
Keyla bersiap untuk pulang, karena Vita dan Anita sudah datang. "Gue, pulang dulu ya guys?" Keyla mengambil tasnya dan berjalan keluar toko.
"Hati-hati Key," ucap Vita.
Melihat Keyla berjalan keluar, Dewa dengan cepat menyusul langkah Keyla. "Makan dulu yuk!" bisik Dewa di samping Keyla.
"Astaghfirullah ... kebiasaan deh bikin orang jantung," omel Keyla. Dewa hanya menanggapinya dengan tersenyum. Mereka berdua keluar toko menuju mobil Dewa.
Mita yang melihat Keyla dan Dewa, seperti orang yang kebakaran jenggot marah-marah tidak jelas. "Lo, kenapa sih?" tanya Nita.
"Kesal gue, tahu gini gue nggak mau di oper kesini, dari pada harus ngelihat pak Dewa dengan cewek ganjen itu," jawab Mita, padahal dia yang ganjen ya, tapi malah orang lain yang disalahin begitulah orang yang tidak mempunyai cermin dirumah.
"Makanya lu, itu harus sadar diri," omel Nita. Sudah beberapa kali dia menasehati Mita, jangan jatuh cinta ke pak Dewa, kita kan hanya karyawan biasa, bukan siapa-siapa. Tapi Mita tetap saja tidak mendengarkan nasihat Nita.
"Ah ... lu mah nggak setia kawan," kesal Mita.
"Terserah lu, saja deh Mit." Nita sudah lelah nasihatin Mita yang keras kepala.
*
__ADS_1
"Kebiasaan deh maksa mulu," gerutu Keyla di dalam mobil. Kini dia berada di mobil Dewa, karena Dewa merajuk agar Keyla bersedia pergi dengannya. Akhirnya mau tak mau dengan terpaksa Keyla keinginan Dewa.
"Biarin," sahut Dewa, dia mulai melajukan mobilnya menuju tempat makan, karena mereka belum makan siang.
"Sepertinya di toko ada yang lagi nyari perhatian," celetuk Keyla, dia sengaja berbicara seperti itu, ingin melihat reaksi Dewa.
"Mita maksud kamu?" Dewa mulai kepancing dengan kata-kata Keyla. Sebenarnya dia nggak ingin menjawab ucapan Keyla, tapi dia juga ingin tahu apa Keyla cemburu atau tidak.
"Entahlah," imbuh Keyla dengan menaikkan bahunya.
"Mita memang dari awal masuk kerja sudah seperti itu, tidak masalah sih buat saya, dari pada jomblo terus. Dia anaknya baik, cantik ya lumayanlah." Dewa sengaja memperjelas kata-katanya, menceritakan tentang Mita.
Saya tahu niat Bapak hanya ingin mancing saya, jangan bermain-main dengan saya, hehe. Batin Keyla.
Bukannya Keyla cemburu malah Dewa yang dibikin kesal sama Keyla.
"Saya masih muda Key, apa kamu perlu bukti?" goda Dewa.
"Tidak perlu, kan saya sudah kenal Bapak sudah lama." Keyla semakin menjadi membuat Dewa kesal.
__ADS_1
"Bapak-bapak memangnya kamu kira saya Bapak kamu?"
"Iya, Pak Bos saya, tidak ada yang salah kan."
"O, iya, Pak Mulai besok mau saya bantu nggak dekat dengan Mita, saya bisa lho jadi Mak comblang Bapak, di jamin dah pasti kalian jadian."
"Key, sudah diam!" Kesal Dewa tanpa aba-aba di mengerem mobilnya secara mendadak.
"Ah, sakit," keluh Keyla kepalanya kepentok kaca mobil.
"Bapak kalau berhenti bilang dong kalau saya kenapa-kenapa gimana? saya masih pengen hidup Pak, saya kan masih muda impian saya masih banyak pengen ngerasain nikah juga, saya belum mau mati muda," omel Keyla.
"Ya sudah, kita nikah saja besok." Dengan entengnya Dewa berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.
... ****************...
Maafkanlah diriku ini yang jarang up, karena banyak kerjaan, dan harus ngurus novel yang satunya lagi.
Terima kasih karena masih setia dengan cerita receh ku.😘🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1