
Setelah membantu Ibunya di dapur Keyla kembali ke kamar membersihkan diri kemudian bersiap karena hati ini dia akan pergi bersama mertuanya.
"Kamu jadi pergi ke rumah Bunda?" tanya Ibu Aminah di sela-sela sarapan mereka.
"Iya, Bu," jawab Keyla.
Semalam saat ia ingin tidur tiba-tiba Bunda menelpon memintanya agar hati ini ke rumah.
Selesai makan Keyla langsung berpamitan pada Ibunya. Dia pergi menggunakan motor kesayangannya tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Bunda Rita.
"Assalamualaikum," ucap Keyla di depan pintu rumah Bunda Rita.
"Wa'alaikumussalam, kamu sudah datang sayang. Ayo, masuk!" Bunda menyuruh Keyla agar masuk ke dalam.
"Duduk dulu ya, Bunda ganti baju terlebih dahulu," ucap Bunda Rita.
"Iya, Bun," balas Keyla.
Sambil menunggu mertuanya Keyla bermain ponselnya terjun di grub cewtik. (cewek cantik)
"Bosen."
"Ngapa lu, Key?" tanya Airin.
"Ngapa, Neng?" tanya Vita.
"Bosen, sendirian."
"Memangnya, lu lagi dimana?" tanya Vita.
__ADS_1
"Dirumah, mertua," jawab Keyla.
"Ngapain?" Airin.
"Ngapain, lu di rumah mertua?" tanya Vita.
"Entah, ue juga nggak tahu pokoknya gue di suruh kerumah aja," jawab Keyla.
"Gue deg degan gaes," ucap Keyla.
"Baru-baru memang begitu, Key nanti kalau sudah lama juga terbiasa," balas Vita.
"Aku belum pernah merasakannya," sambung Airin.
"Ada apaan sih ramai-ramai?" Anita yang baru nongol. "Gue baru sempet lihat handphone," lanjutnya.
"Bukan banyak lagi, ini sih gila pak bos ngerjain gue kali ya bawa barang nggak kira-kira," kesel Anita.
"Sabar, Nit," balas Vita.
"Itu berang dari toko cabang dua di bawa ke pusat karena toko sedang di renovasi," ucap Keyla.
"Oh, kok lu tau Key?" tanya Anita, Vita, Airin.
"Semalam dia wa gue," jawab Keyla😁
"Nanti kita sambung lagi, mertua gue udah datang nih, bye." Keyla langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas kecil yang ia bawa.
"Ayo, sayang!" ajak Bunda pada Keyla.
__ADS_1
Keyla mengangguk kemudian berdiri dari duduknya.
"Romi," teriak Bunda Rita sebelum keluar rumah.
"Iya, Bun," balas seseorang dari lantai dua.
"Bunda tunggu di mobil," ucap Bunda Rita.
Keyla mengikuti langkah mertuanya dengan banyak pertanyaan, karena yang dia tahu Bunda hanya punya satu anak, tapi kenapa sekarang ada anak laki-laki.
"Maaf, Bun," ucap Romi sambil masuk ke dalam mobil duduk di depan.
"Itu istri Mas Pras, Bun?" tanya Romi.
"Iya," jawab Bunda.
Romi mulai menyalakan mobil melajukan menuju tempat tujuan mereka.
'Wanita yang berbeda pantas saja Mas Pras begitu tergila-gila padanya, perjuangan yang tak sia-sia, dia memang pantas untuk di perjuangan," batin Romi saat pertama kali melihat Keyla. Romi sesekali melirik Keyla dari kaca spion.
Satu jam perjalanan kini mereka telah sampai di tempat tujuan.
"Ayo, sayang!" ajak Bunda setelah mereka keluar dari mobil.
"Ini dimana, Bun?" tanya Keyla yang bingung saat melihat tempat yang begitu asing baginya.
"Nanti juga tahu." Bunda memegang tangan Keyla mengajaknya masuk kedalam bangunan dua lantai yang di hias secantik mungkin di dalam juga sudah ada banyak orang, meja kursi, serta prasmanan banyak menu makanan yang di sediakan.
'Ini acara apa ya, seperti opening gitu,' batin Keyla masih belum mengerti karena mertuanya tak memberi tahunya.
__ADS_1