Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Es Krim


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


Halo pembaca setia Ditinggal Nikah, selamat membaca.β€πŸ’“


Ketika hidup memberimu seratus alasan untuk sedih dan menangis, perlihatkan pada hidup bahwa kamu memiliki sejuta alasan untuk tersenyum dan tertawa.


.


.


.


.


***


Saat Nazeera tiba di butik, dia berjalan menuju ruangannya. Suasana hatinya lebih baik dari sebelumnya. Dia senyum-senyum sendiri jika mengingat keadaan Mita dan Miko.


Nazeera berjalan menuju para karyawan. Dia juga ikut berpartisipasi dalam melayani. Tak lama kemudian, gadget miliknya berbunyi.


'Balon ku ada lima, rupa-rupa warnanya.' Nada dering khusus panggilan Jaya.


Wanita itu izin untuk mengangkat telepon pada customernya lalu menggeser warna hijau depan layar, "Halo, ada apa?" Ucapnya meletakkan handphone di dekat telinganya.


"Kamu dari mana? Mengapa hp mu meninggal dari tadi?" Ucap Jaya kesal.


"Helloooo. Mati bukan meninggal. Ada apa kamu menghubungiku." Ucap Nazeera pura-pura lupa.


"Usiamu berapa sekarang? Kenapa tiba-tiba linglung?"


Nazeera tiba-tiba diam setelah Jaya bertanya tentang umur. Canda yang Jaya lontarkan membuat wanita itu mengingat saat hari ulang tahun Nazeera yang ke 21 tahun.


Rupanya itu adalah perayaan yang terakhirku bersamanya. Batin Nazeera mendesah.


Tidak ada balasan dari Nazeera membuat Jaya bertanya, "Halo, susu Zee. Kamu masih ada kan?"


"Hmm." Balasnya singkat.


"Kamu balik kanan sekarang." Titah Jaya.


Nezeera mengikuti perintah Jaya. Saat berbaik, dia melihat seorang lelaki yang bertubuh besar dan tinggi, alisnya tebal, badannya kekar, senyumnya menawan.


Nazeera mematikan panggilannya saat melihat seseorang di depannya. "Jay, kenapa kamu ngak ngomong aja dari tadi kalau kamu sudah ada di sini." Ucap Nazeera berjalan ke arah Jaya.


"Tadi kenapa hp mu mati?" Tanya Jaya.


"Lowbatt." Sangkalnya singkat.


"Yasudah, terserah kamu." Ucap Jaya meletakkan gadgetnya di saku celana.


"Kamu sudah lama di sini?" Tanyanya

__ADS_1


"Hari ini hari kedua, kamu ikut aku sekarang." Ucap Jaya menarik tangan Nazeera.


Wanita itu hanya mendengus kesal pertanyaannya tidak di jawab oleh Jaya. Apalagi saat Jaya menarik tangannya. "Jay, kita mau kemana?" Tanya Nazeera.


"Kantor." Balas Jaya.


"Jay, aku sedang melayani customer."


"Iya aku liat. Aku sudah menyuruh asistem mu tadi."


"Di sini yang bos aku atau kamu. Kenapa kamu yang menyuruh."


Jaya tidak mengubris ucapan Nazeera. Dia hanya berjalan menuju parkiran. Wanita itu hanya diam mengikuti langkah kaki Jaya. Entah apa yang membuatnya begitu menurut meskipun sangat kesal padanya.


Di dalam mobil, Nazeera hanya diam. Jaya sekali-kali melirik ke arah wanita yang ada di dekatnya.


"Muka nya jangan di tekuk gitu."


"Jay. Kenapa harus ikut ke kantor mu?"


"Kamu masih lupa dengan perjanjian kita? Ini aja kamu korupsi setengah hari." Ucap Jaya fokus menyetir.


"Korupsi...!!! Korupsi waktu? OMG kamu makhluk apa ngeselin banget tau ngak." Ucap Nazeera kesal memukul tengan Jaya.


Jaya tersenyum mendengar omelan Nazeera, "Nyeselin tapi sayang kan?"


"Iya. Sayang. Sayang banget untuk di pelihara." Celetuk Nazeera.


"Mau es krim ngak? Di depan sana ada penjual." Ucap Jaya menawarkan.


Nazeera menganggukan kepalanya tanpa menatap. Setelah sampai di tempat tujuan, Jaya turun dari mobil. "Kamu tunggu saja di sini, biar aku yang masuk." Ucapnya keluar dari mobil.


