
Setelah refresing menyegarkan pikiran selama dua hari di pantai kini saatnya mereka pulang dan bekerja kembali, tapi untuk hari ini Dewa masih memberi libur satu hari lagi, karena semua pasti sangat lelah untuk sampai rumah saja mereka memakan waktu delapan jam.
Pukul 03.00 malam. Keyla sampai dirumah, dia langsung masuk kedalam kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur melanjutkan tidur yang tadi terjeda, karena harus turun dari mobil sehingga dia bangun dari mimpi indahnya.
Sinar Matahari mulai menembus jendela kamar si cantik yang masih terlelap dalam mimpi indahnya, tapi karena silaunya cahaya yang menembus dia pun terbangun dari tidurnya. "Uh ... silau jam berapa ini, lirihnya. Keyla pun menatap kearah jam dinding. Astaghfirullah, ternyata sudah siang, kenapa Ibunya tidak membangunkan aku ya ... batin Keyla. Dia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit Keyla keluar dari kamar mandi kemudian ia berganti pakaian, setelah rapi Keyla pun keluar kamar mencari keberadaan Ibunya.
Keyla menuju dapur tapi tetap saja tidak menemukan sosok yang ia cari. "Ibu," panggil Keyla.
"Ibu di kebun belakang Key," jawab Ibunya dari arah belakang rumah. Keyla berjalan menghampiri Mamanya yang sedang bercocok tanam. Keyla yang melihat tomat berwarna merah ia pun langsung membuat Keyla tergoda dia pun memetiknya.
"Ma, tomatnya Keyla petik ya?" tanya Keyla.
"Iya, ambil saja," jawab Mama Keyla.
Keyla pun mengambil beberapa tanaman yang sudah waktunya dipetik.
"Kamu ambil yang banyak sekalian nanti bawa kerumah calon mertua kamu jadi hari ini kesana?" tanya Ibunya dengan nada menggoda.
"Ah ... Ibu apaan sih," balas Keyla.
"Nak, kalau kamu memang serius sama dia jangan menunggu lama-lama nanti takut keburu diambil orang." Nasihat Ibunya.
"Iya, Bu." Keyla memetik sambil berfikir sampai kapan harus begini, memang benar kata Ibu dan teman-temannya dia harus segera memberikan keputusan secepat karena waktu tidak akan bisa ulang kembali.
Andai saja hanya satu orang yang mengharapkan dirinya mungkin dia tidak akan pusing seperti sekarang, tapi inilah kasih sayang yang Allah berikan. Allah menginginkan Keyla agar memilih yang terbaik buatnya.
Pukul 10.00. Keyla dan Ibunya kembali masuk kedalam rumah dengan membawa beberapa sayuran. Keyla mengambil beberapa untuk di bawa nanti, sisanya ia taruh di dalam kulkas untuk stok beberapa hari. Tak lupa ia juga membagi Mba Menik karyawan Ibunya.
"Ma, Key mandi dulu ya, gerah nih," pamit Keyla pada Ibunya.
"Iya," jawab Ibunya. Ibu Keyla juga masuk kedalam kamar membersihkan diri setelah itu dia harus ke toko kuenya.
__ADS_1
Tak lama Keyla keluar kamar membawa paper bag dan mengambil sayuran yang tadi telah dia siapkan.
"Ma, Key berangkat dulu," ucap Keyla.
"Iya, hati-hati," balas Ibunya.
Keyla pergi menggunakan motornya.
*** Satu jam perjalanan Keyla pun sampai ditempat tujuan, dia pun memarkirkan motornya digarasi.
"Assalamualaikum," ucap Keyla di depan pintu.
"Wa'alaikumussalam," ucap seseorang dari dan membukakan pintu untuk Keyla.
"Cari siapa Nak?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang membukakan pintu.
"Siapa Yah?" tanya seorang perempuan dari dalam rumah, karena penasaran siapa yanne datang dia pun menghampiri suaminya.
"Eh, sayang ayo masuk Nak!" Bunda menyuruh Keyla untuk masuk kedalam.
"Terima kasih sayang," ujar Bunda Pras.
"Iya Bun, sama-sama," balas Keyla.
Ya, kali ini Keyla pergi ke rumah Pras memberikan oleh-oleh untuk Bunda Pras.
"Astaghfirullah, Bunda sampai lupa kenalin ini Ayah Pras." Bunda memperkenalkan suaminya pada Keyla.
"Ayah, ini calon menantu kita." Bunda memperkenalkan Keyla pada Ayah Pras.
"Cantik, siapa nama kamu Nak?" tanya Ayah Pras. Ayah Pras orang yang jarang berada dirumah jadi beliau tidak mengenal Keyla.
Ayah Pras adalah seorang pengusaha dia sering berada diluar kota pulang hanya seminggu sekali.
__ADS_1
"Keyla, Om," jawab Keyla. Ayahnya aja ganteng banget pantes saja anaknya juga cakep, batin Keyla.
Tak lama Pras datang membawa beberapa box makanan. "Assalamualaikum," ucap Pras saat masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumussalam," jawab semua yang berada didalam.
Pras berjalan masuk kedapur menaruh beberapa box makanan diatas meja makan.
"Kapan datang Key?" tanya Pras duduk di samping Keyla.
"Lima belas menit yang lalu," jawab Keyla.
"Apa hanya segitu Pras?" Bunda yang melihat Pras hanya membawa sepuluh box kotak makan dia pun heran dan bertanya pada anaknya.
"Tidak. Makanya masih ada di dalam mobil sedang di ambil bibi dari pintu samping," jawab Pras.
"Ada acara Bun?" tanya Keyla.
"Iya, sayang hari ini ada acara arisan keluarga, kamu disini saja jangan pulang!" perintah Nyonya besar tidak dapat diganggu gugat.
Haduh datang tidak tepat waktu kan malu kalau kumpul sama keluarga Pras apa lagi dengan status ku yang bukan siapa-siapa di keluarga ini, ah ... pasti nanti Bunda bilangnya calon menantu, batin Keyla sambil menepuk jidatnya.
Keyla berada diposisi yang tidak aman dia pun menoleh kearah Pras, matanya seolah meminta bantuin untuk keluar, dia malu jika harus berkumpul dengan keluarga Pras.
Pras pura-pura tidak melihat, dia membuang muka kearah televisi. Keyla yang melihat Pras sengaja, dia pun mencubit tangan Pras.
"Au ...." keluh Pras yang mendapatkan hadiah karena keisengannya.
Keyla tersenyum tanpa dosa.
"Bun, Key ingin bicara sama Mas Pras dulu ya." Keyla meminta izin keluar rumah.
Kira-kira Keyla mau ngapain ya ngajakin Pras untuk keluar rumah. Jangan lupa untuk terus membawa dia keluar para orang tua.
__ADS_1
...*********...