Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Aku Membencimu


__ADS_3

"Kita mau kemana lagi?" Tanya Nazeera saat keluar dari warung 'Tank Sarang'.


"Kita ke kantor ku dulu. Tadi Dedi menelpon untuk ke sana. Karena ada berkas yang ingin aku tandatangani."


Wanita itu mengangguk mengikuti langkah Jaya yang menuju parkiran. Saat tiba di dalam mobil, dia memainkan ponselnya.


Jaya sesekali melirik, wanita itu tampak senyum-senyum sendiri, sesekali tertawa.


"Ada apa sih kok seru banget?" Tanya Jaya penasaran.


"Emak-emak kepo. Fokus saja di jalan." Ketus Nazeera tanpa mengalihkan pandangannya.


"Bukan emak-emak, tapi bapak-bapak kepo." Sanggah Jaya.


Nazeera melihat Jaya intens, "Bukan bapak-bapak ataupun emak-emak kepo, tapi setan kepo." Tawa Nazeera pecah.


"Jangan tertawa seperti itu, kamu seperti kuntilanak beneran." Tutur Jaya saat mulai risih karena wanita yang ada di dekatnya tak kunjung berhenti tertawa.


"Pakai rem kalau ketawa, calon istri."


Proookk


Nazeera memukul lengan Jaya, "Aku bukan calon istri mu. Mana ada tawa pakai rem?"


"Jangan suka memukul ku, bentar kamu ketagihan menyentuh tubuh ku. Sekarang kan sudah jaman now, jadi apapun serba canggih." Balas Jaya.


"OMG, kamu balas aku yah." Nazeera mencubit lengan Jaya dengan merapatkan giginya.


"Aaauuuu, kamu ini manusia atau kepiting?" Keluhnya.


"Kamu ini!!!" Kesah wanita itu.


"Kalau aku kepiting, kamu akan berhenti menikahi ku kan?" Lanjut wanita itu.


Jaya menarik hidung mancung wanitanya, "Kamu kalau ngomong disaring dulu, yang mendengarnya terluka ngak. Lagian mana ada putri kepiting? Yang ada itu hanya putri keong. Kalau kamu jadi Putri keong, aku siap kok buat jadi Pangerang katak." Tegas Jaya tersenyum.


"Hati-hati, bentar kamu beneran jatuh cinta lagi sama aku." Cibir Nazeera.


Astaga?! What? Jadi semalam? OMG?! Dasar bocah ingusan, dia bener-bener ngak tau kalau aku memang menyukainya.


Jaya tercengang mendengar penuturan wanitanya. Batinnya mendesah dipenuhi umpatan.


"Sayang? Harus aku bilang apa kalau aku menyukaimu?" Tanya Jaya.


Nazeera mengerjakan matanya beberapa kali melihat Jaya yang sedang mengemudi. "Kamu beneran menyukai ku? Hahaha, mana mau aku sama om-om." Lagi-lagi Nazeera tertawa.


Jaya kesal karena di buli oleh kekasihnya sendiri. Dia menepikan mobilnya dan melihat wanita yang ada di sampingnya tertawa.


"Masih belum bisa di rem tawanya?" Kesal Jaya.


Nazeera sudah ngos-ngosan untuk tertawa, dia mencoba menahan tawanya tetapi tak berhasil.


"Hahaha, mana bisa aku berhenti tertawa jika kamu beneran berharap agar aku menyukai om-om seperti mu?" Ujar Nazeera yang masih saja tertawa.


Aku bahagia melihat kamu tertawa seperti ini, tapi aku juga tidak mau jika diriku jadi bahan ledekan kamu terus-terusan. Dasar bocah ingusan.


Umpat batin Jaya.


Cup


Jaya menarik tekuk leher wanita. Dia mencium bibir bawahnya. Merasakan sebuah kehangatan.


Nazeera berhenti tertawa, sekarang dia kesal sama Jaya karena telah berani menciumnya.


"A-p..." Nazeera tak kuasa berbicara, tubuhnya menahan Jaya agar tak bertindak berlebihan.


