
bab 149
.
.
.
Semua mata tertuju pada sosok pria paruh baya yang menembak senjata diTangan Mika.
mata Mika membulat sempurna, saat matanya melihat dengan jelas wajah Pria paruh baya itu.
Bima segera mengambil pistol dan mengarahkannya pada Pria paruh baya itu.
" Anda tahanan atas nama Adam Razuki, kabur dari sel tahanan semalam bersama nyonya Tyas Wahyuni."
" turunkan sejatamu pak polisi !!! saya akan menyerahkan diri jika sudah menjelaskan semua ini !!" gertak Adam dengan berani. pria itu maju melangkah terus.
Mika meggeleng pelan dengan mata memerah. "Ayah sedang apa disini ??!!!"
" Hentikan pertikaian ini Mika.. Attalah adalah Kakakmu.." balas Adam. namun Mika segera menepis dengan menggelengkan kepalanya.
" apa maksud anda ??!!" tanya Attalah merasa tidak terima.
Tio tetap nampak bersiaga karna anak buah Mika juga begitu waspada. namun nampak tertunduk saat Adam mulai mendekat. Tio seakan heran dibuatnya, Ada apa ini sebenarnya.
"kita bicara kan semua ini. ayo kita bicara.." ajak Adam. dengan mata beralih dari Attalah menuju Mika.
" Aku tidak menyangka Ayah membela dia !!!? kebahagiaanku sudah direnggutnya ayah !!!" berontak Mika dengan segudang amarah dihatinya.
" Kalian ini bersaudara Mika !!! apa tidak bisa kita bicara dengan kepala dingin !!?" ujar Adam penuh frustasi.
" saya putra Wirnawan, bukan putra Anda. tolong berhenti membual !!" timpal Attalah.
" Ayah..!!" suara Erlita terdengar ditelinga Attalah, hingga menjadi pusat perhatian semua orang. Erlita berdiri didepan pintu Helikopter dengan wajah nampak begitu pucat.
__ADS_1
" sayang.. erlita.." Attalah berlari hingga hampir dekat dengan erlita, namun secepat itu Juga Mika mengambil dan langsung mengarahkan pistol lalu menembak Attalah,
dorr..
" akkhh !!"
" ayah !!!" teriak Mika.
Attalah menutupi wajahnya dengan kedua tangan. saat ia melihat adam memegangi pinggang dengan darah segar mulai mengalir.
Attalah tak peduli saat Mika mematung dengan menatap Adam.
Attalah berlari mendekati Erlita yang tertunduk sembari menutup telinganya, ketakutan.
anak buah Mika.hendak menembak Attalah namun suara aAdam yang menggelegar membuat mereka mengurungkan niatnya.
" jika kalian berani melukai dia !!! aku akan pastikan kalian hanya tinggal nama !!!"
Attalah meraih tubuh Erlita dan memeluknya dengan erat. "sayang ini ayah nak."
" tenanglah sayang.. ayah disini.. Er sudah aman sekarang.." ucap Attalah menciumi kepala putrinya. hatinya sedikit lega sekarang meski masih dalam kondisi yang genting.
" A..Ayah.." air mata lolos dipipi Mika, Kenapa ?? ayahnya melindungi orang itu ?? itulah fikiran Mika saat ini.
" Adam !!!" suara mama tyas mengejutkan semuanya, termasuk Attalah, Tio dan Bima.
mereka nampak syok saat para wanita tiba-tiba sudah berada disana.
" sayang.." panggil Bima seakan tak percaya widia berada ditempat itu.
Namira berlari mendekati Attalah yang menggendong Erlita.
" anakku...!! syukurlah kau baik-baik saja sayang.." ujar namira yang menciumi Erlita.
namun yang membuat Tio nampak.heran, mama tyas menangisi adam yang mulai melemah dan tertunduk.
__ADS_1
" Adam.. kau sudah gila ??!! kenapa ini?!!" ucar mama tyas dengan linangan air mata.
Mika semakin tidak mengerti,
" Mika.. hentikan semua nak.. kalian bersaudara.." ujar Adam
" apa ??" Mama tyas menoleh kearah Mika yang berdiri mematung.
" dia kah Mika ?? putri kita ??" tanya Mama tyas dengan wajah nampak tak percaya.
Adam menggangguk pelan.
mama tyas mengarahkan pandangannya lagi pada Mika.
" apa yang kalian katakan ??!! mama, ada apa ini ??!!" tanya Attalah yang semakin bingung.
Adam menatap mama tyas "katakan semua tyas.."
" kau harus kerumah sakit dulu !!" bantah mama tyas.
" bos gedung siap meledak !!" anak buah mika yang bertugas mengendarai helikopter menyadarkan Mika.
" apa ?? meledak ???" tanya Tio dengan terkejut.
" gedung sudah aku tanam bahan peledak, dan kita akan mati bersama." ujar Mika.
mama tyas menggeleng. " hentikan nak !! jangan seperti ini !!"
" diam kau !!! aku tidak memiliki ibu selama ini !!!" bentak Mika dengan mata memerah.
semua nampak gusar dan penuh kawatir. Bima juga mendekap Widia yang begitu ketakutan.
.
.
__ADS_1
.