
Acara demi acara sudah di laksanakan kini tinggallah acara inti yang akan di adakan besok pagi yaitu acara ijab kabul.
Sebelum acara inti di mulai. Hati ini acara widodareni Keyla terlihat begitu cantik saat ini memakai gaun putih dengan tatanan MUA terpercaya. Make up natural pas untuk dirinya yang jarang sekali berdandan.
Setelah pukul sembilan malam Keyla membuka tatanan riasnya, kemudian dia istirahat terlebih dahulu untuk menghadapi hari esok yang pasti akan sangat menguras tenaga.
*
*
*
Di kediaman Pras juga tak kalah ramainya, semua sanak saudara sudah berkumpul. Para wanita menyiapkan segala macam yang akan mereka bawa esok hari. Sedangkan laki-laki mengobrol sambil minum kopi.
Pras yang berada di kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya. 'Terima kasih ya Allah Engkau telah mengabulkan doaku menyatukan aku dengan dia. Semoga kelak Engkau selalu memberikan ridho pada rumah tangga kamu, tuntutlah kami untuk selalu berada di jalan mu, bimbinglah hamba agar bisa menjadi imam yang baik dan patut untuk menjadi contoh makmum ku. Tegurlah hamba jika hamba melakukan kesalahan,' batin Pras. Tak lama dia pun terlelap dalam tidurnya karena dia juga harus mengisi tenaga untuk esok hari.
*
*
*
__ADS_1
Pagi hari setelah subuh MUA sudah datang ke rumah Keyla karena banyak yang akan di rias jadi MUA sengaja datang lebih awal.
Tiga puluh menit Keyla sudah selesai di rias. Dia begitu cantik dan anggun memakai kebaya putih di tambah polesan makeup tipis sesuai dengan keinginannya.
Setelah dirinya selesai, dia duduk di kursi menunggu acara ijab kabul di mulai.
Pukul delapan mempelai laki-laki datang beserta rombongannya. Pras terlihat begitu gagah, dia langsung duduk di kursi yang telah di siapkan. Du@duk di depan Bapak Penghulu, di kursi samping para saksi dan orang tuanya.
Sedangkan Keyla sengaja menunggu di dalam kamar dia akan tutun setelah acara ijab kabul selesai.
"Apakah sudah bisa di mulai?" tanya penghulu karena kini telah menunjukkan pukul setengah sembilan, semua keluarga juga sudah berkumpul.
"Silakan, Pak," jawab orang tua Pras.
Keyla yang melihat layar dari kamar jantungnya terasa ingin keluar dari tempatnya sungguh membuatnya tegang dan tidak bernapas dengan tenang. Tak lama kemudian terdengar semua orang mengucap kata "sah". Keyla langsung mengusap wajahnya hatinya kini terasa lega semua berjalan dengan lancar. 'Alhamdulillah, terima kasih ya Allah,' batin Keyla.
Setelah acara ijab selesai Ibu Aminah menjemput Keyla yang masih berada di kamar.
"Sayang, ayo!" ajak Ibu Aminah di pintu.
Keyla mengangguk kemudian berdiri dari duduknya menghampiri Ibunya di ikuti Airin, Anita dan Vita.
__ADS_1
Keyla di gandeng Ibunya dari samping kiri sedangkan Vita dari kanan, Airin dan Anita berada di belakangnya. Mereka berjalan menuju tempat pelaminan.
Keyla duduk di samping Pras.
"Silakan di cium tangan suaminya!" ucap penghulu.
Keyla melakukan apa yang di suruh penghulu kemudian Pras memasangkan cincin di jari Keyla, setelah itu Pras mencium kening Keyla.
Acara demi acara sudah di lalui kini tibalah acara foto-foto dan para tamu mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat, Key." Vita, Airin, Anita orang yang pertama kali mengucapkan selamat setelah para orang tua kedua pengantin. Mereka berempat berpelukan kemudian meminta fotografer untuk memotretnya sebagai kenang-kenangan.
Setelah itu berganti para sanak saudara dan tamu lainnya, tiba saatnya Dewa yang mengucapkan selamat di temani Heru.
"Lu, pasti bisa." Heru menepuk bahu Dewa saat mereka berdua ingin mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Dewa berjalan lebih dahulu di ikuti Heru dari belakang.
"Selamat semoga kalian langgeng hingga maut memisahkan, titip dia jaga dia baik-baik," ucap Dewa saat berjabat tangan dengan Pras.
"Terima kasih, siap Bos," balas Pras dengan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Siapa sih yang tidak bahagia saat kira bisa menikah dengan orang yang kita cintai.