
Kehidupan yang serba pas-pasan membuatnya menjadi sosok yang biasa saja apa adanya, tapi dengan kejujurannya membuat dia begitu banyak di cintai orang.
Tak pernah terbayangkan olehnya bisa menikah dengan laki-laki yang luar biasa baginya. Keadaannya pun kini berubah berkat sang suami yang menjadikannya bagaikan ratu.
"Mas, kenapa harus memberikan Key mobil, Key tidak butuh semua itu, cukup dengan perhatian yang Mas berikan itu sudah membuat Key bahagia," ucap Keyla dia tak menyangka jika suaminya akan memberikannya mobil.
"Supaya kalau kamu ke restoran tidak ke hujanan saat turun hujan, tidak kepanasan saat terik matahari begitu menyengat," balas Pras. Kini mereka sudah berada di rumah.
Mereka tinggal di rumah Keyla.
"Namun, itu terlalu berlebihan, Mas." Keyla merasa tidak pantas mendapatkan itu semua.
"Apa yang berlebihan sih sayang." Pras mengelus lembut kepala Keyla sambil menikmati acara televisi.
__ADS_1
Kamar yang dulu tidak ada perlengkapan apapun, kini juga penuh dari meja rias, televisi, sofa kecil untuk mereka berdua bersantai seperti sekarang.
"Mas kerja untuk kamu, Mas juga sudah berjanji pada diri sendiri, jika Mas berhasil mendapatkan cinta kamu Mas akan memberikan apapun untukmu agar terus tersenyum bahagia. Mas tidak ingin ada air mata kesedihan yang membahasi pipimu," jelas Pras.
"Terima kasih, semoga kebahagiaan selalu mengiringi perjalanan kita," balas Keyla.
"Tetaplah seperti ini, apapun yang akan terjadi nanti kita hadapi bersama." Pras menggenggam erat tangan Keyla memberikan tanda bahwa apapun masalah yang menerpa harus bisa menghadapi bersama dengan kebersamaan apapun masalahnya pasti bisa terselesaikan dengan baik.
Keyla mengangguk. Ternyata pilihannya tidak salah memilih Pras sebagai suami, imam dalam rumah tangganya.
"Tegurlah Key jika Key melakukan kesalahan," ucap Keyla.
"Sama. Jika aku melakukan kesalahan jangan hanya diam kamu simpan dalam hati, tapi bicaralah terus terang padaku," balas Pras.
__ADS_1
"Sekarang kita istirahat dulu, sudah hampir tengah malam," lanjut Pras. Tak terasa waktu begitu cepat berputar tanpa mereka sadari saking asyiknya ngobrol sampai lupa waktu.
Keyla mengangguk kemudian berdiri dari duduknya berjalan menuju kasur merebahkan tubuhnya di atas ranjang, di ikuti oleh Pras.
Tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.
**
Di tempat lain.
'Aku akan bahagia selalu jika kamu bahagia, mungkin sekarang aku harus bisa melepasmu bersama cintamu. Sakit memang, tapi aku akan berusaha untuk sebisa mungkin agar bisa melanjutkan jalanku tanpa cinta darimu.
Aku tak bisa memaksakan cinta karena Allah telah menuliskan setiap jalan hidup hambanya. Memang beginilah jalan hidupku, jalan yang harus aku lalui. Menjalin cinta, tapi tak bisa aku miliki.
__ADS_1
Kini, harus ku simpan rapi di memory kenangan kita bersama, awal mula kita berjumpa, saat benih cinta ini tumbuh dalam hati, saat aku meyakinkan diriku untuk menyatakan perasaanku, dan saat di mana kamu menolak cintaku. Semua itu akan aku jadikan cerita indah meskipun akhirnya perih, tapi aku tetap bahagia melihat mu tersenyum manis bersama pilihan hatimu.
Cinta, jika aku boleh meminta. Janganlah kamu hadir dalam hatiku, jika hanya membuat luka. Kau tahu cinta, bagaimana sakitnya saat aku terluka karena penolakannya."