Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
pernikahan Bima


__ADS_3

bab 125


.


.


.


Dengan dibantu mama arum dan Ibu wulan Widia menuruni satu persatu anak tangga.


semua mata tamu undangan tertuju pada Kecantikan Widia. namun tidak dengan Bima. ia tetap diam tanpa berani menatap Widia ataupun menoleh kearah manapun.


Namira juga menganggumi kecantikan Widia dengan terus-terusan memujinya.


" Mas, lihatlah.. Widia cantik sekali ya.. ya ampun.. Bima beruntung sekali.."


" iya." balas Attalah dengan sekenanya.


" kenapa kau tidak tertarik padanya dulu ??" tanya Namira sambil mencondongkan tubuhnya mendekat pada suaminya.


Attalah memelototkan matanya dengan pertanyaan aneh istrinya itu.


" apa yang kau tanyakan ??!"


Namira hanya tersenyum "ya.. kan kalian bersama cukup lama."


" jika kau bicara aneh lagi. aku akan menghabisimu disini.." ancam Attalah ditelinga Namira.


" mas mau membunuhku ??!!" tuduh Namira


" ya ampun.. sayang.. sekarang diamlah, itu ijab kabulnya sudah mau mulai !" pekik Attalah yang membuat Namira memanyunkan bibirnya.


Widia duduk disisi Bima, keduanya saling tertunduk dengan perasaan masing-masing.


" bagaimana ?? apa sudah bisa dimulai ??" tanya Sang penghulu.


" sudah pak.. silahkan.." ucap ayah wira.

__ADS_1


" pak Tedy, silahkan jika hendak menikahkan putrinya.." sang penghulu memberi Pak Tedy kesempatan.


" terima kasih." balas pak tedy yang kemudian duduk dihadapan Bima.


saat tangan Bima dijabat Oleh papa tedy, rasanya jantung Bima akan jatuh, Bima mengatur nafasnya beberapa kali dan menatap papa Tedy dengan serius.


Meski rasa grogi terus menyelimuti Bima, namun ijab kabul diucapkan dia dengan lantang dan jelas tanpa salah sedikitpun.


ucapan kata sah dari para saksi dan tamu undangan menandakan ijab kabul telah selesai dilakukan, dan Resminya Bima menjadi suami untuk Widia.


setelah menandatangani berkas-berkas mereka berdua melakukan tukar cincin yang diabadikan oleh para teman dan fotografer andalan.


Kembali untuk kedua kalinya, widia mencium tangan pria yang kini berstatus suaminya.


Dan diluar dugaan Widia, Bima mencium keningnya dengan penuh kehangatan dan kelembutan.


tepuk riuh dari para tamu undangan membuat Bima segera duduk kembali.


pasangan pengantin itu langsung digiring oleh MUA untuk bertukar baju dan istirahat sebentar.


" mau kemana ??" tanya Attalah.


" mau mengucapkan selamat pada mereka.." jawab Namira.


"nanti malam saja. ayo makan dulu.. " ujar Attalah seraya menarik Namira agar menikmati hidangan yang tersaji.


" aku tidak mau makan !! aku kenyang.." timpal namira.


" bunda.. Er lapar.." rengek Erlita


" tuh.. anakmu saja mengajak makan." Attalah menambahkan.


Namira hanya mendegus saja.


" er sayang makan steak yuk ?? bunda lagi pengen makan steak" ajak Namira


" steak ?? bukannya kau tidak suka daging ??" tanya Attalah keheranan.

__ADS_1


Namira menarik tangan Attalah memegang perutnya yang masih rata. "sepertinya dia yang mau."


Attalah menutupi seringainya. hampir saja ia lupa jika istrinya saat ini tengah mengandung buah cinta mereka kembali.


.


Widia dan Bima berada dalam satu kamar. mereka dipersilahkan untuk istirahat, mempersiapkan tenaga untuk pesta nanti malam


Beberapa MUA membantu widia berganti baju, sedangkan Bima memilih membersihkan diri dikamar mandi.


Setelah beberapa saat, Bima sudah keluar dengan setelan celana pendek dan kaos oblong putih kesukaannya, widia menundukkan wajahnya saat melihat betapa tampannya suaminya meski tanpa setelan kepolisian, serta rambut yang masih basah menambah kesan Seksi pada diri Bima. Widia mengerjapkan matanya beberapa kali, entah mengapa fikirannya traveling kemana-mana.


" kemana MUA nya ??" tanya Bima yang duduk disisi Widia dan meraih botol air mineral untuk meminumnya.


" mereka istirahat juga." balas Widia singkat.


keheningan terjadi disana hingga..


" kau mau makan ???" ucap Bima dan Widia bersamaan.


Saling tatap sesaat dan kemudian tertawa lepas bersama.


" Kita ini sudah menikah.. kenapa rasanya canggung ya ??" ujar Bima.


" iya kau benar.. maaf ya ??" balas Widia dengan sisa tawanya.


" kita makan saja sama-sama. bagaimana ??" tawar Bima.


" boleh." jawab Widia penuh semangat.


Bima segera meraih tangan Widia dengan tiba-tiba. membuat widia terperajak hampir memekik namun ditahan olehnya.


dan mengikuti Bima untuk keluar dari kamar mencari makanan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2