Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 95 Sayang semuanya


__ADS_3

"Selamat pagi, sayang," sapa Pras pada istri tercinta yang sedang memasak.


"Mas, malu ada Ibu," balas Keyla dengan pipi yang sudah memerah karena malu.


"Kenapa harus malu, kan sayang bukan hanya buat kamu, buat Ibu juga. Aku kan sayang Ibu," ujar Pras. Dia duduk di kursi menunggu masakan matang.


"Nak Pras bisa saja," balas Ibu Aminah. "Maafkan kami, jika Nak Pras kurang nyaman tinggal di rumah Ibu, karena beginilah keadaan kami, Nak," ucap Ibu Aminah sambil memasak untuk sarapan.


"Ibu, jangan bilang seperti itu. Pras nyaman kok tinggal di sini asalkan bersama Keyla dan Ibu." Pras menyakinkan mertuanya jika dia nyaman dan baik-baik saja tinggal di rumahnya. Ya memang awalnya Pras merasa ada yang berbeda, tapi setelah menikah Pras merasa biasa saja, asalkan ada istri tercinta di manapun berada dia akan betah dan nyaman selagi itu membuat mereka bahagia.


"Terima kasih ya, Nak," ucap Ibu Aminah.


"Ibu tidak perlu berterima kasih pada Pras," balas Pras.


Keyla yang sedang fokus memasak hanya berusaha menjadi pendengar yang baik. Dia senang mendengar ucapan Pras yang seakan-akan menganggap Ibunya sebagai orang tuanya sendiri. Dulu memang dia bermimpi jika suatu hari nanti dia menikah Keyla ingin mempunyai suami yang mampu menerima dia apa adanya dan menyanyi Ibunya. Alhamdulillah kini mimpi iyu menjadi kenyataan. Pras memang laki-laki yang Allah kirim sebagai jawaban di setiap do'a Keyla.


Masakan matang, Keyla dan Ibu menyajikannya di atas meja.


"Masakan Ibu begitu menggoda, baunya sangat harum membuat Pras semakin lapar," ucap Pras.

__ADS_1


"Nak Pras ini pandai sekali membuat hati Ibu bahagia," balas Ibu Aminah.


"Mas, ingin tempe apa telur?" tanya Keyla yang sudah memegang piring di tangannya mengambilkan makan untuk suaminya.


"Apa saja aku suka," jawab Pras.


Karena bingung belum mengetahui makanan kesukaan suaminya Keyla mengambilkan keduanya dari pada dia pusing.


"Terima kasih," ucap Pras.


Keyla membalasnya dengan senyuman.


Setelah melayani suaminya, selanjutnya dia beralih mengambilkan makan untuk Ibunya. Selesai mengambil makan keduanya, kini dia mengambil untuk dirinya sendiri semua makan dengan tenang tanpa ada suara kecuali suara sendok dan garpu.


"Dik, hari ini kita mulai latihan nyetir mobil ya," ucap Pras pada Keyla.


"Baiklah. Apa Mas yakin Key akan bisa?" tanya Keyla. Dia ragu sama dirinya sendiri.


"Jika belajar sungguh-sungguh pasti bisa," balas Pras. "Jangan menyerah sebelum mencoba," ujar Pras.

__ADS_1


"Iya." Keyla mengangguk meski dalam hatinya ada keraguan karena belum pernah sekalipun menyentuh setir mobil, biasanya dia hanya tinggal naik saja.


"Berangkat sekarang ya, mumpung masih pagi," ucap Pras.


"Iya." Keyla mengikuti apa kata suaminya saja.


"Ibu, kita pergi dulu ya," pamit Keyla dan Pras.


"Iya, hati-hati," balas Ibu Aminah.


"Assalamualaikum.' Keyla dan Pras mencium tangan Ibu Aminah.


"Wa'alaikumussalam," balas Ibu Aminah. Kini tinggal dia sendiri di rumah menonton acara televisi.


Setelah berpamitan pada Ibunya, mereka berdua keluar rumah.


"Kamu mau ikut kursus setir mobil, atau sama aku saja belajarnya?" tanya Pras. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Terserah Mas Pras saja mana yang terbaik," jawab Keyla.

__ADS_1


"Kursus saja ya. Sekarang kita ke tempat kursus dahulu untuk daftar." Bukannya Pras tidak ingin mengajari sang istri, tapi jika belajar bersamanya yang ada bukannya belajar nyetir malah jalan-jalan nggak jelas.


Pras melajukan mobilnya menuju tempat kursus mobil yang tak jauh dari restorannya supaya saat Keyla selesai kursus langsung bisa ke restoran tanpa dia jemput.


__ADS_2