua saudara acara arisan keluarga dimulai. Pertama pembukaan yang dipimpin Ayah Pras, kedua sambutan dari sesepuh keluarga yang paling tua, ketiga penutup pembacaan doa.

__ADS_1


Dua jam acara selesai, semua dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Acara makan-makan selesai semua ngumpul bareng berbincang-bincang para laki-laki membahas tentang bisnis mereka, sedangkan para perempuan biasalah kalian pasti tahu emak-emak kalau sudah ngumpul apa saja juga di bicarakan, hehe.


Setelah semua sanak saudara pulang Keyla juga berpamitan pulang.


"Bun, Keyla pulang dahulu," pamit Keyla, karena waktu sudah hampir malam.


"Iya, sayang hati-hati ya, terima kasih oleh-olehnya," ucap Bunda Pras. Keyla menyalami Bunda dan Ayah Pras.


"Pras antar menantu Bunda pulang!" perintah Nyonya besar tidak bisa diganggu gugat.


"Tidak perlu Bun, Keyla bawa motor nanti motor Keyla gimana?" bingung Keyla.


"Nanti motornya di antar sopir kerumah sayang," balas sang Bunda. Kalau Bunda sudah bilang begitu tidak bisa ditolak Keyla hanya bisa pasrah tidak mungkin kan dia berdebat dengan orang tua.


Kalau saja Pras yang bilang pasti akan jadi perdebatan diantara mereka.


Pras langsung mengambil kunci mobil. Pras dan Keyla keluar rumah menuju garasi mobil.


Pras membukakan pintu untuk Keyla, setelah Keyla masuk Pras menutup pintu kemudian dia juga masuk dari pintu samping.


Pras mulai melajukan mobilnya keluar gerbang rumahnya menuju rumah Keyla.


"Astaghfirullah," ucap Keyla.


"Kenapa Key?" tanya Pras yang bingung tiba-tiba Keyla beristighfar tidak ada angin tidak ada hujan.


"Aku lupa ganti pakaiannya," jawab Keyla karena tadi buru-buru ingin pulang dia sampai lupa tidak ganti pakaian dulu.


"Aku kira ada apaan, tak apa kamu pakai saja, cantik kok," ujar Pras terus saja memuji Keyla. Berharap pasti tapi sekarang Pras tidak terlalu mengharapkan cinta Keyla seperti dulu, dia sudah bahagia Keyla bersedia menjadi temannya.


"Terima kasih. Hem, apa Key boleh tanya sesuatu Mas?" Keyla mengarahkan pandangannya ke arah Pras.


"Boleh," jawab Pras masih tetap fokus menyetir mobil.


"Kenapa dikamar kamu ada pakaian perempuan?" lirih Keyla dia takut salah bertanya.


Mendengar pertanyaan Keyla, Pras menepikan mobilnya. "Kenapa berhenti Mas?" tanya Keyla bingung, pasalnya ini masih jauh kearah rumahnya sekitar setengah jam lagi.


Pras hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Keyla, dia menatap kearah Keyla. Pras diam sejenak pandangannya berubah sendu.


Keyla bingung dengan perubahan wajah Pras yang tiba-tiba sendu, seperti orang yang sangat terpukul. Jika dilihat dari matanya ada kesedihan yang mendalam, tebak Keyla dia jadi seperti peramal.


... ****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya kakak.


__ADS_2