Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Menyebalkan


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Halo pembaca setia 'Ditinggal Nikah'. 💕💕


SELAMAT MEMBACA!!!


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”


.


.


.


***


Tring Tring Tring


Dering telepon berbunyi. Nazeera mengangkat gagang telepon yang berada di dekat komputernya.


“Halo.”


“…”


“APA!!!”


“…”


“Dasar, pasti kamu mabuk yah? Mana si Dedi? Kamu suruh jemput aja di sana. Masa kamu suruh nyuruh aku buat jemput


kamu jam segini.”


Orang yang berada di seberang sana terkekeh mendengar suara kekesalan Nazeera.


“Hahaha. Kamu manis kalau senyum. Jangan kayak gitu donk, entar aku tambah jatuh cinta lagi.”


Nazeera ingin menutup panggilannya, “Zee, jangan tutup dulu. Ntar aku makin rindu loh sama suara kamu.” Ucapnya terkekeh.


“Sekarang aku ada di bawah Tadi aku hanya bercanda untuk menyuruh kamu menjemput di bar. Bukain pintu donk.” Imbuhnya.


“Jay!!! Kenapa kamu makin hari makin menyebalkan?” Pekiknya mematikan telepon.


Nazeera berjalan menuruni tangga. Dia mengutuk Jaya dalam hati. Wajahnya sudah sangat tidak bersahabat setelah dari Cafe, ditambah lagi dengan kehadirannya.


“Menyebalkan.” Gerutu Nazeera dengan langklah kaki yang di


Nazeera membuka pintu, “Ada apa kamu datang kemari? Bukannya perjanjian kita telah usai?” Dia bersandar di pintu melipat ke dua tangannya.


“Seharusnya kamu mempersilahkan tamu untuk masuk dulu. Bukan malah langsung nanya.” Ucap Jaya langsung masuk. Dia sengaja menabrak bahu Nazeera.


“Mana ada orang yang bertamu jam segini.” Cibirnya geram.


“Tadi aku telepon nomor mu, tetapi Ayu yang mengangkatnya. Katanya kamu lupa mengambilnya di tanagn Ayu sewaktu di Cafe. Terus aku telepon Onni, katanya kamu belum pulang. Makanya saat pekerjaan aku sudah kelar,  aku menuju ke sini, terus aku menelpon  kantor mu saat tiba di sini.” Tuturnya panjang lebar.

__ADS_1


“Aku ngak nanya itu, ada apa kamu datang malam-malam begini?” Tanya Nazeera ketus.


Jaya tidak menjawab, dia hanya berjalan menuju ruangan Nazeera yang berada di lantai atas. Dia berjalan menyusuri tangga. Wanita itu semakin kesal dengannya. Kemudian wanita itu kembali mendekati pintu lalu menutup dan menguncinya.


“Dasar, benar-benar sangat menyebalkan. Andai bisa aku pasang paku di kepalanya, udah lama aku pasang. Biar dia ngak bisa kemana-mana selagi paku itu masih tertancap di kepalanya.” Sungutnya kesal.


Setelah selesai mengunci pintu, dia kembali mengejar Jaya yang sudah berada di tangga ke lima.


“Jay, ada apa kamu datang ke sini? Jangan mentang-mentang kamu sahabat dari bang Tamar bisa seenaknya yah di tempat aku.”


“Aku hanya ingin melihat mu. Itu saja ngak lebih ngak kurang. Hehe.” Cengir Jaya.


Tuhan, sampai kapan aku harus berurusan dengan orang seperti ini. Melihat tampangnya aku sudah muak. Ngak bisah apa, dia liat aku bahagia sehari saja. Aku harap dia cepat cepat kembali ke Negara X. Menyusahkanku saja.


“Jay, apakah aku harus berlutut agar kamu berhenti menggangguku?”


Jaya memegang knop pintu, sebelum menekan knop tersebut dia memencet hidung Nazeera. “Aku sangat suka dengan wajah mu yang seperti ini.” Ucapnya gemes.


Nazeera menepis tangan Jaya dan menatapnya datar.


“Dia juga ada di sini?” Tanya Jaya saat melihat Asyah sedang berbaring di sofa.


“Hem.” Jawab Nazeera singkat. Dia berjalan menuju meja, lalu membuat desain gaun Maya karena baju Akhyar telah selesai. Setelah itu dia mengguntingnya di atas kain.


Jaya duduk dengan tenang di sofa yang kosong. Tetapi belum juga juga setengah jam, dia bosan memandang Nazeera yang terlaluserius dalam pekerjaannya.


