Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Live di Cafe


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Halo sahabat setia Ditinggal Nikah πŸ€—πŸ€—. Bagaimana kabar hari ini? Kuharap pandemi cepat berlaluπŸ˜ŠπŸ€—.


SELAMAT MEMBACA...........


Mentari akan senantiasa terbit dari arah timur. Teman sejati pun akan senantiasa menghibur, marilah kawan bergegas bangun dari tidur lelapmu jangan sampai pagimu didahului oleh kumandang adzan dzuhur.


.


.


.


***


Setelah kepergian Nazeera, Ayu menuju meja yang selalu memperhatikan mereka tadi.


Ayu duduk di dekat wanita itu tanpa dipersilahkan. "Ada apa kamu selalu melihat kami?"


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihat sampai di mana ketegaran Nazeera di saat-saat melihat kami. Aku tidak ingin jika suatu saat nanti setelah kami menikah akan ada pihak ketiga."


Ayu mencibir, dia tersenyum mengejek. "Bahkan persahabatan tak ternilai di mata mu hanya karena sebuah nafsuh, May."


"Yu, andaikan jika kamu di posisi ku, apa yang akan kamu lakukan? Sekarang aku merasa hina setelah kepergian Mas Juan." Maya mulai menangis.


Ayu mencermati maksud dari perkataan Maya. Dia mengerutkan keningnya, Jika seorang penculik pandai menculik di antara kami, bersilat lidah tidak salah hanya untuk melindung diri.


"Jika aku di posisi mu maka aku akan mempertahankan persahabatan daripada sebuah ke egoisan yang akan di sesali kemudian hari." Ayu melantangkan suaranya.


Maya hanya menangis, tidak menanggapi pertanyaan dari Ayu.


"Simpan semua air mata mu itu dalam rumah tangga mu. Ku yakin kamu akan membutuhkannya. Karena badai akan selalu datang."


Maya mendongak menatap Ayu. "Apakah kamu juga membenciku?" Tanyanya menghapus air mata di pipinya.


"Kalau aku benci atau pun ngak, niat mu untuk memiliki Akhyar tidak akan berubah."


"Yu, mengertilah akan keadaan yang ku alami. Ku mohon jangan membenciku." Maya memegang tangan Ayu.


Ayu menepis tangan Maya, "Kamu yang seharusnya mengerti. Mengapa kamu tega menyakiti dia yang telah berhutang budi sama kamu."


Maya menarik nafas yang panjang, menghembuskan secara pelan. Dia bersandar di kursi.


"Mengapa kamu melakukan ini? Hah." Tanya Ayu mulai berteriak karena emosi.


Semua yang ada di cafe memperhatikan mereka.


"It-itu, itu karena........" Maya menghentikan ucapannya. Dia menunduk menangis sesenggukan.

__ADS_1


"MAYA." Geram Ayu, karena menunggu jawaban tetapi hanya isakan yang dia dapat.


Maya tersentak kaget dengan suara Ayu, "Itu karena kamu adalah pelakor." Tuduh Ayu melipat kedua tangannya di depan dada.


Ingin aku katakan semuanya, ingin aku berteriak juga di depan kalian bahwa yang kalian tuduhkan adalah salah. Tapi cepat atau lambat, kalian juga akan mengetahuinya. Batin Maya.


Lagi-lagi Ayu hanya mencibir, menatap tajam ke arah Maya.


"Jangan jual kepercayaan dengan air mata. Tidak akan ada gunanya." Ejeknya.


"Ternyata kamu tidak lebih dari berita-berita di dunia maya, yang mengambil pacar orang. Mungkin saja hanya kesialan pada namamu itu berimbas ke Nazeera." Ayu tertawa, tetapi tertawa yang menakutkan bagi Maya.


"Maya... Maya... Maya." Berulang kali Ayu sebutkan.


