Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
kelahiran putra kdua


__ADS_3

bab 162


.


.


Rumah Attalah kini terasa hangat dan penuh dengan tawa bahagia. tak ada lagi kesedihan, tak ada lagi air mata. semua hidup bersama dengan bahagia.


mama tyas membuktikan semuanya kepada Oma Rani jika kini ia telah berubah. setiap harinya Mama tyaslah yang mengantar Erlita kesekolah, apa lagi kandungan Namira sudah semakin membesar. Oma Rani dan Mama tyas sama-sama begitu posesif dengan Namira, bahkan Namira dilarang melakukan apapun.


tak terasa pula kandungan Namira sudah memasuki usia 9 bulan. waktu yang begitu dinanti semua penghuni rumah sebab akan ada penghuni baru dirumah besar Attalah.


dengan diantar semuanya,Namira tiba dirumah sakit, saat setelah ia mengeluarkan tanda-tanda akan melahirkan, Attalah dengan antusias dan siaga membawa Namira kerumah sakit


Namira sudah berada diruang persalinan dengan Attalah yang senantiasa disisinya. sesekali Attalah menciumi kening istrinya berusaha memberi kekuatan, nampak sekali Namira menahan kontraksi yang terjadi secara berkala itu.


Hingga saat dokter sudah berkata jika telah buka sempurna Dan Namira dianjurkan untuk bersiap mengejan, Attalah nampak begitu kawatir. ini pertama baginya menemani Namira. rasa bersalah tiba-tiba muncul saat teringat bagaimana perjuangan Namira.dulu ketika melahirkan Erlita tanpa dirinya. air mata lolos begitu saja disudut mata Attalah saat teringat itu.


" bertahanlah sayang.. maafkan aku..maafkan aku.." bisik Attalah.


" jangan.minta maaf, kau suami sempurna yang aku miliki..".balas Namira dengan terengah-engah.

__ADS_1


kembali Attalah menghujani wajah Namira dengan ciuman agar bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan Namira saat ini..


dan setelah beberapa menit berlalu, Suara tangis bayi melengking memenuhi ruang bersalin.


Senyum haru dan bahagia nampak diwajah Namira dan attalah,apalagi saat dokter mengatakan jika anak kedua mereka adalah laki-laki.


Attalah diminta mendekat pada bayi yang sudah selesai dibersihkan guna mengadzani putra kedua mereka. sementara Namira


mendapat penanganan pasca melahirkan.


meski air mata tak henti mengalir dari mata Attalah, tetap saja suara adzannya terus berkumandang seiring dengan terlelapnya bayi mungil yang sudah dalam bedong itu.


Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Attalah, selain rasa syukur kepada sang pencipta, keluarganya kini telah lengkap, meski semua hharus melalui drama yang cukup panjang. setidaknya akhirnya kini ia telah bahagia.


" selamat cucuku.. kau sudah memiliki anak lagi.. ya ampun.. bagaimana kau.membuat dengan pas, laki-laki.."


" Ibu.. jangan berkata begitu.." tegur mama tyas.


" itu kenyataannya Tyas.. aku tidak sabar menggendongnya.." ucar oma Rani.


" sabar ya Oma, Sebentar lagi bayinya pasti keluar." balas Attalah.

__ADS_1


" ayah.. adik bayinya laki-laki semua ??" tanya Erlita.


semua saling pandang dengan pertanyaan Erlita barusan. Namun Attalah langsung berjongkok memberi tau putrinya yang belum.terlalu mengerti. "sayang.. adiknya Er cuma satu, dan iya memang laki-laki."


" oh.. tapi nanti er boleh kan tidur sama Adik.bayi ??" tanya Er lagi.


" tentu saja boleh sayang.." balas Attalah dengan pasti.


" yeee !!! Er punya adik..!!" Erlita nampak begitu girang


" Mia sudah dalam perjalanan. aku meminta Tio menjemputnya dibandara."ujar mama tyas.


" kak Mia datang ??" Attalah nampak.tak percaya, ia bahkan belum sempat mengabari Kakak dari istrinya itu.


" mama menghubunginya. biar bagaimanapun dia kan keluarga Namira."balas Mama tyas.


" terima kasih ma.." ujar Attalah dengan senyum bahagia.


mama tyas mengangguk dengan senyum sumringahnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2