Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
hal konyol


__ADS_3

bab 113


.


.


.


Attalah tak melepas tangannya dari pinggang Namira, seakan tidak mau Namira terjamah Kliennya yang memiliki mata liar seperti singa lapar itu.


Tak ingin berlama-lama, Attalah memilih segera berpamitan pada Fergus,.


" Terima kasih untuk makan malam nya tuan Fergus, karna ini sudah malam sekali saya dan istri saya ingin pamit untuk kembali. lain waktu biarkan saya yang mentraktir anda." Attalah berusaha bersikap biasa saja tanpa menghilangkan kesopanannya.


" sebenarnya saya masih ingin lama mengobrol dengan anda tuan Attalah.." Fergus menjawab demikian namun matanya menatap kearah Namira.


Namira yang sadar segera menatap kearah lain seolah tidak melihat.


"mohon maaf sebelumnya tuan fergus, sebenarnya saya juga ingin sekali mengobrol dengan anda, tapi putri kami tidak biasa kami tinggal sendiri..kami permisi.." Balas Attalah seraya mengulurkan tangannya.


Fergus menerima uluran tangan Attalah dengan penuh semangat. "baiklah..sampai jumpa kembali tuan Attalah dan Nyonya...??" Kembali mata Fergus terarah pada Namira.


" Namira. nama istri saya Namira." ralat Attalah dengan menekan kata istri.


"oh iya.. maaf sebelumnya nyonya Namira jika saya terlupa.." ucap Fergus.


Namira hanya menjawab dengan anggukan dan senyum tipis diwajahnya.

__ADS_1


Tak ingin menahan rasa jengah itu, Attalah langsung menarik Namira memutar tubuh dan meninggalkan singa gila yang terlihat begitu liar dan lapar.


Didalam mobil Namira baru bernafas lega setelah sejak tadi ia menahan kekesalan akibat tatapan tak menyenangkan dari klien suaminya.


" apa itu yang kau katakan klien dari jiran ??" tanya Namira saat Attalah sudah masuk juga kedalam mobil.


" iya. tenang saja. jika dia macam-macam seperti uler keket waktu itu aku juga tidak akan mau bekerja sama dengannya."jawab Attalah yang sangat tau istrinya nampak tidak suka.


" kenapa orang- orang kaya dan memiliki segalanya harus liar seperti itu ??" tanya Namira sembari menatap Attalah.


" mungkin dia gila," jawab Attalah sekenanya.


" kenapa jawabanmu seperti itu ??!!" protes Namira.


" mau bagaimana lagi sayang.. kalau bukan karna dia gila, mana ada pria atau wanita yang berpangkat malah seperti orang tak berpendidikan begitu ??!! melihat wanita cantik seperti mau menelannya saja !!! rasanya aku ingin sekali mencongkel mata orang tadi..!!" omel Attalah dengan kesal.


" jangan sembarangan !! kemarin saja waktu kau pergi dan aku masih tampan, aku tidak pernah sembarangan seperti orang tadi !! aku ini pria setia sayang.." Attalah membanggakan dirinya sendiri.


Namira hanya mencebikkan bibir bawahnya, Sementara Attalah terkekeh dengan melayangkan ciuman singkat dipipi Namira.


" oh ya, malam ini widia juga dilamar sama Bima. kau masih ingatkan,?? polisi temanku..," ucap Namira dengan sangat antusias.


" iya. aku sudah tau." jawab Attalah dengan santai.


" tau ?? dari mana ??" tanya Namira keheranan.


" aku tadi siang tidak sengaja bertemu Bima, dia bersama Tio. dan mereka berdua tengah memilih cincin untuk Bima dan widia." terang Attalah.

__ADS_1


Namira manggut-manggut pertanda mengerti. "oh..akhirnya mantan istrimu bahagia juga.."


"kenapa kau bicara begitu ??" tanya Attalah.


" sadarlah mas, selama bersamamu widia mana bahagia, kau mengacuhkannya sampai 4tahun pernikahan kalian. jika itu aku, mungkin aku sudah menyerah sejak lama." balas Namira dengan menggembungkan pipinya.


" aku bukan mengacuhkannya sayang.. tapi aku memberi jarak padanya, aku tidak mau sampai kau terluka..hanya hatimu yang aku jaga yang lain aku nomer duakan." timpal Attalah.


" terserah saja. setidaknya, orang yang bersama Widia adalah orang yang tepat. tapi aku heran sejak kapan mereka saling kenal ?? apa kau juga tau mas ??" tanya Namira yang begitu amat penasaran.


" mana aku tau.. aku tidak mau mengurusi urusan orang !! urusan membuat adik untuk Er saja belum jadi padahal kita sudah sering melakukannya kan..?? dulu waktu Er saja sekali langsung jadi..." tjawab Attalah dengan frontal.


Namira menepuk pundak suaminya yang berkata asal.


pukk !!


" aww sayang..!!" protes Attalah sembari memegangi pundaknya.


" hentikan ocehan tak berfaedahmu itu !!" omel Namira dengan melipat kedua tangannya.


Attalah hanya berseringai saat melihat betapa lucunya ekpresi istrinya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2