
Ya! Persahabatan dengan Nazeera sudah mulai renggang dan kaku saat bertemu. Harus bagaimana sekarang? Posisinya! Posisinya sedang berada dalam pilihan. Mungkin setelah dia tiada akan lebih baik. Akhyar bisa kembali dengan Nazeera dan tidak ada lagi kata benci yang tertanam diantara persahabatan ini.
Desah pikiran Maya, bagaimana caranya agar bisa menjadi seperti dulu. Haruskah dia menyusul Juan yang telah tiada? Atau membiarkan takdir ini berjalan.
Dunia sungguh kejam. Maya hanya bisa berkeluh kesah dalam diamnya. Berulang kali membayangkan Juan hadir dalam hidupnya.
Lama berdiam diri, Maya melangkah menuju lift. Seseorang tak sengaja melihat raut wajah Maya yang sedang tak sehat dan tak bersahabat.
Mau kemana Maya berjalan seperti mayat hidup. Batin wanita itu.
Dia melihat Maya masuk ke dalam lift, wanita itupun juga mengikutinya.
Hah? Lantai 30? Kenapa dia ke sana? Bukankah itu adalah..... Oh tidak, jangan-jangan.
Wanita itu tampak khawatir, dia memencet tombol lift. Berulang kali dia menekan tombol tersebut tetapi belum juga terbuka.
Wanita itu berlari menyusuri tangga, suara hentakan sepatu tak lagi dia pedulikan. Banyak orang yang memperhatikannya, namun wanita itu hanya acuh.
Hosh hosh hosh
Wanita itu menggebu khawatir, lelah yang dia rasakan. Namun dia harus mengejar Maya.
"Jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!" Teriak wanita itu saat berada di mana Maya berada.
Maya menoleh kebelakang. "Ayu!" Lirih Maya.
"Apa yang kau lakukan di atas sana?" Ayu berteriak.
Maya hanya menatapnya sedih, "Aku memang membenci mu, tetapi tidak menginginkan kamu mati karena bunuh diri. Aku memang menginginkan kamu mati, tetapi tidak dengan cara ini." Ayu terus berteriak, berharap Maya tidak melakukan hal-hal di luar akal normal.
"Aku benci hidup ku, Yu! Aku benci! Rasanya takdir ini sedang mempermainkan ku." Lirih Maya.
"Mungkin kamu tahu mengapa dia menikahi ku. Kalau aku tiada, sahabat ku dan juga orang yang pernah aku cintai bisa bersatu lagi." Tutur Maya meneteskan air mata.
"Tidak, May. Kamu harus hidup!" Seru Ayu.
"Kebahagiaan apa yang bisa aku dapatkan jika aku hidup? Mereka hanya mengasihani ku saat mas Juan telah pergi." Maya diam sejenak. Rasanya sangat menyakitkan.
"Kau tahu? Aku memiliki Akhyar, tetapi tidak dengan hatinya." Lanjut Maya.
"Lalu bagaimana dengan dirimu?" Tanya Ayu.
Maya terdiam, "Mengapa kamu diam? Bukankah kamu juga sama seperti Akhyar? Kamu memiliki tubuhnya tetapi tidak dengan hatinya. Pernikahan kalian terjadi karena sebuah alasan. Dan aku sudah mengetahuinya dari Tamar."
"Kau sangat egois, May. Kau ingin memiliki dua cinta lelaki sekaligus. Biarkanlah waktu akan menjawab tentang bagaimana cinta itu tumbuh." Tuduh Ayu.
"Itu urusan hati, Yu."
"Kau sudah sangat gila! Kau menimbulkan sebuah masalah lalu kau ingin mengakhirinya dengan bunuh diri. Sungguh, itu bukanlah sebuah solusi." Tutur Ayu mengingatkan.
Maya menatap Ayu dengan tatapan datar, "Aku mohon jangan merencanakan ini, May. Sadarlah. Kamu hanya tambah menyusahkan hidupmu." Ayu masih saja berbicara.
"Seharusnya kau bahagia Yu saat aku tiada. Sahabatmu akan kembali kepada cintanya." Jelas Maya.
"Kamu salah!" Ayu masih saja menjelaskan.
"Aku mohon, jangan lakukan ini. Jika kamu pergi, bukan cuman keluargamu yang merasa kehilangan. Tetapi keluarga dari Akhyar juga akan merasa kehilangan. Bukankah kau juga sangat mencintai bunda Akhyar?! Dia sangat menyayangi mu. Kamu jangan egois dengan ingin mengakhiri hidup."
__ADS_1
Sisa dua langkah lagi Ayu berada di dekat Maya. "Jangan mendekat, aku bilang jangan mendekat!" Tegas Maya.
"Kalau kamu melangkah lagi maka aku tak akan segan-segan untuk melompat."
"May, dengarkan aku dulu. Kamu jangan mati dulu." Teriak keras Ayu.
"Aku bilang berhenti. Hikz hikz. Berhenti, Yu. Aku beneran akan melompat."
"Hahaha, mau melompat saja pakai drama." Ucap suara pria.
Maya dan Ayu sama-sama mengalikan pandangannya.
"Jaya?!" Ucap mereka bersamaan.
"Kalau mau melompat tidak usah pakai drama!" Jaya mengejek.
Maya melihat ke arah bawah, jantungnya berdebar takut. Lalu kembali melihat dua manusia di hadapannya. Maya berdiri di atas pinggiran bangunan tertinggi di hotel itu.
"Dari mana kamu tahu kalau mereka di sini, Jaya?" Tanya Akhyar yang datang dari belakang.
