Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAB 70 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

"Selamat malam, tuan." Sapa pengawal yang menjaga apartemen.


Ceklek


Pintu terbuka mengagetkan Hena yang baru keluar.


"Astagfirullah..." Ujarnya memegang jantung kaget. "Tuaaan. Kaget aku!"


Ingin marah takut ditabok.


"Mau kemana, Bi?" Tanya Tamar tanpa merasa berdosa.


"Anu den, mau pulang. Nyonya menyuruh saya pulang."


Tamar mendengus, sepertinya adiknya itu memang harus keluar di dunia kesedihan.


"Yasudah, terimakasih Bi."


Tamar masuk diikuti oleh Dedi. Merasa diikuti oleh seseorang, Tamar menoleh. "Ded, sebaiknya loe pulang juga."


Dedi membungkuk, "Baik, Tuan."


Suasana sudah tampak sepi, dengan hati cemas, Tamar mengetuk pintu kamar sang adik.


"Aaawwww." Keluh Nazeera memegang dahinya. "Abang!!!" Ujarnya melotot. "Abang, ketuk itu di pintu, bukan di dahi." Nazeera serasa ingin menangis, menahan ringisan.


"Kamu yang salah." Kilah Tamar ketus.


"Ada apa ke sini, bang?" Tanya Nazeera tak kalah ketus sambil mengusap dahinya.


Plak


Tamar menjitak dahi Nazeera. "Suruh duduk dulu, atau suguhin sesuatu kek, apa kek." Sindir Tamar langsung menuju sofa.


"Aku bukan kakek-kakek." Selah Nazeera. "Bi Hena sudah pulang. Kalau mau, ambil saja di dapur." Nazeera mengikuti langkah Tamar menuju sofa.


"Bisa turun nih image direktur aku kalo ke dapur nyiapin makanan sendiri."


Nazeera menatap sinis, emang benar. Di mansion, Tamar dan dirinya tak pernah menyentuh dapur.

__ADS_1


"Gak bakalan turun kok image kamu bang, karena kebiasaan buruk saat tidur aku simpan dan tutup rapat."


Nazeera menaikkan kedua kakinya di sofa sambil bermain ponsel.


"Zee..." Geram Tamar merapatkan giginya.


"Hem." Jawabnya masih fokus sama ponsel.


Tamar memghembuskan nafas kasar, sepertinya jiwa menyebalkan sudah kembali pada dirinya.


"Zee..." Ulang Tamar.


"Apa sih bang?!" Kesalnya masih tak mengalihkan mata dari ponsel.


"Susu Zee... Kalau orang ngomong itu di tatap!" Ujar Tamar terus terang.


Nazeera masih tetap fokus dengan ponsel, membuat Tamar geram sekaligus mendengus sikap adiknya.


"Kamu siap-siap berangkat ke negara X." Meskipun berat tuk melepaskan kepergian sang adik, tapi apa boleh buat.


Nazeera langsung menoleh. "Hahaha. Abang kalau mau bercanda, dikontrol."


Nazeera tertawa, karena sebelum menikah hingga sesudah menikah pun, dia masih dikekang oleh sang abang. Menurutnya, ini hanya lelucon, tapi tak lucu!


"Abang benar?!" Nazeera berhenti tertawa dan menatap lekat orang yang berada didekatnya.


Tamar mengangguk. "Aku gak suka mengulang, Zee."


Nazeera mendengus, ternyata saudaranya ini masih saja belum bisa membedakan di rumah dan di kantor.


"Ini bukan kantor, bang. Bercanda dikit napa. Hilangin tuh sikap dinginnya." Nazeera bersandar di sofa. "Pantesan aja Ayu ninggalin kamu, bang." Lanjutnya bergumam.


Tiba-tiba Nazeera teringat tentang foto yang dia dapat di dalam box.


Mungkin saja dengan ke negara X, aku bisa mengetahui siapa wanita dan bayi itu.


"Baiklah, bang. Aku akan ke negara X. Tapi..."


"Kalau begitu, bersiaplah. Kamu akan berangkat bersama Dedi."

__ADS_1


Tuh kan... Bahkan ke negara X pun masih dikekang oleh Abang.


Batin Nazeera kecewa, dia sendiri merasa tak dipercaya ketika orang-orang Tamar masih saja mengikutinya.


"Abang pergi dulu."


"Gak minum dulu, bang?" Tanya Nazeera.


"Kalau nawarin itu, gak kek gitu." Ketus Tamar, karena adiknya menawarkan sesuatu tanpa bergerak dalam posisi nyaman di dapur. "Lain kali, mau nawarin sesuatu itu di awal, bukan di akhir." Lanjutnya mengingatkan.


"Kamu ke dapur ngambilin Abang sesuatu, baru nawarin." Tamar menggeleng dengan pola pikir sang adik.


"Kan Abang punya tangan dan kaki sendiri, yasudah kalau mau minum langsung ke dapur aja bang." Balas Nazeera sengit.


"Bisa turun image aku, Zee kalau ke dapur."


"Bodo'. Emang tangan dan kaki ngak berfungsi?! Berfungsi kan?!"


"Sudahlah." Tamar berdiri.


Lebih baik aku pulang untuk istirahat.


"Kamu jangan terlalu lama larut dalam kesedihan. Abang gak suka." Tamar mengusap kepala adiknya sebelum pergi.


Bersambung...


.


.


.


Jika ada kesalahan dalam waktu, nama, tempat, pemeran. mohon dimaafkan yah. komen agar otor bisa tau kesalahannya dimana.


Yang lupa-lupa ingat, silahkan baca part sebelumnya yah..


Jan lupa tinggalkan jejak yah... Vote, like, and komen sangat perlu bagi penulis agar tak kendor up🤗🤗


Salam rindu dari Zee... Yang kangen angkat jari..💕💕💕

__ADS_1


SELAMAT MENANTI....!!!


jangan lupa untuk di Favoritkan dlu yah!


__ADS_2