Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
pesta


__ADS_3

bab 126


.


.


.


Pesta berlanjut pada malam hari, tamu juga sudah memenuhi gedung mewah nan indah yang sudah di hias dengan semeriah mungkin menambah kemeriahan malam pesta pernikahan Bima dan widia.


Dengan balutan gaun putih tulang yang menjuntai panjang kebelakang, membuat widia terlihat semakin cantik. dengan bima disisinya yang terlihat tampan dengan setelah tuxedo. keduanya berjalan diatas karpet merah melewati para tamu undangan.


Senyum yang terhias diwajah Bima dan Widia menambah kesan serasi yang begitu menjadi kebaperan para tamu undangan yang masih muda.


Attalah dan Namira yang juga sudah hadir disitu menyaksikan pasangan pengantin yang akan menuju Pelaminan mereka.


Acara demi acara sudah dilewati mereka bersama. dan sangat kidmat serta penuh kelancaran.


Namira menarik Attalah untuk memberi ucapan kepada Widia dan Bima.


" mas.. ayo kita beri ucapan pada mereka.."ajak Namira.


Terlihat sekali Namira begitu antusias, karna Bima adalah teman masa kecilnya yang masih setia hingga kini.


" kau duluan saja sayang.. aku menggendong Er," balas Attalah.

__ADS_1


Attalah yang kuwalahan mengikuti Namira, akhirnya memilih santai dibelakang saja seraya menggendong sikecil Erlita


Namira yang sudah diatas pelaminan segera memberi salam pada Widia, tak lupa mereka berdua saling berpelukan dengan bahagia.


" selamat mbak widia..akhirnya mbak menemukan kebahagiaan.. semoga Sakina selalu, langgeng sampai kakek Nenek." ucap Namira memberi selamat dengan memeluk Widia.


" terima kasih Namira.."balas Widia.


Saat pelukan terlepas Namira dan widia masih saling berpegangan tangan dengan penuh rasa bahagia.


" kau tidak memberiku ucapan juga Mir ??" Timpal Bima yang berada disisi Widia.


Namira terkekeh dengan ucapan Bima. ia bergeser sedikit dan menjabat tangan temannya itu.


" selamat menempuh hidup baru temanku.."


" terima kasih.." bisik Bima dengan suara pelannya.


Cinta memang tidak harus memiliki. semua sudah terjadi bagai air yang mengalir, bahkan Namira sama sekali tidak menyadari jika Bima memendam rasa padanya. Kini Bima.harus berusaha menghilangkan Namira dari fikirannya, setidaknya ia harus memikirkan perasaan Istrinya.


Namira mendorong sedikit tubuh Bima yang mendekapnya dengan erat.


Sementara widia memilih bungkam, meski entah mengapa hatinya tiba-tiba sesak saat melihat Bima memeluk Namira cukup lama.


Attalah sudah berdiri disana. ia juga tidak.berfikir jauh tentang Namira dan Bima.

__ADS_1


" kalian tau.. Aku tadi juga hadir diacara ijab kabul kalian.. tapi Atta tidak mau kuajak menemui kalian.." ujar namira mencoba mencairkan suasana.


" benarkah..?? terima kasih Namira.. sudah menyempatkan waktunya.." balas Widia dengan senyum terhias diwajahnya.


" kau bicara apa.. kau ini bagian dari kami.." Namira beralih pada Widia tanpa mengindahkan Bima. Attalah langsung memilih mendekati Bima dan memberi selamat.


" selamat pak komisaris.. semoga kalian bahagia."ucap Attalah dengan candaanya.


"terima kasih tuan CEO," balas Bima dengan candaannya juga.


Namira menggenggam jemari widia. "mbak widia.. sebelumnya saya minta maaf jika dipernikahan pertamamu dengan suamiku harus terkenang dengan penuh luka, tapi aku harap, kita tetap bisa menjalin persaudaraan dengan baik, aku dan Bima bersahabat sejak kecil, sejak kami didaerah, jadi tolong jangan salah faham ya ?? bahkan Ibu wulan dan aku memang sangat dekat sejak dulu..dekatnya kami adalah kedekatan saudara saja.."


Widia tertawa kecil dengan Penjelasan Namira. Terlihat sekali Namira takut jika widia salah faham.


" ibu sudah menceritakan semua Namira..aku tidak akan masalah. dan untuk tawaranmu tentang persaudaraan, aku pasti menerimanya, aku ini anak tunggal, aku tidak pernah merasakan punya saudara, aku sangat bahagia.." balas widia dengan mata terfokus pada Namira saja.


Kembali kedua wanita itu berpelukan dengan bahagia.


Attalah mengerutkan dahinya. "Bima.. lihatlah dua wanita itu ?? sebenarnya mereka kenapa dari tadi berpelukan terus ??" tanya Attalah pada Bima dengan berbisik.


" urusan wanita, aku juga tidak tau.."jawab Bima sekenanya. seraya menatap kedua wanita spesial dalam hidupnya saling berpelukan.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2