"Emang apa yang tidak aku ketahui di tempat aku sendiri?" Tutur Jaya.
"Jadi ini adalah punyamu?" Tanya Ayu pura-pura bodoh.
Perfect. Batin Ayu tersenyum.
Jaya hanya menatapnya tanpa menjawab.
Dasar sombong! Cibir Ayu.
Akhyar baru saja tiba karena di telepon oleh Ayu.
"Kamu jangan mempermalukan diri ku dan keluarga ku. Sebentar lagi pernikahan akan segera berlangsung. Undangan sudah di sebar."
"Jadi kamu hanya memohon untuk harga diri kamu sendiri?" Maya sedih.
"Ti-tidak. Maksud aku, okay. Begini saja, aku mohon sama kamu. Aku tahu kamu pernah mencintaiku hingga tak butuh waktu lagi untuk mencintai ku di saat Juan telah pergi. Tapi, berikan aku kesempatan untuk mencintai mu juga. Jangan lakukan hal konyol, kamu jaga apa yang telah ada pada dirimu sendiri."
Harus kalimat apalagi yang Akhyar akan ucapkan? Memohon? Sekarang dia sudah memohon, ataukah membohongi hatinya bahwa dia mencintai Maya? Tapi bagaimanapun pasti akan dia tahu kalau Akhyar hanya berbohong!
"Sekarang aku sudah bertanggung jawab. Lalu apa lagi yang kau inginkan? Jika cinta yang kamu inginkan, maka ajari aku untuk mencintai mu dan jangan pernah berharap untuk aku melupakan Nazeera, aku sangat menyayanginya, kenangan ku bersamanya akan selalu tertanam di hati ku."
Hikz hikz hikz
Maya melihat tangan Akhyar yang ingin menggapainya, tangannya penuh dengan luka.
"Jangan mendekaaaaaat. Aku bilang jangan mendekat."
Hikz hikz hikz
"Bagaimana kamu bisa mencintai ku? Sedangkan kamu menutupi hatimu dengan satu nama! Aku benci hidup ku, mengapa takdir ku sedang mempermainkan ku."
Jaya dan Ayu hanya menyaksikan, tetapi timbul di dalam hatinya ketegangan.
Bagaimana kalau misalnya Maya benar-benar nekat untuk melompat dari lantai ini? Oh tidak! Lantai 30. Mungkin akan hancur tak terbentuk lagi jika dia benar-benar melompat.
"May, ingat dirimu. Di dalam dirimu ada seseorang yang perlu kamu selamatkan." Seru Ayu.
__ADS_1
Jaya dan Akhyar menoleh kepada Ayu, kenapa dia bisa tahu? Batin Akhyar.
Kemudian Akhyar menoleh lagi ke arah Maya. "Benar yang dikatakan oleh Ayu, May. Sekarang turun yah? Aku minta maaf karena mengacuhkan mu. Aku berjanji untuk mencintai mu. Tetapi jangan memaksa ku."
Jaya sudah benar-benar bosan dengan drama ini, tatapan malas dan dinginnya muncul saat bocah-bocah itu memainkan perannya secara langsung.
"Kalau kau tak mau turun, maka aku akan mendorong mu dari gedung ini!" Seru Jaya kesal.
Akhyar jengkel, bagaimana dia bisa berbicara seperti ini? Dimana akal sehatnya.
"Maaaaaaaaaayaaaaaaa! Tidaaak!" Teriak Ayu.
Bersambung...
.
.
.
Halo gess, maap yah yang menunggu DN crazy up tapi lambat.
Jadi gini tadi itu udah nulis, tapi panggilan mendesak dari keluarga. jadi harus memenuhi dulu yang utama, bukan berarti readers yang terakhir yah? ngak kok kamu cuman jadi yang kedua diantara yang terakhir๐
hari ini itu aku lagi kesel, aku di suruh ke RS untuk temenin SPP aku yg lagi bersalin. jadi nulisnya cumn nyicil. itupun harus dengan jiwa yang ngeeehhh supaya mendalaminya karakter dari tokoh.
tau2nya.. aku ngetik udah 2000 an kata lebih, trs aku salin. ehhh kepencet, jadinya 800 kata yang udah aku blok ilang.
jadinya yah nulis lagi๐ช๐ช๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
aduhhhh, nih otak dan jempol ngak tau. mungkin udah ajak gelut kali yah๐ค
TERIMAKASIH yang sudah menanti DN, maap yah curhatnya banyak. Supaya tizen tau kalau aku bener2 sakit ati nulis cerita ni dua kali๐ญ.
Jan lupa VOTE, LIKE, AND KOMEN.
Natizen: Thor, emg kamu yang mau lahiran sampai nyuri waktu segala tuk nulis?
otor: ehh lu itu udah syukur gue up hari ini dua Pepsodent sebelum jam 12 mlm. itung2 kan juga hari ini masih hari Minggu kan?
Tizen: ๐ฃ๐ฃ
otor: Gue hari ini bener2 belain elu dodol, takut kualat gue ngelanggar janji crazy up..
nanti pembaca gue kabur. padahal situasi gue saat ini bener2 antara hidup dan mati.
tizen: emang elu yang mau lahiran? antara hidup dan mati segala.
otor: Bukan sih, soalnya dia yang aku liat lahiran, aku yang mau mati
tizen: knp?
otor:eh lu tuh udh ngak bener, gue kasihan sm spp gue. gue yang mau mati liatnya๐ช๐ช๐ช
ikutin IG ku supaya tau jadwal up nya
'Greenteach21' yah
__ADS_1
SELAMAT MENANTI ๐๐๐