Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 44


__ADS_3

Di toko.


"Tadi itu siapa, Mut?" tanya Rere, salah satu karyawan toko teman Mutia.


"Oh, itu tadi karyawan toko pusat," jawab Mutia.


"Tapi, sepertinya bukan hanya sekedar karyawan, lihat saja tadi dia sekat sekali dengan Pak Dewa," ujar Rere.


"Iya, juga sih, ah ... tapi biarlah itu bukan urusan kita, lebih baik lanjut kerja saja," imbuh Mutia, dia tak su'udzon dengan orang. Kemudian mereka melanjutkan pekerjaannya.


***


Selesai makan, Dewa mengantarkan Keyla ketoko.


"Assalamualaikum," ucap mereka masuk ke dalam toko.


"Wa'alaikumussalam," jawab mereka yang berada di dalam toko.


"Kalian, boleh pulang nanti biar Keyla yang bawa kuncinya," ucap Dewa karena ini memang sudah jam pulang kerja.


"Baik, Pak." Mita, Nita, dan Airin mengambil tasnya, kemudian mereka berjalan keluar toko.


"Key, gue pulang dulu ya," pamit Airin, sebelum keluar toko.


"Iya, Rin," balas Keyla. Setelah temannya pulang Keyla mengambil kunci toko berjalan keluar toko.


"Biar saya saja yang tutup!" Dewa mengambil gembok di tangan Keyla.


"Heru, bawa tuh motor Keyla," ucap Dewa.

__ADS_1


"Aku, mau pulang Mas," ujar Keyla.


"Iya, kamu saya anterin motornya biar Heru yang bawa." Dewa mengambil kunci motor dari tangan Keyla dan memberikannya kepada Heru.


"Nasib banget dah gue hari ini," gerutu Heru.


'Yang sabar ya Mas, Bos Mas Heru memang ngeselin," pesan Keyla sambil menepuk bahu Heru.


"Hist, Bos gue, Bos lu juga markonah," kesel Heru.


Keyla hanya cengengesan.


"Sayang, sudahlah biarkan saja Heru. Ayo kita pulang!" Dewa membukakan pintu mobil untuk Keyla.


Keyla, masuk kedalam mobil. Dewa segera menyusul, kemudian ia melajukan mobilnya ke arah rumah Keyla.


"Key, mau beli sesuatu dulu tidak?" tanya Dewa.


Tak lama mereka sampai di depan rumah uang tidak terlalu besar tapi mampu membuat si penghuninya bahagia selelu dengan apa yang mereka miliki saat ini.


Meskipun sederhana tapi itu adalah satu-satunya tempat paling bersejarah dalam hidup Keyla, dan penuh kenangan.


"Terima kasih," ucap Keyla sebelum keluar dari mobil.


"Sama-sama, good night semoga mimpi indah," balas Dewa.


Keyla, keluar dari mobil dan menemui Heru yang sudah menunggu di depan rumah Keyla.


"Mas Heru, mau mampir dulu!"

__ADS_1


"Lain kali saja Key," balas Heru.


"Dirumah sendirian Key?" tanya Heru.


"Tidak, Keyla tinggal sama Mama, tapi jam segini Mama belum pulang," jelas Keyla.


"Memangnya kemana, Mama kamu, Key?" Heru mulai kepo.


"Mama, berjualan Mas," jawabnya.


"Oh ... gue pulang dulu ya Key," pamit Heru.


"Iya, Mas terima kasih," ujar Keyla.


"Sama-sama Key." Heru melangkah menghampiri Dewa.


"Lu, mau ngapain?" tanya Dewa yang melihat Heru masuk ke dalam mobil duduk di bangku sebelah sopir.


"Mau, duduk sudahlah Wa, sekali-sekali gantian lu yang nyetir gue yang tidur," ucap Heru dengan enteng tanpa dosa, mana ada bawahan begitu sama atasannya.


"Kurang aj*r sekali anda, besok gaji lu, gue potong," kesal Dewa.


"Terserah lu, gue capek," balas Heru.


Perdebatan antara bos dan asistennya yang berakhir dengan di menangkan sang asisten.


... ********************** ...


Maaf ya baru sempat up.

__ADS_1


love you all❤️🥰🥰🥰🥰


__ADS_2