Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
kejutan


__ADS_3

bab 122


.


.


.


Attalah pulang dengan wajah terlihat sangat lesu. dugaannya tentang sang mama yang merencanakan mencelakainya, membuat Attalah begitu terpukul.


Namira turun dari tangga dengan senyum bahagia serta membawa amplop putih ditangannya.


"Mas.. tumben pulang cepet ??" sapa Namira dengan wajah sumringahnya seraya menatap Wajah suaminya. keterkejutan nampak pada Namira, Saat melihat kepala Attalah terperban.


" mas.. ini kenapa ??" tanya Namira sambil memegang luka dikepala Attalah.


Attalah menahan tangan Namira dan menarik Namira kedalam pelukannya tanpa menjawab apapun.


Namira nampak begitu terkejut dengan Sikap Attalah yang tak seperti biasa.


" kau kena..-"


"sshuutt. diamlah, aku ingin memelukmu dulu.."ralat Attalah saat Namira hendak bertanya.


tak ingin begitu menyulitkan, Namira diam dan mengeratkan pelukannya, hingga tidak sadar ia menjatuhkan amplop putih yang sejak tadi ditangannya.


Attalah menoleh kesumber suara terjatuh disisinya.


" apa itu ??" tanya Attalah seraya menatap Namira.


Namira tidak menjawab, ia hanya menerbitkan senyum dan mengendikkan pundaknya seolah tidak tau.


Attalah melepas pelukannya dan meraih kertas Amplop yang terjatuh dibawah.


dengan sesekali melirik Namira yang senyum-senyum sendiri. Attalah membuka Amplop yang berlogo rumah sakit.

__ADS_1


alis Attalah bertaut fikirannya sudah traveling kemana-mana. buru-buru ia mengambil kertas didalam amplop itu.


Dengan seksama Attalah membaca satu persatu kata didalam sana.


Senyum terbit dengan indahnya dari bibir Attalah.


"benarkah ini ??" tanya Attalah memastikan.


Attalah mengangguk pasti dengan melipat kedua tangannya.


" Allhamdulillah ya Allah.. terima kasih.." Attalah bersujud syukur dengan bahagia. seketika juga Attalah mengangkat tubuh Namira melayang diudara,


" aahhh !!" Namira yang terkejut, menutup mulutnya yang reflek memekik keras.


Tawa bahagia nampak pada wajah keduanya.


" bunda dan ayah sedang apa ??" tanya Erlita dari arah tangga.


seketika juga Attalah menghentikan aktivitasnya yang seperti anak-anak.


" sayang.. belum tidur ya ??" Namira.mencoba mengalihkan.


Erlita menuruni tangga perlahan.


" kan belum makan malam.." balas Erlita


" benar juga.." Namira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara Attalah menyambut putrinya dengan langsung menggendong Erlita dengan masih terlihat wajah bahagianya.


" Anak ayah cantik sekali.. " puji Attalah dengan mengecup pipi Erlita.


" Er kan perempuan ayah !!" balas Erlita dengan senyum manisnya.


" Er mau kan punya adik ??" tanya Attalah dengan sumringah.

__ADS_1


" tentu saja mau ayah. disekolah Er, semua sudah punya adik bayi lucu.."jawab Erlita penuh antusias.


" Tunggu ya.. itu adik bayinya sudah diperut Bunda." Attalah menunjuk perut Namira dengan mengarahkannya pada Erlita.


" benarkah ?? mau lihat.." Erlita melorot turun dan berlari mendekati Namira dan mendekatkan telinganya diperut Namira.


" kok nggak ada suaranya yah ??!!" protes Erlita.


" sayang adik bayinya kan masih kecil, nanti kalau sudah waktunya pasti bersuara.." Namira mencoba memberi penjelasan.


" ya.. lama dong.." Erlita mengangkat wajahnya menatap sang bunda.


" tidak boleh begitu.. Er harus sabar, ya ??" Bujuk Namira.


Attalah ikut andil memberi pengertian kepada Putri kecilnya.


" sayang..bagaimana kalau ikut ayah menghitung tanggal setiap harinya ?? nanti kan Er bisa tau usia adik dalam perut bunda ??!" tawar Attalah.


" emang bisa yah ??" tanya Erlita yang mulai tertarik.


" tentu saja bisa.. mau ayah ajari ??" balas Attalah.


Erlita mengangguk dengan semangat. "mau yahh !!"


" tapi kita makan dulu ya ?? ini sudah waktunya makan malam, Er kan juga harus minum obat.."ucap Attalah lagi.


" tapi Er makan sendiri ya yah, bu guru bilang Er udah gede, nggak boleh disuapin.."Er menjelaskan.


" wah..anak bunda sudah besar ya.. makin pinter aja.." puji Namira yang ikut mendekati Attalah dan Namira. keduanya memeluk putri mereka dengan penuh kasih sayang dan bahagia.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2