Jaya dengan sangat rakus untuk membungkam mulut wanitanya. Dia merasa ketagihan untuk terus dan terus mencium.


Merasa sudah kehabisan nafas, Jaya melepaskan pangutannya.


Hoshh hosshhh hossh

__ADS_1


Mereka jadi ngos-ngosan, nafasnya dan jantungnya tak beraturan.


Klek


Air mata Nazeera menetes, Jaya menariknya dalam pelukannya.


"Maafkan aku!" Ucapnya menyesal.


"Kenapa kamu melecehkan ku? Hikz hikz hikz." Nazeera berteriak kesetanan.


"I-iya, maafkan aku." Jaya merasa bersalah.


"Sekarang tenanglah." Jaya mengusap pundak wanitanya, memeluknya dengan erat.


Lama berdiam diri, suara Nazeera hanya tinggal segukan.


Maafkan aku. Tadi aku hanya ingin mengancam mu. Tapi terbawa suasana kehangatan bibir mu. Tenanglah Jay. Kamu belum bisa melampiaskannya sekarang.


Desah Jaya merasa bersalah.


"Sekarang kamu mau kemana?" Tanya Jaya berharap dimaafkan jika membawanya ke tempat wanita itu inginkan.


Sunyi, hening. Tak ada jawaban dari Nazeera.


"Yasudah. Kalau begitu, sebentar kamu jangan protes."


Setelah 20 menit kemudian, Jaya menepikan mobilnya di parkiran hotel.


"A-apa yang akan kamu lakukan? Kenapa berhenti di sini?" Tanya Nazeera ketakutan saat melihatnya ternyata berada di sebuah hotel.


Pikiran wanita itu sudah dipenuhi dengan bisikan yang tidak-tidak karena perbuatan Jaya tadi.


Jaya mengangkat alisnya sebelah melihat wanitanya ketakutan. Dia tersenyum penuh arti.


"Hey, bukankah tadi aku sudah katakan? Jangan protes apalagi menolaknya." Tegas Jaya menekan intonasi suaranya.


Jaya membuka pintu mobil, "Cepat keluar!" Titahnya menutup pintu mobil dengan keras.


"Hey, kenapa melamun? Cepat keluar!!!" Gertak Jaya saat membuka pintu mobil Nazeera.


"K-kau mau apa?"


"Kau?! Apa yang merasuki mu? Kenapa kamu tidak sopan seperti ini?"


Perasaan Nazeera sudah sangat ketakutan, ditambah dengan tekanan suara Jaya yang tidak seperti biasanya.


"J-jay. Aku mau pulang. Ki-kita pulang yuk." Ajak Nazeera takut.


"Kamu ini, sudah buruan keluar, bisa-bisa kulitku lecet gara-gara kepanasan di sini." Keras Jaya.


"Jay, aku mohon maafkan aku." Ucap Nazeera memelas ketakutan.


Jaya memajukan badannya, "A-apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Nazeera menahan tubuh lelaki itu.


Sungguh, siapapun yang berada dalam kondisi seperti ini akan berpikiran yang sama dengan Nazeera. Lelaki ini memiliki maksud lain hingga membawanya ke hotel. Tatapan yang tak seperti biasa. Iya! Tatapan itu memiliki maksud lain.


Lagi-lagi Nazeera melamun dan berpikir yang tidak-tidak. "Kamu jangan mesum, sudah cepat keluar." Ucap Jaya datar saat selesai melepaskan pengaman yang terpasang di tubuh Nazeera.


Nazeera masih belum turun, pikirannya masih kacau dengan perubahan sikap Jaya yang ucapannya sangat dingin dan kasar.


"Kau mau aku seret paksa atau jalan sendiri?"


Nazeera sudah menangis, "Jangan lakukan apapun padaku. Aku mohon lepaskan aku."


"Bukankah sudah ku katakan tadi jangan protes kemana akan saya membawamu? Apalagi menolak ku!" Gertak Jaya.


