Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Surat Perjanjian


__ADS_3

"Loe ngapa bisa di rumah sakit?"


"Takdir mungkin bang. Tapi gue udah gak apa-apa bang." Mitha sedikit gugup menghadapi Miko.


Karena tidak puas. Miko langsung menghadap ke dokter. Dia terkejut bahwa Mitha habis ke guguran. Dia sendiri tidak mengetahui bahwa dia akan menjadi paman. Tiba-tiba dia merasa iba kepada sang adik.


"Nih, makan dulu. Loe pasti laper kan?"


Mitha mengangguk. "Gue suap aja deh. Loe gerak aja kayak robot." Candanya.


"Oia, suami loe mana?" Miko mencari Tamar karena dia sudah lama berada di sini, tetapi belum melihat batang hidung iparnya.


"Emm, anu... eee ada kok. Tapi lagi keluar sama bunda. Hehe." Cengirnya gugup.


Miko memicingkan matanya membuat Mitha semakin gugup.


"Bang, jadi disuapin gak sih? Laper gue." Rengek wanita itu.


"Iya. Bawel." Miko membuka makanan yang dia sudah beli.


"Habis ini, gue pulang dulu yah. Gue mau beres-beres sebelum masuk kerja." Ujarnya membuat sang adik mengangguk.


"Loe yang sabar yah. Gue yakin loe pasti kuat." Miko mengusap pucuk kepala Mitha.


***


Setibanya di rumah. Miko memasuki kamar Mitha. Dia rindu. Dia tahu bawa pasti adiknya itu sangat merasa kehilangan. Dia saja sebagai calon paman sangat menyayangkan atas keguguran adiknya. Tadi dia melihat senyuman Mitha, tetapi di matanya ada beribu luka yang dia sembunyikan.


"Maafin gue, Mit. Gue ngak becus jadi Abang.." Miko mengusap sudut matanya yang berair.

__ADS_1


Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk milik Mitha. Karena kelelahan, dia jadi tertidur. Tak lama kemudian, bunyi jam weker di laci nakas memancing diri Miko untuk mematikan suaranya.


"Dasar jam sialan. Gangguin gue aja." Dia belum sepenuhnya sadar jika ini masih di kamar sang adik. Ketika dia meraba, dia tiba-tiba membuka mata lebar.


"Apaan nih?"


SURAT PERJANJIAN


"Surat perjanjian? Perjanjian apa?" Karena jiwa kekepoan Miko meningkat, dia mengerutkan alisnya seraya membuka isi kertas tersebut.


Jika dinyatakan tidak hamil, maka Pernikahan ini hanya pernikahan kontrak selama 6 bulan saja.


Kata-kata ini tergiang terus di kepala Miko.


"Brengsekk!"


Miko memegang erat surat perjanjian itu. Oleh karena itu, Miko mendatangi kantor Tamar dengan penuh amarah.


***


"Halo... Apakah sudah ada informasi tentang Jaya?"


"....."


Nazeera menghela nafas. Sepertinya ada lagi takdir yang harus dia selesaikan.


"Gue yakin itu Jaya." Ada titik senyuman di wajah cantik Nazeera. "Sebentar lagi."


Nazeera menancapkan gas untuk pulang ke rumahnya. Dia mencari sesuatu agar bisa menguatkan bukti.

__ADS_1


"Dimana..."


hikz hikz hikz


Karena kelelahan dan rasa buru-buru, Nazeera sedikit oleng.


"Nona... Nona...." Panggil Onni ketika melihat Nazeera lewat begitu saja. Onni yang melihat itu merasa khawatir dan mengikuti langkah nonanya.


"Rambut... Iya, rambut." Gumam Nazeera. Dia menghamburkan berbagai barang dalam kamar.


"Nona... Anda mencari apa?"


hikz hikz hikz


"Mencari suami ku Onni." Jawab Nazeera sekenanya.


Onni mengerutkan alisnya bingung. Masa ia cari suami didalam barang-barang. Pikirnya.


Apa mungkin nona Nazeera melihat arwah tuan Jaya yah.


Onni melirik ke kiri dan kanan. "Merinding saja."


Nazeera masih menangis. Dia menangis karena bahagia dan juga sedih. Bahagia jika dia mendapatkan buktinya dan hasilnya positif. Sedih ketika mendapatkan buktinya namun hasilnya negatif.


Berbagai cabang pikiran Nazeera. Oh Nazeera, sungguh malang nasib mu nak... Maafkan otot yang belum memberikan mu kebahagiaan....


hehehe... Jan lupa tinggalkan jejak... 🤗🤗❤️


lope u all...

__ADS_1


Oia, yang ingin info2 apaan gituh, kalian bisa cek di igehhh...


igeh: greenteach21


__ADS_2