
Hari ini semua karyawan toko DA Collaction berlibur di pantai untuk memeriahkan acara ulang tahun toko pusat yang ke tiga tahun.
Keyla bersama ketiga sahabatnya menghabiskan waktu untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Keyla, Airin, Anita, dan Vita, mereka duduk di pinggir pantai menikmati suasana pantai dengan angin sepoi-sepoi sambil menikmati es kelapa muda dan beberapa cemilan yang mereka bawa.
Setelah kenyang mereka berlari bermain air serta mengambil beberapa foto. Keyla dan ketiga temannya terlihat begitu bahagia seakan tak ada beban pikiran yang mereka alami.
Karyawan toko cabang dua, mereka juga tak kalah hebohnya dengan Keyla. Mereka berenang di laut supaya benar-benar menikmati liburannya.
Toko cabang tiga sedikit kalem semua karyawannya tidak seperti yang lain, Riri dan temannya hanya bermain air di pinggir pantai sambil mengambil beberapa foto mereka.
Dewa dan Heru hanya berdiam diri di pinggir pantai menikmati suasana pantai dengan angin sepoi-sepoi sambil menatap layar ponselnya.
"Wa, lu nggak mau main air?" tanya Heru.
"Memang lu kira gue bocil," jawab Dewa.
"Ya, kali masa kecil kurang bahagia," imbuh Heru. Dewa langsung memukul lengan Heru.
"Sakit Wa. Keyla sepertinya bahagia banget tertawa lepas, lama gue nggak pernah lihat dia seperti itu," ujar Heru, sedari tadi Heru selalu memandangi kelompok Keyla.
"Iya." Dewa mengarahkan pandangannya kearah Keyla, dia juga merasa bahagia melihat Keyla tertawa lepas seperti tak ada beban dalam hidupnya. Kita akan merasa bahagia saat melihat orang yang kita sayangi bahagia.
Setelah puas bermain air Keyla dan yang lain berangkat dari pantai menuju kamar mandi untuk berganti pakaian mereka yang sudah basah kuyup.
Selesai berganti pakaian Keyla, Airin, Anita dan Vita duduk di bangku yang di sediakan pemilik warung mereka memesan pop mie untuk menghangatkan tubuhnya.
Dewa terus saja melihat kearah Keyla, pandangannya tak berpindah sedetik pun. Vita tak sengaja melihat Dewa yang terus menatap kearah bangkunya dia pun mengikuti arah pandang Dewa. "Hem, sepertinya ada yang lagi di perhatikan," celetuk Vita.
"Siapa?" tanya Airin.
"Biasa itu." Vita mengarahkan pandangannya ke Dewa Airin pun mengikuti arah Vita.
__ADS_1
"Ah ... itu Bos bucin, haha." Vita dan Airin tertawa bersama.
"Kalian kenapa sih?" tanya Keyla sadari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Lihat tuh!" Vita memegang kepala Keyla dan mengarahkan ke arah Dewa.
Dewa tersenyum Keyla pun membalasnya.
Tak lama pesanan mereka datang pop mie dan es teh manis, es kelapa muda, rujak, gorengan.
"Wah ... mantap banget," ucap seseorang yang baru datang dan langsung bergabung bersama Keyla.
"Mas Heru, ngapain kesini?" protes Vita.
"Biar tambah ramai Vit," balas Heru sambil mencomot tempe goreng dan memasukkan kedalam mulutnya.
Heru duduk disebelah Vita sedangkan Dewa duduk disebelah Keyla.
"Key, mau pop mienya," ucap Dewa.
"Itu saja satu berdua." Dewa menunjuk pop mie yang berada di depan Keyla.
"Ah ... nggak mau, Pak Dewa pesan sendiri saja," tegas Keyla.
"Nggak mau," balas Dewa. Saat Keyla ingin memasukkan mie kedalam mulutnya dengan cepat Dewa membelokkan tangan Keyla ke arah mulutnya. "Terima kasih," ucapnya tanpa dosa.
"Disini masih ada jomblo dilarang bermesraan di depan jomblo," sindir Airin.
Keyla langsung saja melotot ke arah Airin, yang di pelototin hanya tersenyum tanpa dosa.
"Cie ... ah, jiwa jomblo gue meronta-ronta," celetuk Anita.
__ADS_1
"Pak Dewa, kalau mau pacaran jangan disini kasihanilah kita berdua," ucap Airin, menyedihkan ya jadi jomblo, saat melihat orang pacaran dia hanya jadi penonton.
Disambut tawa yang lain. "Lu, apaan sih Rin," omel Keyla sambil memukul pelan lengan Airin.
Selalu saja Dewa nggak lihat keadaan, kan jadi dia yang malu sama teman-temannya.
Dewa memang sudah biasa bermesraan dengan Keyla di depan Airin, Anita, dan Vita. Karena mereka adalah karyawan yang sudah lama jadi Dewa tidak canggung lagi sama mereka.
"Sayang, lagi dong." Dewa membuka mulutnya.
"Cie ... sayang, ah ... gue jadi klepek-klepek," celetuk Anita.
"Lu, ngapa Nit?" tanya Heru.
"Ngiri Mas, cowok kalian pada ngilang kemana ya, masa gue jomblo terus." Anita menundukkan kepalanya memasang wajah sedih.
"Mereka bukannya ngilang tapi lu yang kebanyakan milih," ucap Vita.
"Lu, mah buka aib," balas Anita.
Anita memang orang yang selektif banget dalam masalah laki-laki, dia tidak ingin salah dalam memilih.
"Semua gara-gara Pak Dewa nih," ucap Airin.
"Kenapa jadi saya." Dewa tak terima.
"Sudah, kita makan saja!" sahut Keyla.
Dewa terus saja membujuk Keyla agar menyuapi dirinya, dua insan itu memang ada saja yang di ributin.
Selesai makan mereka ngobrol santai sambil sesekali tertawa bersama. Disaat seperti ini tidak ada perbedaan antara bos dan karyawannya.
__ADS_1
... *******************...
maaf baru sempat up.