Diantara Dua Pilihan

Diantara Dua Pilihan
Part 105 Jujur


__ADS_3

Malam hari.


Keyla pulang lebih awal dari pada Pras. Setelah sahabatnya pulang dia juga langsung pulang ke rumah agar tidak terlalu larut malam sampai di rumahnya.


Selesai membersihkan diri Keyla duduk di atas kasur bersandar kepala ranjang menonton acara televisi sambil menunggu Pras pulang.


Tak lama kemudian Pras pulang.


"Assalamualaikum," ucap Pras sambil melangkah masuk ke dalam kamar.


"Wa'alaikumussalam," jawab Keyla. Dia langsung bergegas turun dari ranjang menghampiri Pras mencium punggung tangan suaminya, kemudian menyiapkan baju ganti untuk Pras.


Sambil menunggu Pras keluar dari kamar mandi, Keyla kembali naik ke atas kasur.


Selesai mandi Pras menghampiri sang istri, duduk di samping Keyla tidak ada obrolan hanya suara televisi yang terdengar.


"Key," panggil Pras membuka suara.

__ADS_1


"He'em." Keyla hanya membalas dengan deheman.


"Marah?" tanya Pras.


"Tidak."


"Kalau tidak marah kenapa diam saja?"


"Lagi puasa ngomong," jawab Keyla.


"Memangnya ada ya puasa ngomong?"


"Maaf, aku tidak pernah cerita padamu sebelumnya, karena aku pikir semua itu tidak penting, semua itu hanya masa lalu yang tidak ingin aku ingat kembali," jelas Pras.


"Jika dia masa lalu yang sudah berakhir, kenapa sekarang dia datang kembali?"


"Aku juga tidak tahu. Sudah lama sekali aku tidak komunikasi dengannya sudah hampir lima tahun."

__ADS_1


"Mas, jika orang masih punya janji maka tepatilah agar tidak riweh di belakangnya," balas Keyla.


"Dulu memang aku pernah janji padanya bahwa kita akan bersama membina rumah tangga, tapi di luar dugaan Wina memiliki laki-laki lain selain aku. Setelah mendapat banyak bukti perselingkuhannya aku memutuskan hubungan kami, tapi Wina tidak terima dengan keputusan ku." Pras menjelaskan pada Keyla, dia berkata jujur tanpa ada yang di tutupi, dia tidak ingin Keyla salah paham dan mengakibatkan pertengkaran. Masa depannya lebih berharga dari pada masa lalu yang penuh luka.


Saat mengetahui Wina selingkuh Pras sempat drop karena dia begitu menyayangi Wina, tapi dia tidak ingin memperjuangkan cinta yang telah di nodai. Meskipun sakit karena perpisahan, tapi Pras yakin semua pasti akan indah pada waktunya.


Pras sempat tak percayai lagi dengan cinta, dia butuh waktu bertahun-tahun untuk mengubur dalam-dalam masa lalunya, dia menyibukkan diri membangun beberapa restoran. Hingga suatu hari saat Pras kembali dari luar kota tanpa sengaja melihat Keyla yang sedang duduk sendiri di kedai Fery membuatnya penasaran tanpa ragu Pras langsung bergerak cepat mencari tahu tentang Keyla lewat Ferry.


"Key, percaya sama, Mas Pras," ucap Keyla dengan tersenyum manis. Apapun itu semua orang memiliki masa lalu, jadi tidak perlu di bahas lagi. Sekarang saatnya maju bersama untuk menghadapi masalah yang ada.


"Terima kasih, sayang." Pras mengelus lembut kepala Keyla. Tanpa terasa sudah larut malam mereka berdua menghentikan obrolannya mulai memejamkan mata tak butuh waktu lama mereka terlelap dalam tidurnya.


***


Di tempat lain.


'Awas saja kalian berdua akan terima akibatnya karena telah membuatku malu di hadapan banyak orang, gue akan ambil kembali yang harusnya milik gue. Jika orang lain bisa memilikinya gue juga harus bisa memilikinya,' batinnya dengan tersenyum jahat mata hatinya sudah tertutup dengan amarah bukan cinta.

__ADS_1


Manusia yang tidak bisa berpikir dengan baik karena hanya memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.


***


__ADS_2