Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Nasib Dedi


__ADS_3

Dedi nampak menyesal ke kamar Jaya tadi.


Jika aku tahu akan mendengar suara seperti itu, aku tak akan ke sana.


Sungut hati kecil sang asisten.


Jika dipikir-pikir, dirinya lah yang salah, mengapa harus jatuh cinta terhadap istri tuannya sendiri.


Tanpa pikir panjang, Dedi meraih kunci mobilnya dan pergi dari rumah ini. Sudah pasti hatinya akan panas jika dia berdiam diri di sana tanpa mengerjakan sesuatu. Toh juga pemakaman tuan Juventus telah usai.


Prak


Dedi menutup pintu mobil keras. Hingga membuat sang securty kaget.


"Hati-hati di jalan tuan." Ujar sang securty setelah membuka pagar.


Menjelang awal menuju malam, Dedi memilih duduk di sebuah club. Satu-satunya yang ingin dia lakukan ialah menghilangkan cinta bodoh yang ia rasakan.


glek glek glek


Segelas minuman langsung tandas begitu saja. Dedi hanya diam tanpa kata. Sambil terus menuangkan minuman di gelasnya, kemudian diteguk hingga tandas. Begitu terus hingga malam semakin larut.


"Apa salah gue? Gue jatuh cinta sama Nona..." Rancaunya.

__ADS_1


"Gue cinta sama istri sahabat gue sendiri."


"Anda sudah mabuk, tuan." Tegur seseorang.


Dedi memesan ruangan VIP di club tersebut, tentunya hanya ada dirinya dan juga wanita pesanannya.


"Jangan ikut campur!" Sarkas Dedi. Matanya sudah memerah.


^^^Buat apa juga gue di suruh ke sini hanya untuk menyaksiannya minum seorang diri?^^^


Sungut wanita berpakaian sexy.


"Rupanya dia korban percintaan. Chi. Menjijikan sekali, memelihara cinta." Wanta itu bergumam.


"Hust... Kita laksanakan tugas kita saja. Kita di sini kerja, bukan untuk menilai tuan kita." Tegur wanita yang satunya.


Dedi ingin menghilangkan rasa itu, tapi bagaimana caranya. Jika saja Jaya tidak kembali, dan benar-benar telah meninggal. Bisa saja Dedi memperjuangkan cintanya. Mengingat Tamar, nyali Dedi menciut. Apakah dia bisa mendapatan Nazeera jika Jaya benar-benar tiada? Sedangkan Tamar begitu posesif.


Dia juga tak ingin menjai bawahan yang menghianati tuannya sendiri. Cukuplah rasa ini dia tahu sendiri. Semoga setelah mabuk dan bermain perempuan, keesokannya akan dia lupakan permasalahannya seperti yang biasa terjadi padanya.


Pantas saja Ayu rela mencelakai sahabatnya sendiri. Jika hati telah rusak, maka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Dedi tak ingin seperti Ayu, berakhir di rumah sakit.


Aku sangat membenci penghianat. Batin Dedi. Dia tak ingin menjadi penghianat. Merebut istri atasan. Bukan karena dia bawahan, tapi karena rasa persaudaraan terhadap Jaya lebih besar daripda rasa cinta yang ia miliki terhdap Nazeera.

__ADS_1


Aku yakin, aku bisa melupakan nona Nazeera. Karena cintaku baru akan tumbuh. Dan akan mati bila di sirami oleh racun. Seringai Dedi.


"Tuan... Anda sangat tampan." Puji wanita di sebelah kanan Dedi ketika melihat senyumnya yang menawan.


Orang yang di puji hanya menatap kilas, kemudian dia memberikan kecupan ringan.


Wanita di sebelah kiri Dedi juga tak tinggal diam. Dia berusaha menggoda sang majikan.


Walau sudah berada di ruang VIP, musik masih menggelegar di pendengaran.


Dua wanita yang merasa Dedi sudah sangat mabuk, mereka bergegas membopong ke salah satu kamar yang telah di pesannya.


Ughh


Rintih salah satu wanita pesanan Dedi.


...****************...


Hai pemirsahhhh....


Bagi kalian yang sudah bingung akan alur ceritanya, silahkan di baca ulang yah...


Silahkan Like, favoritkan, dan juga komen.

__ADS_1


Green rindu kalian...


ig: greenteach21


__ADS_2