
Dewa dan Heru datang tepat setelah Keyla datang.
"Selamat siang," ucap Dewa dan Heru bersamaan.
"Siang juga Pak," balas semua karyawan.
"Tolong yang kalau pelanggan sudah tidak ada toko di tutup saja. Vita dan Anita jangan pulang dulu ya!" pesan Heru.
"Baik, Mas," jawab mereka.
"Ada apaan sih key?" tanya Vita, berbisik di telinga Keyla.
Keyla hanya mengangkat ke dua bahunya sebagai jawaban.
Dua puluh menit toko sudah mulai sepi. Vita dan Anita segera menutupnya sebelum ada pembeli lagi. Setelah menutup toko mereka berdua bergabung dengan yang lain.
"Karena sudah kumpul semua, saya ingin menyampaikan sesuatu, tapi tidak disini kita makan ngobrol di luar saja sekalian kita makan siang bersama," ucap Dewa.
"Ayo, kita berangkat sekarang!" Heru menyuruh untuk semua keluar dari toko.
Mereka mengambil tas masing-masing kemudian berjalan keluar toko. Keyla paling belakang karena dia yang bagian menutup toko.
"Nanti naik mobil aja!" bisik Dewa di samping Keyla.
__ADS_1
"Kebiasaan banget deh, bikin kaget orang," keluh Keyla.
Semua sudah siap dengan motor masing-masing, Vita berdua dengan Anita, Nita dengan Mita, Airin sendirian karena Keyla dipaksa naik mobil.
"Sini biar saya saja yang nutup," ucap Dewa mengambil kunci dan gembok yang berada di tangan Keyla.
Selesai menutup toko. Mereka berjalan menghampiri mobil Dewa yang sudah terparkir di depan toko, Heru sebagai sopirnya. Dewa membukakan pintu untuk Keyla. Setelah Keyla masuk, Dewa masuk duduk di sebelah Keyla.
"Kebiasaan pasti di suruh Dewa ya lu key?" tanya Heru.
"Iya," jawab Keyla.
Heru mulai melajukan mobilnya ke tempat tujuan. Motor mengikuti dari belakang.
"Kita makan ke mana, sayang?" Dewa bertanya kepada Keyla.
"Jangan mulai ya, gue bukan obat nyamuk disini," protes Heru.
"Apaan sih Mas Heru," sahut Keyla.
"Terserah Pak Dewa saja, Keyla ngikut saja." Keyla juga nggak tahu harus kemana.
"Gimana, kalau kita makan di restoran yang berada di sebelah danau?"
__ADS_1
"Iya, boleh juga." Heru melajukan mobilnya ke arah tujuan mereka.
Empat puluh menit mereka sampai. Semua kendaraan sudah terparkir, mereka semua masuk kedalam restoran seafood. Mereka duduk di saung pinggir danau.
"Sambil menunggu pesanan kita datang saya mulai saja ya obrolan kita," ujar Dewa.
"Saya hanya ingin menyampaikan kepada semuanya, terutama buat Mita dan Nita. Kalian berdua sudah satu minggu disini pastinya kalian sudah tahu kondisi di toko seperti apa, jadi saya ingin kalian beda jadwal, terserah mau ikut grub Keyla, atau grub Vita," jelas Dewa.
"Pak, kalau saya di pisah sama Nita, saya nggak ada temannya," keluh Mita.
"Kamu kan bisa berteman dengan yang lain." Dewa mencoba untuk menyatukan semua karyawannya.
MIta akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti kata Bosnya.
"Ini pesanannya Mba, Mas," ucap karyawan restoran.
"Iya, Mba terima kasih," jawab mereka bersama.
Kemudian mereka makan bersama, seperti keluarga ya, makan bareng tanpa ada perbedaan antara bos dan karyawan semua membaur di satu tempat. Setelah selesai makan mereka berbincang-bincang lagi, tetap masalah toko.
"Barang kali di antara kalian ada yang ingin memberikan saran untuk kemajuan toko kita, silahkan kita bicarakan disini biar lebih santai!" ujar Heru.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1