Saat Jaya keluar, Nazeera menurunkan jendela mobil, "Jay, es krim rasa ayam goreng." Pesan Nazeera dengan candanya.


Jaya tidak merespon ucapan Nazeera dia hanya berjalan. Sudah cukup lama Nazeera menunggu, dia memainkan gadged miliknya.


Terdapat panggilan tak terjawab dari nomor baru. Dia tidak mengambil pusing tentang nomor baru tersebut. Wanita itu hanya membuka pesan dari langganannya.


Tok Tok Tok


Nazeera menoleh saat jendela mobil di ketuk. Wanita itu menurunkan jendela mobil. "Jay, kenapa lama banget? Kamu beli semua es krim di dalam?" Kesal Nazeera.


Jaya menyodorkan sesuatu pada Nazeera lewat jendela. "Nih pesanannya Nyonya."


Nazeera bingung melihat apa yang baru saja Jaya berikan kepadanya. "Es krim ku mana?" Tanyanya.


Jaya sudah duduk di kursi kemudi. Dia menyalakan mobilnya menuju kantor. "Es krim mu sudah ada di tanganmu. Kenapa nanya lagi."


Mobil telah berlalu meninggalkan tempat tadi. Nazeera kembali melihat bungkusan yang di berikan oleh Jaya. "Jay!!! Dosa ngak yah kalau aku bunuh kamu saja?"


"Kenapa kamu mau bunuh aku? Di tangan mu ada es dan juga krim. Aku tadi cari krim ayam goreng tapi ngak ada, jadi yah krim itu aja. Makanya aku juga lama." Ucap Jaya menjelaskan.

__ADS_1


Tangan Nazeera sangat kedinginan memegang es. Dia melempar es itu ke belakang kursinya.


Jaya menepikan mobilnya, "Kenapa di lempar kesana? Kursinya basah." Ucap Jaya mengambil sesuatu yang dilempar oleh Nazeera.


Jaya sudah duduk dengan baik, dia memegang es lalu meletakkan di tangan Nazeera. "Jay!!! Aku juga bisa basah." Pekik Nazeera.


Jaya sangat tertawa, hal yang sangat ingin dilakukan sedari dulu sekarang sudah terwujud. Dulu saat ingin mendekati Nazeera, dia sudah mengetahui jika wanita itu telah memiliki kekasih. Hingga mendengar kabar pernikahan Akhyar, barulah dia berani mendekati Nazeera.


Sebelum Jaya menyalakan mobil, Nazeera kembali berulah. Wanita itu duduk menghadap menghadap ke Jaya. Dia mengambil es lalu kedua tangannya memegang wajah Jaya. Dia menempelkan es di wajahnya.


"Susu Zee, bentar aku flu." Ucapnya saat wajahnya terasa dingin.


"Ini rasakan ini. Hahaha" Ucap Nazera mengambil beberapa es lagi lalu menaruhnya di atas kepala Jaya.


Jaya tidak mau kalah. Dia juga melakukan hal yang sama, mulai dari memberikan es di wajah maupun kepala Nazeera. Mereka melakukan secara berulang-ulang hingga es itu benar-benar mencair. Mereka tertawa bersama.


"Gimana nih Jay, berasa kita di dari pantai. Pasirnya aja yang ngak ada." Ucapnya tertawa.


Nazeera menggigil, tangannya sudah sangat pucat, rambutnya basah dan berantakan. Begitu pula dengan Jaya.


""Ada kok, tanah pun jadi. Emang kamu mau aku ambilkan?"


Nazeera memukul lengan Jaya hingga mengaduh. "Becanda Zee." Ucapnya terkekeh.


Jaya turun dari mobil mengambil baju di job bagian belakang. Setelah itu, dia masuk kedalam mobil lalu mengganti bajunya di depan Nazeera.


"Jay, apa-apaan sih kamu." Ucap Nazeera menutup wajahnya.


"Lumayan, dapat yang gratisan Zee. Udah di depan mata nih." Goda Jaya.


"JAYA BURONAN...!!!" Ucapnya geram.


Bersambung...


.


.


.


Jangan lupa beri author semangat yah pembaca setia Ditinggal Nikah, dan juga jejak berupa like dan komen.


Aku padamu^_^.


Natizen : Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! emangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!!


Author : Loe lebih semangat dari yang gue kira. Mkasi yeehhh.


Natizen : Itu untuk Nazeera dan Jaya. Semngat untuk Nazeera main es nya.. uuwwuuuhhh.


Author :πŸ˜¦πŸ˜ΆπŸ˜•

__ADS_1


__ADS_2