Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Air Mata


__ADS_3

"aaaarrrrrrrgggggggggggg."


Begitulah yang kadang Nazeera teriakkan sambil menangis ketika mengingat masa-masa bersama mantan kekasishnya.


Teriakan itu terdengar hingga ke kamar Tamar, saudara laki-laki Nazeera, karena pintunya sedikit terbuka.


Mengapa kamu jadi seperti ini? Ini bukan dirimu yang ku kenal. Batin Tamar saat mendekat dan memegang gagang pintu Nazeera.


Tamar hanya melihat adiknya yang sesegukan. Dia seringkali menghela nafas panjang, takut adiknya akan melakukan bunuh diri karena depresi.


Terlihat Nazeera bangun dari tempat tidur yang sedikir berantakan dan mencari sesuatu. Ternyata yang ia cari adalah sebuah gitar, benda favorit Nazeera.


Nazeera kembali duduk dilantai, bersandar di kaki tempat tidur. Dia mulai memainkan alunan gitar yang sangat indah. Petikan demi petikan, yang membuat jari-jemarinya seakan menari-nari.


***


Nazeera bernyanyi dengan suara khas sehabis menangis. Masih terdengar indah. Bernyanyi sambil mengingat masa-masa bersama mantan kekasihnya.


Kini tiada lagi, yang dapat kurasakan


Tulus cinta dari dirimu sayang


Aku telah kau sisihkan


Tanpa ada kesalahan


Dan terpaksa ku harus merelakan


Mungkin kah takdirku, slalu dalam kesedihan


Yang ku harap tak menjadi kenyataan


Sia sia ku korbankan


Cinta dengan perasaan


Tapi sakit kini yang engkau berikan


Cukuplah sudah aku ini kau sakiti


Biarkan ku pergi, agar tak menjadi

__ADS_1


Duri di dalam cintamu


saat tiba di reff, airmatanya kembali membendung membasahi pipi mulusnya. Menyanyi dengan menghayati lagu yang ia nyanyikan.


Harusnya aku dari mula dulu menyadari


Bahwa diriku bukan lah yang terbaik untukmu


Cintamu bagaikan angin berlalu


Cukuplah sudah aku ini kau sakiti


Biarkan ku pergi, agar tak menjadi


Duri di dalam cintamu


Harusnya aku dari mula dulu menyadari


Bahwa diriku bukan lah yang terbaik untukmu


Cintamu bagaikan angin berlalu


Harusnya aku dari mula dulu menyadari


Bahwa diriku bukan lah yang terbaik untukmu


Cintamu bagaikan angin berlalu


Takkan ku sesali cintaku berakhir begini


Suatu saat nanti, kau jua pasti merasai


@Nazia Marwiana "Mengalah".


***


Prok prok prok


👏👏👏


Tamar masuk dan memberikan tepuk tangan sebagai penyemangat untuk Nazeera.

__ADS_1


Suara itu yang mengalihkan pandangan Nazeera. Dia hanya sekedar melirik dan mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.


"Hey cengeng, lap ingus mu tuh. Ntar aku makin jatuh cinta kalau makin jelek." Ucap Tamar dengan cekikikan menyembunyikan rasa khawatirnya.


"..." Tidak ada balasan dari Nazeera.


Tamar ikut duduk bersandar disamping kiri Nazeera dan langsung mengambil benda yang ada ditangannya. Membunyikan Nada gitar tanpa bernyanyi.


"Ternyata kamu masih jago nyanyi." Berusaha mengajak Nazeera berbicara, namun hasilnya nihil.


Nazeera hanya diam menatap seperti tatapan kosong yang ia pandang.


"Kamu jangan gitu donk, nasib abang ganteng mu gimana kalau kamu diemin aku?"


Nazeera mulai melirik, langsung bersandar di pundak Tamar dan menangis. Mata yang indah kini dihiasi dengan sepasang mata bengkak.


Tamar menaruh tangan kanannya di pundak kanan Nazeera. Sedangkan tangan kiri mengusap lembut pipi dan menghapus sisa genangan air mata.


"Ngak usah nangis bocil, kan kamu bersyukur juga ngk dipilih. Kalau kamu dipilih, terus nikah sama dia. Abang sama siapa? setelah itu kamu pake dasteran, rambut ngk ter-urus. Jadi deh emak-emak dasteran, terus bawa panci, emm wajan kesana kemari. Saat di dapur, habislah dapur saat kamu menjadikan perabot dapur sebagai musik." Ucapnya sambil membayangkan dan tertawa pelan.


Nazeera yang awalnya diam, kini ikut tersenyum dan tertawa. Namun hanya sesaat. Setelah itu, dia langsung diam.


Tamar yang melihat Nazeera sesikit membaik pun merasa lega.


Sepi, hening yang ada dalam ruangan itu, Tamar melihat Nazeera yang tidur dengan pulas di pundaknya. Dia mengangkat dan memindahkan ke tempat tidur agar lebih nyaman.


Setelah menaruhnya, ditataplah dalam wajah sang adik. Wajah yang dulunya selalu ceria, memberikan warna untuk hidupnya dan orang lain kini berubah seketika saat mendapat Undangan Pernikahan.


Bersambung...


.


.


.


#


^^


Terimkasih yang telah berkunjung.

__ADS_1


Mohon dukungan dan komentarnya. Jangan lupa klik bentuk hati dan tinggalkan jejak yah.


Semoga kalian menyukai novel ini. Jangan bosen2 mampir dimari yee. Bye bye


__ADS_2