"Dunia maya dan nama mu memiliki kesan yang dramatis. Kamu tonton dari mana hingga rencanamu menjadi pelakor berjalan mulus hingga ke pelaminan?! Yang pastinya kamu nonton di dunia maya. Hahaha." Ayu menekankan kata pelakor.


Maya yang sudah tidak kuat mendengar ucapan Ayu. Dia menggebrak meja.


"APA?" Teriaknya sekali lagi. Dia mencondongkan wajahnya ke arah Maya.


"Kenapa kamu selalu membelanya, sedangkan aku tau kamu juga menyukai Akhyar sedari dulu." Ucap Maya tak kalah gertak.


Praakkk


Satu tamparan di pipi Maya.


Maya memegang pipinya, "Aku pikir, kamu akan mengerti jika di posisi ku. Tapi ternyata aku salah."


"Tapi sayang, sekarang aku tidak berada di posisi mu. Berhenti untuk berandai-andai."


Ayu berdiri mengambil tasnya, sebelum dia pergi, dia kembali berkata, "Sakit mencintai seseorang tetapi tidak dicintai. Namun, lebih sakit lagi jika memiliki tubuhnya sedangkan hatinya masih milik orang lain."


Maya diam tak bersuara. "Aku undang kalian di acara pernikahan ku dan Akhyar." Ucap Maya memberanikan diri.


Ayu kembali mendekati Maya.


Praakkk


Satu tamparan lagi-lagi mendarat di pipinya.


"Itu tamparan sebagai hadiah ku untuk kalian."


Praakkk


"Itu tamparan sebagai perwakilan sakit hati Nazeera."


Dia ingin menampar Maya lagi tapi tangannya ditahan oleh seseorang.


"Kenapa kamu meluapkan semua emosi mu padanya? Sedangkan ini juga murni atas kemauan ku." Ucap Akhyar.

__ADS_1


Maya menjadi senang karena Akhyar membelanya, Terimakasih karena kamu masih peduli.


Ayu menarik tangannya kasar. "Kalau begitu kalian adalah PENGKHIANAT."


Ayu mengambil minuman Maya, lalu menyiramnya ke wajah Akhyar. Dia menyimpan kembali gelas yang sudah kosong.


"Itu adalah ucapan selamat karena berhasil mengkhianati Nazeera."


Akhyar tak bergeming, dia hanya menatap Ayu datar tak terbaca.


Praakkk


Ayu menampar pipi Akhyar.


"Itu adalah hadiah kami."


Ayu pergi setelah mengeluarkan semua uneg-uneg nya.


Keadaan di cafe menjadi hening. Tontonan tampar-tampar telah di saksikan oleh banyak orang. Mungkin itu adalah adegan gratis secara live.


"Kalian lanjutkan urusan masing-masing. Acaranya telah selesai." Ucap Akhyar membuyarkan keheningan.


Semua pengunjung menjadi bersuara. Banyak yang berbisik-bisik. Maya masih saja diam menatap Akhyar yang sudah basah dengan bekas minumannya.


"Jika kamu masih mau di sini, untuk apa kamu suruh jemput diri mu?" Ucapnya dingin lalu melangkah pergi.


"Ya, tunggu." Teriak Maya dari belakang karena tidak bisa mengimbangi langkah Akhyar.


Seharusnya aku sudah tau dia akan bersikap dingin. Tapi kenapa tadi dia melindungi ku. Tanya Maya pada batinnya.


Bersambung...


.


.


.


Bersambung coyyy. sampai sini dulu yahπŸ˜‚πŸ˜‚ moga besok semangat up lagi.


Ayoo buruan tinggalkan jejak berupa VOTE, LIKE dan KOMENNYA.


Aku padamuπŸ€—πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜…πŸ˜…


Jan bosen2 yeaah ma Nazeera.😣😣😣


ayo vote dan komen sebanyak2nya.


SELAMAT MENANTI!!!

__ADS_1


__ADS_2