Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 108


__ADS_3

Sampai di Mall mereka nonton terlebih dahulu setelah itu duduk santai di cafe yang tak jauh dari bioskop.


Saat Keyla ingin kembali ke mejanya setelah dari toilet tiba-tiba dia tabrak seseorang. "Au," keluh Keyla sambil membersihkan bajunya yang basah akibat ketumpahan jus alpukat.


"Sorry, nggak sengaja," ucap seseorang yang menabrak.


"Kau." Keyla terkejut saat melihat orang yang menabraknya.


"Kita ketemu lagi." Orang tersebut tersenyum jahat ke arah Keyla.


Kerena tak ingin ada keributan Keyla memilih pergi meninggalkan orang tersebut, tapi baru satu langkah orang tersebut dengan sengaja menjegal kaki Keyla dan mengakibatkan Keyla terjatuh ke lantai.


Keyla masih tetap diam tak melawan dia berdiri kemudian berjalan menuju mejanya.


"Key, lu kenapa?" tanya Vita yang terkejut melihat keadaan sahabatnya yang basah kuyup.


"Nanti saja gue ceritain sekarang antar gue ke toilet, Rin tolong lu beliin baju ya buat gue," ucap Keyla.


"Baik, Key," balas Airin.


Akhirnya mereka dengan terpaksa menunda makan siang. Keyla dan Vita menuju toilet, sedangkan Airin dan Anita berjalan keluar cafe mencari toko baju.


Tak lama kemudian mereka menghampiri Keyla dengan membawa paperbag. "Nih, Key." Airin memberikan paper bag pada Keyla.


"Terima kasih." Keyla mengambil paper bag tersebut kemudian masuk ke dalam toilet mengganti pakaiannya.


"Kita pulang apa lanjut nongki lagi?" tanya Vita setelah Keyla keluar dari kamar mandi.


"Kita ke kedai Ferry sajalah, yuk!" ajak Keyla. Sebenarnya dia sudah nggak mood, tapi nggak mungkin pulang karena mereka baru saja jalan belum makan.


"Baiklah, go," balas Vita, Airin, dan Anita bersama.


Akhirnya mereka memutuskan keluar dari Mall menuju kedai Ferry. Satu jam perjalanan mereka sampai. Setelah Keyla memarkirkan mobil mereka semua keluar dari mobil berjalan masuk ke dalam kedai.


"Wih ... keren lu, Key sekarang bawanya mobil," ucap Ferry saat Keyla masuk ke dalam kedai.

__ADS_1


"Bukan punya gue," balas Keyla sambil melangkahkan kakinya mencari meja yang kosong.


"Fer, Biasa ya," ujar Vita.


"Siap, Vit," balas Ferry.


"Tadi kenapa, Key?" tanya Airin membuka suara.


"Biasa orang patah hati jadi gila begitu," jawab Keyla.


"Siapa?" tanya Airin lagi menatap kearah para sahabatnya.


"Si Wina, wanita gila patah hati sampai segitunya. Kayak nggak ada laki-laki lain aja di dunia ini," kesel Keyla.


"Mungkin dia udah buta karena cinta, Key," sambung Anita.


"Bisa jadi begitu," sambung Airin.


"Itu bukan cinta sih, tapi lebih ke obsesi," ucap Vita.


"Oh ... memangnya dulu dia kemana aja?" tanya Vita.


"Biasa berpaling yang lebih kaya," jawab Keyla.


"Weleh, dasar nenek demit ya, pinter banget susah dia buang, giliran sekarang kaya mau dia comot lagi. Lu harus lebih pinter dari dia Key," ucap Vita. Karena istri itu harus lebih dari pelakor. Singkirkan pelakor.


"Itu pasti, tapi jika soal hati itu sudah lain ceritanya, gue nggak bisa memaksanya," balas Keyla. Dia akan berjuang, tapi jika hati tidak seimbang maka mundur lebih baik dari pada maju makin sakit. Bukan tak ingin memperjuangkan cinta, tapi untuk apa berjuang jika hasilnya menyakitkan.


"Gue akan selalu dukung lu, Key," ujar Vita.


"Pada ngobrol apaan sih serius banget?" tanya Ferry yang baru datang dengan membawa nampan berisi empat gelas es jeruk peras minuman favorit emak rempong.


"Eh, Fer, si Firdaus hari ini lamaran apa nikahan?" tanya Keyla.


"Gue nanya, dia malah balik bertanya," ujar Ferry.

__ADS_1


"Hehehe, lagian lu kepo banget sih sama emak-emak," balas Vita.


"Gue kan sahabat kalian juga." Ferry tersenyum memperlihatkan giginya.


"Ah, sudahlah. Lu jawab pertanyaan gue," sahut Keyla.


"Elah, Key. lu juga kepo banget sih. Firdaus mau lamaran," balas Ferry.


"Kok lu tahu, Key?" tanya Ferry sambil menatap serius ke arah Keyla di ikuti para sahabatnya.


"Kalian ngapain lihatin gue begitu, jangan salah paham. Ceritanya tadi pagi gue di suruh Bu Aminah nganter pesanan ke rumah Bu Henny dan ternyata Bu Henny itu Mamanya Firdaus." Keyla menjelaskan pada para sahabatnya dari pada nanti di kira dia masih berkomunikasi dengan Firdaus.


"Oh, begono to ceritanya," ucap para sahabatnya kompak.


"Memang lu kira gue masih sama dia gitu, oh ... tidak. Gue tipe wanita setia ya kalian jangan suka berpikir macam-macam tentang gue," jelas Keyla.


"Setia -- setiap tikungan ada," sambungan Vita.


"Tahu aja lu, Vit kalau si Ferry tukang selingkuh," ucap Keyla.


"Lha kenapa jadi gue," balas Ferry.


Keyla hanya tertawa kecil.


"O, iya, Fer. Firdaus itu di jodohkan ya?" tanya Keyla penasaran dengan tadi yang Firdaus ucapkan.


"Sepertinya begitu," jawab Ferry.


"Lu kok tahu, Key?" tanya Vita.


Keyla pun menceritakan semuanya. "Kasihan sekali, dia," ucap Vita, Airin, dan Anita.


"Semua sudah suratan takdir," balas Keyla sambil menyeruput es jeruk yang berada di depannya.


Apa boleh di kata jika takdir sudah menetapkan. Tetap semangat menjalani hidup apapun yang Allah takdirkan.

__ADS_1


__ADS_2