
bab 120
.
.
.
Tio menatap Attalah dengan seksama. Attalah menghentikan mobil didepan lapas dimana mama tyas ditahan.
" kau mencurigai mamamu sendiri ??" tanya Tio
" aku hanya ingin memastikan. mama sulit ditebak orangnya. ayo.." Attalah segera turun terlebih dulu diikuti Tio yang mengekor dibelakangnya.
" masa iya mamamu lepas begitu saja !!" ucap Tio memberi alasan.
" makanya kita pastikan dulu !!" balas Attalah yang terus melangkahkan kakinya masuk.
setelah membuat laporan ingin menemui tahanan bernama Tyas, Attalah dan tio dipersilahkan untuk menunggu dan duduk.
Sumpah demi apapun Attalah berharap bukan mamanya dibalik semua kejadian yang menimpanya, biar bagaimanapun juga Mama tyas tetaplah orang tuanya.
Tio yang bisa melihat kegundahan dihati Attalah menepuk pundak temannya itu berusaha memberi kekuatan.
" kau masih ingat dengan ku Attalah !!!" suara mama tyas terdengar dari arah sel tahanan dengan polisi wanita disisinya.
__ADS_1
Attalah mengangkat wajahnya melihat wajah yang sebenarnya amat ia rindukan, namun terselip rasa sesal yang begitu dalam saat mengingat kejahatan yang dilakukan sang mama.
Mama tyas duduk dihadapan Tio dan Attalah. penampilan mama tyas jauh dari yang sebenarnya, sangat tidak terurus dan kusam.
" ini nyonya tyas kan ??" Tio meneliti wajah mantan bosnya.
Mama tyas memgalihkan wajahnya dengan sinis.
" jika ingin mengejekku pergi saja Sana !!! dasar anak tidak tau diri !!!" umpat Mama tyas dengan bernada kesal.
" ma, kenapa berada didalam tempat seperti ini mama tidak berubah ??!! ingat usia ma ??!!"ucap Attalah dengan wajah terlihat amat frustasi.
Mama tyas menatap penuh amarah. "mama sudah tau kau kesini hanya mau ceramah !! pergi sana !!! kau sudah bersama ****** sialan itu kan ??!!! bahkan mama matipun kau tidak akan sedih kan ??!!"
" sampai matipun, mama tidak akan pernah menerima dia !!" balas mama tyas dengan mata memerah penuh amarah.
" jadi mama yang berniat melukaiku ??!" seketika Attalah melayangkan tuduhan kepada sang mama.
" apa maksudmu ??!!" tanya mama tyas dengan meninggikan suaranya.
" sudahlah ma.. katakan saja iya atau tidak ??!!" balas Attalah dengan suara mulai meninggi.
" iya atau tidak apanya ??!! perjelas ucapanmu !!!" bentak mama tyas
" Mama tega menyuruh orang untuk melukai karna aku bersama Namira kan ??!!" Attalah terus melayangkan tuduhan pada mama tyas.
__ADS_1
" kau menuduh mama ??!! otakmu dimana Attalah. bagaimana mungkin mama melakukan itu !! jika pun mama bisa, yang harus utama dibunuh itu ya jalangmu itu !!!" teriak mama tyas dengan murka
Melihat perdebatan Attalah dan mama tyas Tio segera menengahi. " tunggu..tunggu...sabar ya.. kita bicarakan dengan santai saja.."
" dan kau !!! kau juga mau ikut menuduhku ??!! kau juga mengira aku mau melukai putraku sendiri ??!!!" bentak mama tyas yang mengarah pada Tio.
Tio membulatkan matanya saat dibentak mama tyas. " nyonya.. saya tidak seperti itu !!" Tio berusaha membela diri.
braakkk !!!
mama tyas menggebrak meja dihadapannya, Tio sampai tersentak, namun tidak dengan Attalah ia malah memejamkan matanya, ternyata sikap mamanya masih sama dan belum.berubah.
tak ingin semakin emosi, Attalah segera berdiri dan meninggalkan mama Tyas begitu saja.
" Hey Attalah !!! dasar anak tidak tau diri !!! seenaknya kau menuduh mamamu !!!" teriak mama tyas penuh emosi.
Tio segera menyusul langkah Attalah, ia tidak mau sampai disalahkan apalagi terkena amukan mama tyas.
sedangkan mama tyas sudah dihadang beberapa polisi wanita saat mama tyas hendak berniat mengejar Attalah.
.
.
.
__ADS_1