Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

Otakku tak berjalan๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ gak bisa berpikir ๐Ÿค๐Ÿค


Tapi gmna yah... Kan gak punya kaki...


Aduhhh... Met weekend aja deh buat kalian...


sekian lama hiatus, Ampe lupa gmna jalan ceritanya ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


.


.


.


"Apa yang Abang lakukan di sini?" Tanya Nazeera.


Ditanya seperti ini membuat Tamar jadi salah tingkah. โ€œEm- aku.. Aku hanya merindukan mu?โ€ Kilah Tamar. "Kalian ngapain di sini?" Tanya Tamar mengalihkan.


Dedi berdiri, "Maaf. Tadi..."


"Aku yang menyuruhnya bang. Abang sendiri kenapa ke sini?"


Tamar berdehem. "Itu kotak apaan?" Tanyanya mengalihkan pertanyaan.


"Ngak tau, kami aja baru buka." Jawab Nazeera kembali melanjutkan kegiatannya.


"Yasudah. Sekarang kamu keluar." Ujar Tamar mengusir Dedi.


"Maaf, Tuan. Saya telah lancang masuk..."


"Gue bilang loe keluar...!!!"


Ada apa lagi ini? Kenapa si bos sepertinya marah ke gue. Dedi mengernyitkan keningnya heran.


Nazeera mendongak, "Abang kenapa sih datang-datang marah. Sudah lebih baik kalian keluar." Geram Nazeera mendorong kakaknya agar keluar dari kamar miliknya.

__ADS_1


Tamar mengacak kepalanya frustasi hingga suara ponsel menyeru. "Halo." Mendengar suara di seberang sana, membuat wajah Tamar memerah, rahangnya mengeras. Tak lama setelah itu, dia keluar dari ruangan itu.


***


Tamar sudah keluar dari kamar adiknya. โ€œDedโ€ฆ Bagaimana perkembangan sekarang tentang Jaya?โ€


"Maaf, Tuan.โ€ Dedi membungkuk. โ€œSaya masih sedang berusaha untuk mencari bukti."


Hasil cctv yang ada di lokasi naaz waktu itu adalah benar, bahwa supir truk mengemudi dengan cara ugal-ugalan dan melaju dengan kencang. Boleh dikata bahwa supir truk sedang mabuk dan mobil Jaya berusaha untuk mengalihkan mobilnya dari arah yang berbeda hingga terjatuh ke jurang.


Namun, Tamar masih merasa aneh atas kalung yang dia dapatkan. Mengapa tidak ada cincin pernikahan Jaya? Meskipun wajah dan berbagai tubuh lainnya hancur, namun jemarinya masih utuh. Berarti cincin itu juga harus tersematkan. Bukan kah dia baru saja melangsungkan pernikahan. Malam itu merupakan malam pertama Jaya dan juga Nazeera. Lalu ada hal apa Jaya keluar dari rumah hingga melewatkan malam pertamanya, jika itu bukan suatu yang mendesak atau berbagai hal mengenai orang yang dicintainya, yaitu kehidupan Nazeera.


Jika Jaya melepaskan cincinnya, berarti dia menaruhnya di suatu tempat. Tapi, mengapa pula Jaya melepaskan cincinnya. Pernikahan ini sudah lama dia inginkan. Berbagai macam meliputi pertanyaan dibenaknnya. Tapi tak mampu untuk bertanya-tanya kepada Nazeera. Takut akan kecurigaannya itu hanyalah sebuah dugaan yang akan membuat Nazeera menjadi sangat sedih.


โ€œIkut saya ke kantor.โ€ Titah Tamar melenggang pergi. Alber sigap mengikuti langkah kaki tuannya.


Hubungan Tamar dan juga Dedi kembali formal seperti atasan dan bawahan yang seutuhnya. Dedi bisa mengerti dengan sikap Tamar, selama Jaya tiada. Tamar lah yang mengerjakan semuanya atas permintaan Dedi.


Sekarang sudah tiba di kantor Tamar diikuti oleh dua manusia yang tampan. Banyak yang mengagumi ketampanan Dedi yang pertama kali masuk di perusahaan Mise Grop. Kedudukan Tamar sendiri di sini sebagai Ceo sekaligus direktur.


***


"Ternyata Jaya suka mengoleksi barang-barang seperti ini." Ujarnya tersenyum getir. Meraba satu persatu barang yang ada di sana.


Kok ada surat?


Nazeera mengernyitkan alisnya, "Ini foto siapa? Apa dia pacar Jaya?" Ujarnya dengan bibir yang gemetar saat menemukan ada sebuah foto wanita dan seorang anak kecil di dalamnya.


Masih mencari dan mencari, hingga barang yang ada di kotak itu sudah keluar semua. Isi kotak itu adalah foto-foto dan beberapa kertas di dalamnya. Semua tulisan yang ada di kertas itu adalah bahasa asing.


Pikiran Nazeera berkecamuk, mungkin itu adalah surat cinta Jaya untuk wanita yang ada di foto tadi. Anak kecil itu adalah anaknya. Iya, dia yakin itu.


Tanpa di sadari, hatinya merasa benar-benar hancur. Dia memang tidak mengetahui arti dari surat itu, namun jika dilihat dari ukurannya itu adalah surat cinta. Bentuk love diakhir surat selalu terukir indah.


Siapa wanita itu? Ada hubungan apa Jaya dengan dia? Menangisi kebodohan yang dia sendiri ciptakan tak merubah nasib.

__ADS_1


"Hikz hikz hikz... Siapa wanita ini, bodoh? Jelaskan kepada ku? Aku sekarang sudah mencintai mu. Menyerahkan seluruh hidupku kepada orang yang sudah mati seperti mu. Siapa ini? Apakah kamu sudah menikah dan memiliki anak? Hikz hikz kenapa kamu menipu ku?"


Tring Tring Tring


Ponsel Nazeera berbunyi, tapi dia hiraukan karena sibuk menangis.


"Semakin aku membenci mu semakin aku menyayangimu. Hikz... bahkan aku tak dapat merasakan cinta mu seutuhnya. Kau ternyata sudah memiliki istri dan anak." Nazeera memeluk kedua lutut dan menenggelamkan kepalanya di lutut.


"Nona!"


Tok Tok Tok


Tidak ada sahutan, pelayan itu membuka pintu majikannya. Dia melihat Nazeera dalam keadaan frustrasi.


"Yaa tuhan! Nona? Apa yang terjadi?" Pelayan kaget melihatnya. Dia mencoba memapah ke tempat tidur memberikan sebiji obat penenang. Setelah selesai mengurus Nazeera, pelayan itu mengumpulkan kembali benda-benda itu ke dalam box.


Yang sabar non. Pasti akan ada hikmahnya. Doa pelayan mengusap kepala wanita itu hingga terlelap.


Saat serius akan keadaan majikannya, dia mengingat sesuatu.


"Astagfirullah... Aku melupakan sesuatu lagi." Pekik pelayan itu memegang kepalanya. Dia buru-buru keluar.


"Maaf, Tuan dan Nona. Nyonya lagi tidur. Tak ingin di ganggu."


Dua orang tamu itu mengangguk, kemudian saling menatap. "Baiklah, bi. Nanti kami akan kembali." Ujarnya pamit.


Bersambung...


.


.


.


Jan lupa yah like nya.. like aja like like like like

__ADS_1


maaf jika merasa tak puas akan post ini. Ini semua karena beberapa hal.๐Ÿ™


__ADS_2