Ohh tidak. Tuhan, tolong aku. Aku sangat takut. Tatapan ini sangat penuh dengan nafsuh. Iya! Itu adalah nafsuh, bukan cinta.


Batin Nazeera.


"Jay, aku mau pulang!" Seru Nazeera berteriak menutup mata dan kedua tangannya di telinga.

__ADS_1


"Aku mau pulang!!! Hikz hikz hikz." Lanjut Nazeera.


Jaya sudah menarik tangan Nazeera kasar, tidak memperdulikan orang-orang yang berada di sekitarnya. Tempat itu berasa miliknya sendiri.


Nazeera keluar dari mobil melupakan tas dan ponselnya.


"Jay, aku mohon lepaskan aku. Hikz hikz hikz. Kamu menyakiti ku."


Nazeera sudah berulang kali memohon tetapi Jaya tidak pernah menggubris permintaannya.


Hikz hikz hikz


"Kamu tunggu di sini." Ujar Jaya saat berada di dalam hotel.


Kepalanya mencari seseorang, tangannya melambai seolah-olah sedang memanggil.


Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang menemuinya. Jaya tampak membisikkan sesuatu.


Pelayan itu datang menghampiri Nazeera, "Aku ngak mau ikut dengan kalian." Ucap Nazeera berani.


Jaya sudah duduk dengan salah satu kakinya di atas paha melihat Nazeera dari kejauhan.


Nazeera berlari menuju pintu keluar, "Maaf Nona. Anda tidak boleh keluar." Ucap Penjaga menahan Nazeera di pintu keluar.


"Hey, kenapa kalian menahan ku?" Geram Nazeera.


"Maaf Nona. Itu adalah perintah dari Tuan Jaya."


"Asal kalian tau, dia ingin memperk*sa ku. Apa yang akan kalian lakukan jika hal itu terjadi pada putri kalian?!" Nazeera berteriak menunjuk Jaya.


Dari kejauhan, Jaya tersenyum melihat tingkah Nazeera. Banyak mata yang memandangnya, tetapi mereka tidak berani ikut campur dalam urusan orang lain.


"Hah?! Kenapa kalian diam? Aku mohon lepaskan aku."


Lagi-lagi penjaga itu menahan tubuh wanita itu hingga dia memberikan kode kepada pelayan tadi agar membawanya ke tempat yang tuannya maksud.


"Aku tidak mau ikut kalian. Hikz hikz hikz."


Pelayan tidak peduli teriakan Nazeera. Dia hanya menjalankan tugas yang tuannya berikan.


"Jaya!!! Aku membencimu. Sungguh membenci mu." Teriak Nazeera.


"Aku benci kamuuuuuu."


"Aku tidak akan bisa mencintaimu, aku benci kamu."


Kata benci berulang kali dia lontarkan, tetapi jaya hanya menanggapinya dengan tersenyum penuh arti dan maksud.


(Wahhhh, apa yang akan terjadi yah?! Anda penasaran? Sama saya jugaπŸ˜…πŸ˜…)


Bersambung...


.


.


.


Halo geeasszzz, balik lagi. Yang sudah senantiasa menunggu dan menanti Nazeera, Terima kasih yahπŸ’•πŸ’•πŸ˜ŒπŸ˜Œ


Kami sebagai author semangat dengan dukungan kalian😘


Jan lupa VOTE, LIKE DAN KOMEN yahhh😘😘


aduhhh,, ngak tau juga nih cinta muncul drmna, kok aku bisa sayang kalian yah.. padahal ketemu juga kagakπŸ˜…πŸ˜…


Komen komen komen komen Komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen


Sekali lagi yah, yang ingin masuk Rumah GC Green, Silahkan masukkan password 'AKU PADA MU'πŸ˜ŒπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


okk gess,, karena banyak yang minta crazy up, maka aku akan lakukan besok jika memungkinkan.. lopiyuuuuuuhhhhh somayy

__ADS_1


SELAMAT MENANTI...!!!


__ADS_2