
"Nona... Sampaikan salam ku terhadap nyonya dan tuan besar." Ucap Dedi.
Nazeera sudah bersiap memasuki bandara.
"Apa gunanya ponsel mu itu?" Nazeera malas berbicara sama Dedi. "Aku bukan pesan suara yang menyampaikan pesan pada orang." Ketusnya melenggang pergi.
Sabar Ded, sabar yah hati, sabar yah jantung... Biarkan Allah yang membalas.
Intinya, jika Dedi bersama Nazeera, dia harus banyak-banyak mengorbankan perasaan. Padahal maksud dan niat Dedi baik, kenapa jawaban Nazeera sangat menjengkelkan.
Apakah jiwa nona saat menjadi jader hingga saat ini jadi koslet yah? Apapun yang aku lakukan dan aku ucap selalu saja salah. Hemm... Tapi ada apa yah kenapa tuan Tamar ingin nona Nazeera kembali ke tanah air.
Dedi menatap punggung wanita itu hingga tak terlihat.
"Ahhh, kenapa juga seperti ini? Inikan urusan pribadinya mereka." Dedi bergumam meninggalkan bandara.
***
Nazeera duduk dengan tenang di atas pesawat. Ingatan tentang Aldebaran dan Jaya kembali tergiang.
"Dua wajah, beda sifat. Apa jangan-jangan dia adalah kembaran Jaya? Tapi... Bukannya kata bang Tamar manusia itu memiliki 7 kembaran yah di dunia." Nazeera menimang-nimang pikirannya sendiri.
Tring
Nada pesan Nazeera saat ingin mematikan ponselnya.
Cepatlah kembali, aku ingin memberi mu kejutan.
Isi pesan dari Tamar.
Di kantor Mise Grup, dua orang tampak mempersiapkan sesuatu.
"Bagaimana menurut mu? Jika Nazeera datang, apakah dia akan percaya?"
__ADS_1
"Apakah anda bahagia, tuan?" Tanya Alber hati-hati.
"Ekhem... Saya juga tidak tahu apakah saya bahagia atau tidak, yang saya tahu saya sangat bahagia mendengar kabarnya."
Anda sudah jatuh cinta tuan.
"Bagaimana dengan kontrak pernikahan anda tuan? Apakah..."
"Saya juga tidak tahu Al, saya hanya memperbaiki kesalahan yang pernah saya lakukan padanya."
Alber manggut mengerti, "Saya hanya bertanggung jawab. Rasa bersalah ku padanya sudah tidak ada lagi padanya. Untuk apa juga saya seperti ini?" Tamar menggaruk kepalanya kasar, dia sudah beberapa hari tidak pulang ke mansion.
"Yasudah tuan, sekarang waktunya makan siang."
Tamar mengangguk. Dua pria menuju restoran, dimana mereka biasa menghabiskan makan siangnya.
***
Hari telah berganti malam. Tamar masih berkutat dengan laptop di depannya.
Tamar mendongak, pria itu melirik pada jam di dinding.
Tik tik tik
Suara detak jarum itu terlalu cepat.
"Apakah perjaan ku terlalu banyak hingga malam pun aku sudah lupa?"
Bukan pekerjaan yang banyak tuan, tapi Anda sendirilah yang menyibukkan diri.
"Jam berapa Nazeera tiba?" Tanya Tamar.
"Mungkin saja sekitar jam 11 malam, tuan." Alber melihat jam di pergelangan tangannya.
__ADS_1
Tamar menghembuskan nafas kasar, dia sendiri enggang untuk pulang.
"Kalau begitu, tunggu saja sampai Nazeera tiba di bandara."
Alber mengerti makaud ruannya, itu artinya, Tamar ingin menhemput adiknya sendiri.
"Baiklah tuan, saya permisi dulu." Tutur Alber sopan.
"Oia, bagaimana dengan wanita itu?" Tamar tiba-tiba teringat seorang wanita yang sudah lama ia sekap.
"Tidak ada tanda-tanda orang yang datang padanya, tuan. Dan juga Franky, saya sudah melenyapkannya sesuai perintah tuan." Jelas Alber.
"Bagus." Senyum senang terbit di wajahnya. "Apakah aku harus menghabisi wanita itu juga?" Tanya Tamar meminta saran.
"Kalau menurut saya tuan, sebaiknya jangan dulu. Mungkin saja seseorang masih mengintai kita."
"Kita sudah lama menyekap dirinya Al, bagaimana pun juga, dia adalah wanita yang pernah hadir dalam diri ku. Tapi... Perbuatannya sangat tak bisa untuk ku maafkan, karena dirinya, saya..." Tamar menjeda ucapannya. Dia melirik Alber yang masih setia ladanya.
"Kenapa saya jadi curhat." Gumamnya kesal. Dia melempar pulpen di wajah Alber.
"Berhenti memasang wajah seperti itu!" Hardiknya.
Alber diam saja, dia bingung. Padahal sedari tadi juga wajahnya seperti itu.
"Ekhem... Saya ingin melkukan kerja sama dengan tuan Juventus."
Bersambung....
Hai kak.... maaf terlambat... jan lupa VOTE LIKE DAN KIMEN.
terselah... mau ngasih apa ngak, aku mah apa atuhh... cmn hiburan kalian doang, baca krya otor yang aneh ini. Tapi jempol pada gak gercep..
SUDAHLAH!!!
__ADS_1
Sebenarnya aku kecewa, pembaca ku kmrin banya, tapi jempol yang kudapat hanya segope... apalagi rate...
Ayo yg belum rate silahkan di rate yah.. Rate bintang lima nya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