Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAAB 79 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

"Apakah benar ini tempat Amma yang Nazeera bilang yah?" Gumam Tamar menatap sebuah bangunan yang sangat cantik.


Tamar menoleh ke kiri dan ke kanan. Di sini sangatlah sepi diantara beberapa rumah lainnya. Ingin memintai keterangan (CCTV) tapi mereka dari orang yang kurang mampu.


"Ternyata masih ada rumah sawah di sekitaran sini." Tamar tak menyangka jika akan menemukan banyak rumah keci hampir tak layak pakai lagi yang disebutnya rumah sawah.


Dari kejauhan, wanita paruh baya igu menatap Tamar. "Apar? Kamu kenal sama orang itu?"


Yang ditanya malah menggeleng, "Kenapa dia melihat ke sini terus?"


Apar memperhatikan objek yang ditunjuk wanita paruh baya itu. "Amma... Itu abang nya kak Zee."


Amma membulatkan matanya tak menyangka, "Astaga... Yasudah, kamu suruh dia masuk."


Apar mengangguk, "Mitha..." Panggil Amma seraya masuk ke dalam rumahnya.


"Iya, Ma. Ada apa? Kok pakai teriak-teriak? Aku gak budeg loh, Ma." Tutur Mitha memeluk (dari belakang) sayang yang memanggilnya.


Diperlakukan seperti ini membuat Amma bahagia, dia mengangkat tangannya dan mengusap kepala Mitha. Dia sangat bersyukur mengenal Jaya dan juga Nazeera.


Mengingat nama Jaya, membuat tetesan air mata wanita itu menetes. "Loh, loh... Kok Amma nangis?" Mengubah posisi berdirinya. Sekarang dia berhadapan dengan Amma.


"Amma cuman rindu dengan nak Jaya." Jelasnya mengusap air mata.


Deg

__ADS_1


Mitha tak menyangka bahwa Amma begitu sangat mencintainya.


"Sini Mitha peluk." Mitha menarik Amma ke dalam pelukannya, mengusap punggungnya.


"Ekhem."


Siara bariton yang sangat dikenali Mitha.


"Aaaa..." Teriak Mitha saat melepaskan pegangannya di pundak Amma.


Mitha selama sudah diperkenalkan Amma oleh Nazeera saat di pernikahnnya, dia sering berkunjung atau menghabiskan malamnya di sini. Pastinya atas izin saudaranya, Miko.


Sekrang, Mitha sudah berada pada tahap belajar menggunakan kakinya berjalan dengan menggunakan bantuan tongkat. Hingga dia hanya memerlukan kursi roda bila merasa lelah atau kakinya sedang sakit.


Miko yang awalnya susah mencari pekerjaan dikarenakan tidak memiliki ijazah, sekarang sudah berpakaian dasi. Mengunjungi kantor Mise Grup tiap harinya, pastinya hanya pada saat jam kerja saja donk.


Dua saudara ini bersyukur, meskipun pertemuan pertama Miko dan Tamar begitu buruk. Namun, dia masih bisa berbuat baik pada Tamar, jika Mitha sedang di dekatnya.


Kembali ke topik....


Mitha yang syok, sekaligus kaget melepaskan pegangannya di pundak Amma begitu saja. Amma yang sudah tua, tak mampu menahan Mitha agar bisa berdiri dengan tegak.


Brug


"Aawww..."

__ADS_1


Keluh Mitha memegang bokongnya. Dengan sigap, Tamar menggendong Mitha menuju sofa.


"Kalau masih belum bisa berjalan, jangan dipaksain." Ketus Tamar.


Dug dug dug


Itulah mengapa Mitha selalu menghindari Tamar. Jantungnya yang tak normal, atau memang lagi kena serangan jantung.


..................................


Bersambung.....


Maaf jika ada typo yah... Jika ada yang mengganjal, biar aku selesaikan di part berikutnya. Jan lupa tinggalkan jejak...


Vote, like dan Komen nya yah.....


ig: greenteach21


Mak emaaaakkkk aku pada mu... terimakasih banyak vote nya...


Mngenai vote dll... itu hanya sebagai pelengkap green sbg penulis krya receh ini. Hal itu yg membuat ku smngt untuk nulis. Apalagi bila liat pembaca naik, dan juga like naik.. Maka semakin naik juga semngat ku buat lanjutkan kisah abal2 Nazeera.


TERIMAKASIH


HAPPY READING.....

__ADS_1


__ADS_2