Apapun yang dia lakukan selalu di seriusin, menjalani pekerjaan saja serius, apa lagi soal hubungan. Batin Jaya menggeleng.


“Zee.”


“Zee.”


“Apa sih Jay!!! Jangan membuatku semakin berdosa karena terus-terusan mengumpat dirimu dalam hati.”


“Hahaha, ngak apa-apa, Zee. Sekarang kamu boleh mengumpatku dalam hati mu, tetapi suatu saat nanti kamu akan mencintaiku dalam hati mu.” Ucap Jaya tertawa tetapi sangat berharap hal itu akan terjadi.


Nazeera hanya mencibir, “Chiii, jijik.” Ucap Nazeera bergidik ngeri.


“Untuk saat ini, tolong jangan menggangguku. Bukankah aku telah memenuhi keinginannmu selama seminggu.” Pintanya.


***


Keesokan harinya semua sudah beraktivitas sebagaimana mestinya. Kecuali Jaya sudah masih tertidur pulas di sofa bersama dengan Nazeera. Asyah sudah pulang kerumahnya selepas subuh.


“Selamat pagi, Mba Asyah.” Sapa salah satu karyawan.


“Pagi. Oh iya, Mba Na belum datang yah?” Tanyanya kembali.


“Oh, aku belum liat dia juga, Mba.”


“Oh yasudah kalau begitu, kalian lanjutkan saja.”


Asyah menuju ruangan Nazeera bermaksud untuk mengambil sesuatu. Tetapi tak di sangka dia hanya melihat sebuaah pemandangan yang menodai kesucian mata, “Kebakaran!!! Kebakaran!!! Kebakaran!!!” Teriak Asyah.

__ADS_1


Baik Jaya atau pun Nazeera jadi gelagapan saat bangun. Asyah melihat Nazeera tertidur di peluk oleh Jaya. Hatinya menjadi sebal karena mengingat dinnernya yang batal.


“Mba, sekarang sudah jam sepuluh. Maaf saya hanya ingin mengambil ini.” Ucap Asyah mengingatkan.


Nazeera menatap Jaya tajam, dia bingung mengapa Jaya bisa berada di dekatnya.


Sudah ada beberapa karyawan yang masuk dalam ruangan Nazeera karena teriakan Asyah.


FLASHBACK


Setelah selesai sholat berjamaah, di mushollah, Nazeera memilih tidur begitupula dengan Jaya. Mereka tidur di sofa panjang yang berbeda. Di ruangan itu, Nazeera tidak memiliki ruangan kecil atau kamar hingga hanya sofa sebagai tempat tumpuan untuk berbaring.


Tak selang beberapa lama, Nazeera sudah tertidur, tetapi Jaya masih terjaga. “Aahh, lebih baik aku memilih tidur di dekatnya. Urusan besok, besok aja jawabannya. Paling dia cuman ngambek. Sehingga tambah gemes aku dibuatnya.” Gumam Jaya.


***


“Hehehe, aku ngak bisa tidur semalam.”


Nazeera berdecak, dia bangun


mengambil tas dan kunci motornya. Setelah itu dia menuju parkiran.


“Zee, kamu marah yah?” Tanya Jaya.


“Bodo!!!” Jawab Nazeera ketus.


Bersambung...


.


.


.


HemtzZ. Ayo siapa yang jujur? Angkat jempol tros goyang jempol yuk😅😅 Biarkan jempol menari-nari di udara.


#Author rempong😣😣😣


Adoh, efek ngetiknya ngantuk nih. maaf jika ada typo, beneran aku ngetik sambil ni mata berusaha terbuka. Trooos yah, nih kepala juga sudah sering kali jatoh, pas jatoh baru sadar lagi...


Huuufffttttttt, yudah. Dengan cukup Jempol, komen and Vote, itu merupakan hal yang paling berharga untuk uthorr.


Aku rela ngetik dalam keadaan ngantuk pun tak masalah hanya tak ingin kalian galau nungguin bab selanjutnya 😄😄 Karena aku dah terpelet ma dukungan kalian😄🤣


yang masih setia ma Nazeera Jan di lupain yah? Cukup Akhyar yang ngak setia, kalian jangan.. eeeeaaaa.


Hihihihi.


Alhamdulillah. Ucapan terimakasih ku pada kalian yang selalu mendukung. Ingat, dukungan kalian adalah pelet bagi ku😅🤗🤗🤗


Aduhhh, panjang amat yah curhatan ku.


SELAMAT MENANTI!!!

__ADS_1


__ADS_2