
Pagi telah tiba, Nazeera masih bermanjaan dibawah selimut dan kasurnya yang empuk setelah melakukan ibadah subuh.
Sedangkan, Tamar tidurnya baru nyenyak selepas subuh. Semalam dia tak bisa tidur karena adik kecilnya selalu saja bangun setiap kali melihat sang istri.
Mitha sudah melakukan aktivitasnya di dapur.
"Non, sebaiknya ngak usah masak. Aku takut non di marahi sama Tuan dan Nyonya." Tutur pelayan.
Sebelum membalas, Mitha tersenyum lembut. "Ngak apa-apa kali, Bik."
Lagian aku hanya sementara di sini. Aku tidak tahu nasib pernikahan ku kek gimana selanjutnya. Moga aja Tuhan membolakkan hatinya untuk ku.
"Non?" Bik Ita membuyarkan lamunan Mitha.
Mitha terbangun dari lamunannya, tapi tiba-tiba perutnya merasa mual. Ingin muntah di wastafel tapi tidak enak dengan para pelayan yang sedang memasak.
Uwek uwek
Mitha menutup mulutnya dengan tangan, kemudian dia berlari menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
"Non... Jangan lari...!!!" Teriak bik Ita khawatir.
Mitha tak peduli, dia melewati kedua mertuanya begitu saja yang berada di ruang tamu.
Prak
Mitha membuka pintu kasar membuat Tamar terbangun.
Chi.
"Dasar tak berguna! Mengganggu saja." Kesal Tamar, dia memparbaiki selimutnya.
Uwek uwek
Setelah perasaannya lebih baik, Mitha memegang kuat di wastafel. Tenaganya habis karena muntah.
Tamar yang mendengar rintihan Mitha di kamar mandi tak membuat hatinya luluh karena keegoisannya.
Itulah yang terjadi pada Mitha selama proses kehamilannya yang di sebut Morning Sickness.
"Mitha... Kamu baik-baik saja kan?" Raha menerobos ke dalam kamar anaknya karena khawatir.
Mitha menoleh, "Bunda... Aku gak apa-apa, bun."
__ADS_1
Raha membantu Mitha keluar dari kamar mandi.
"Jadi anak ini sudah pulang?" Tanya Raha melihat Tamar tertidur.
Mitha mengangguk sebagai jawaban. "Jam berapa dia pulang?"
"Aku ngak tau bun, soalnya Mitha ngak lihat jam."
Raha menghampiri Tamar. "Bang... Bangun...!!"
Tamar hanya menggeliat. "Ini anak... Masih aja sama, susah banget di bangunin." Gerutu Raha atas sikap sang anak.
Tok tok tok
Raha dan Mitha menoleh ke asal suara.
"Bundaaaaaa..." Seru Nazeera menghampiri Raha.
"Zee... Kapan kamu datang Nak!" Raha memeluk Nazeera.
"Semalam bun sama bang Tamar." Nazeera melepaskan pelukannya.
"Kakak ipar... Kamu apa kabar?" Nazeera terkekeh geli memanggil Mitha dengan sebutan kakak. Dia sendiri bertanya-tanya, bagaimana kabar Ayu yah?
"Yasudah, kita sarapan. Mitha, bangunin suami mu yah?!" Seru Raha kemudian menggandeng tangan Nazeera agar keluar untuk melepas rindu.
***
"Zee? Kamu baik-baik aja kan?" Cemas Raha. Dia takut jika melihat kemesraan antara Mitha dan Tamar, Nazeera juga akan mengingat Jaya.
Nazeera mengangguk sangat yakin. Dia sudah punya pelampiasan rindu, dia sudah memeluk seseorang. Meskipun hanya kemiripan saja. Dia akan mencari sendiri buktinya, bahwa Al adalah Jaya. Hatinya sangat kuat untuk mencaritahu kebenarannya lagi.
"Zee..." Tegur Mise saat melihat dua wanita menuruni anak tangga. "Kapan kamu datang, Nak?"
"Ayah..." Nazeera ikut bergabung di ruang tamu.
"Semalam ayah." Jawabnya memeluk Mise.
***
Di dalam kamar, Mitha bingung bagaimana cara membangunakan Tamar.
"Mas..." Ucap Mitha. Dia tak berani menyentuh Tamar.
__ADS_1
"Kok gue dag-dig-dug yah. Padahal kan bukan mayat yang gue bangunin." Gumamnya memegang dada.
Dengan keberanian yang besar, Mitha menoel pipi Tamar.
"Mas..." Bisik Mitha.
Tamar menggeliat, menangkap tubuh kemudian di jadikan sebagai bantal guling.
Hup
Mitha langsung menahan napasnya. Jantungnya berdegup kencang. Apakah Tamar sadar bahwa dia telah memeluk Mitha?
Tamar memperbaiki posisi gulingnya, mencari posisi yang nyaman di peluk. Tapi tunggu. Tamar memegang kembali sebuah benda kenyal. Apa itu?! Karena penasaran, Tamar menekan kembali benda kenyal itu, lama dia bermain tapi tak bisa menjawab apa itu.
Dengan rasa kantuk yang masih berat, Tamar membuka mata. Dia melihat Mitha menutup mata, seakan menahan sesuatu. Tamar tersenyum devil.
Berarti, dia masih mengira aku tidur.
Tamar melihat tangannya sendiri, oh tidak. Tangannya sedari tadi bermain di area dada Mitha.
Pantesan aja nikmat dan kenyal.
Tamar merasakan dalam tubuhnya ada yang aneh. Oh, nyatanya adik kecil Tamar terbangun lagi.
Semalam aku berusaha menahan hasrat hingga tak tidur sampai fajar, apakah sekarang aku harus menahan lagi? Oh sial.
Tamar menatap wajah Mitha.
Deg
Mata mereka bertemu. Dan jeng jeng jeng.....
Bersambung....
Halo kak, jan lupa VOTE LIKE DAN KOMEN YAH.
Green ingatkan kembali yah pada beliau agar DM di ig otor... @Greentrach21
Ayo tinggalkan jejak kalian, jan sampai kalian pemenang selanjutnya....
Vote seninnya mana?
__ADS_1
Bantu Green donk buat rate bagi yang belum... Like and komen jan lupa yah... 💕💕