Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAB 89 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

Di rumah sakit, Nazeera sudah dirawat. Tapi masih belum sadar. Dedi menghubungi Tamar agar segera ke negara X.


Tamar tiba pada jam 1 dini hari. "Apa yang terjadi dengannya?"


"Maafkan saya tuan, saya tidak bisa menjaga nona Nazeera dengan baik."


"Gue bilang apa yang terjadi dengannya?" Bengis Tamar teriak.


Inilah yang aku takutkan jika Nona Nazeera kenapa-napa.


"Sebaiknya kita ke cafe rumah sakit ini, tuan. Biarkan Nona Nazeera beristrahat."


Apa yang dikatakan Dedi benar adanya, pikir Tamar.


"Baiklah." Ujarnya memdahului Dedi.


***


"Terimakasih..." Ucap Dedi memamerkan senyum manisnya pada pelayan.


Prak


Tamar memukul kepala Dedi jengah. "Kita ke sini bukan buat menggoda." Ketusnya.


Pelayan itu tersenyum menyaksikan Dedi, sedangkan Dedi hanya menampilkan senyum bodoh hingga pelayan itu pergi.


Tamar mengeluarkan beberapa lembar foto.


"Kenapa kau memegang tangan Nazeera, dan ini." Menunjuk foto Dedi menggandeng tangan Nazeera di sebuah reatoran. "Kau masuk memegang tangannya. Dan ini..." Menunjuk lavi selembar foto yang lain. "Kau keluar dalam keadaan Nazeera pingsan. Pengawal ku tak bisa masuk di ruangan dimana kau berada." Tutur Tamar menyelidik.


Tuh kan, gue juga bilang apa. Pasti akan seperti ini.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, tapi saya melakukan itu atas dasar perinta nona Nazeera sendiri. Dan yang membuat dia pingsan itu bukan karena diri ku. Melainkan...." Jelas Dedi ragu.


Tapi, bagaimana jika itu bukanlah tuan Jaya?


Batin Dedi masih memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu.


"Melainkan apa?" Tamar memicingkan mata penasaran.


"Melainkan kami melihat wajah yang mirip dengan tuan Jaya. Tapi miripnya hanya 50% saja kalau menurut saya tuan." Dedi ragu meyakinkan pada Tamar.


"Gue gak nanya pendapat lu." Sengit Tamar.


Duaarrrr


Nasib... Nasib...


Mendengar cerita Dedi, Tamar menghembuskan nafas berat.


"Tuan itu namanya Aldebaran. Dia adalah anak dari tuan Juventus yang baru saja kami menjalin kerja sama di bidang Fashion Wanita Muslimah." Dedi menelisik perubahan wajah dari Tamar.


"Saya sendiri juga bingung, melihat Tuan Aldebaran jika itu adalah tuan Jaya. Karena mulai dari perubahan sikap, penampilan, dan..." Dedi semakin mengecilkan suaranya di akhir.


"Dan sepertinya dia tidak mengenali kami. Padahal saya sangat merindukannya." Lanjutnya.


"Gue bilang, gue ngak nanya pendapat lu." Decak balas Tamar.


Gue juga merindukan lu, Zom.


Sesak batin Tamar.


Dedi jadi kikuk, mau ini dan itu malah selalu salak, eh maap maksudnya salah. Hehe.

__ADS_1


"Cari profil yang kau katakan Aldebaran itu, dan saya tidak mau tau, bsok pagi sudah harus ada." Tukas Tamar berdiri dari duduknya. Dia pergi tanpa pamit. Buat apa pamit, toh dia adalah bosnya.


Tamar melotot, sepertinya malam ini dia tak tidur hanya unfuk mencari profil Aldebaran.


Profil Aldebaran ada di tv dengan judul ikatan cinta. Cari aja noh tuan....


Lesuh diri Dedi.


"Sepertinya gue begadang lagi kan..." Kecewanya mengambil ponsel di saku celana.


"Tapi siapa sih sebenarnya dia? Apakah benar dia itu tuan Jaya? Tapi jika dia adalah tuan Jaya, mengapa tak mengenali kami. Tapi kata tuan Juventus, dia itu adalah anak nya, atau jangan-jangan tuan Jaya memiliki kembaran? Atau... Atau dia adalah arwah tuan Jaya hingga dia mirip tuan Jaya?" Dedi kaget sendiri dengan persepsinya.


Prak


Dedi menampar pipinya sendiri, "Tapi sakit." Ucapnya mengusap hasil tamparannya sensiri. Dia ingin menangis, tapi takut menangis dengan para pelayan yang masih berlalu-lalang.


Bersambung....


Maap kelamaan, hri ini aku dari RS (Rumah Sehat)... Etsss tapi bukan aku yg sakit yah, hanya jenguk spp doang...


skrg br free.. maaf yah br up... maap maap maap.


bsok jika like tembus 150, green bakal up. Jika tidak, green akan up jika mood saja..


jika ada yg mengganjal, tolong tanya otor yah 😆😆


TERIMAKASIH


ANDA PUAS, SAYA LEMAS...


HAPPY READING....

__ADS_1


__ADS_2