Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Pengganggu


__ADS_3

Assalamu'alaikum. Halo pembaca setia Ditinggal Nikah.


Sekarang author semangat ingin up liat jejak-jejak kalian🀣🀣


Author menjajah hanya untuk mengetahui wajah2 yang tetap setia dengan cerita Nazeera. Hehe.


Kalau LikeπŸ‘, kan Ngak keliatan aura kecantikan dan ketampanannyaβœŒοΈπŸ˜„πŸ˜„.


Komen dan Vote, aku bisa melihat dan mengenal akun2 mereka.. wkwkwk.


TERIMAKASIH BUAT KALIAN ATAS DUKUNGANNYA.


GREEN SAYANG KALIAN


πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜


Selamat membacaπŸ€—πŸ€—................


"Perlu diketahui bahwa tiga alasan yang membuat seseorang tidak disukai ialah otak yang kosong, omong kosong, dan juga dompet yang kosong."


.


.


.


***


Jaya berhenti di sebuah masjid. Setelah selesai melaksanakan kewajibannya, dia mengantar Nazeera kembali ke rumahnya.


"Apakah kamu masih butuh teman? Aku bisa kok temenin kami." Tawar Jaya pada Nazeera saat menutup pintu mobilnya.


"Gak usah. Aku sudah ngak apa-apa kok Jay." Balas Nazeera melangkah masuk ke rumahnya.


Jaya kembali ke mobilnya, pikirannya membutuhkan penjelasan dari Dedi. Mengapa bisa dia kerjasama dengan orang yang menyakiti Nazeera.


Tetapi ada untungnya juga sih. Kan gue bisa deketin dia.


Dia mengambil gadgetnya, lalu menghubungi seseorang.


"Lo dimana?"


"...."


"Ok, tungguin gue."


"...."


Jaya mematikan panggilannya. Dia menuju ke tempat tujuannya.


***


Saat Nazeera masuk ke dalam rumah, dia di sambut oleh seseorang.


"Tuan Jaya mana, Non. Kok Ngak di suruh masuk."


"Ngak apa-apa, Onni. Biar dia bisa istirahat." Balasnya memeluk Onni.


Onni menepuk pundak Nazeera, "Sudah luapkan semuanya, Non. Menangis lah!!!"


Nazeera tak dapat lagi membendung air matanya, dia menumpahkan semua bebannya dengan menangis.


"Non, menangis memang tak dapat menyelesaikan masalah. Tapi percayalah bahwa menangis dapat meringankan beban pikiran dan menenangkan hati mu, Non." Nasehat Onni yang masih mengusap punggung Nazeera.


Nazeera mendengar ucapan Onni semakin mengeratkan pelukannya dan semakin menangis.


Setelah beberapa menit, dia mulai tenang. "Non, istirahat lah." Pintanya dengan tersenyum.


Nazeera mengangguk, "Terimakasih yah, Onni." Lalu berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Di rumah Nazeera hanya ada satu lantai. Dirumah itu terdiri dari beberapa ruangan. Diantaranya tamu, ruang keluarga, dapur, dan kamar hanya ada tiga.


Nazeera masuk ke dalam kamarnya. Dia menghempaskan badannya dengan kasar. Dia tidur menatap langit-langit kamarnya, kakinya masih menyentuh lantai, dan tangannya yang terbentang.


"Hahaha... Kalian yang kejam atau aku yang terlalu egois ingin memiliki mu." Lirihnya tersenyum getir.


Aku sangat lelah, jiwaku, pikiranku, raga ku, aaaaakkkhhhh semuanya. Aku sangat lelah. Berharap aku dapat melaluinya tanpa luka.


***


Nazeera terbangun dari tidurnya saat mendengar keributan di luar kamarnya. "Siapa lagi yang menganggu malam-malam begini." Gumamnya berjalan menuju sumber suara.


Di luar kamar


"Hahahaha. Lo kalah bro, harusnya loe nyerah aja sebelum malu sendiri karena kalah."


"Niihh belum waktunya, jadi santuy cooyy. Ngak usah bahagia dulu." Ucapnya menghentakkan kartunya di atas meja.


"Yaelah, harusnya loe kursus dulu sewaktu gue masih di negara X." Ucapnya menyombongkan diri.


Seorang laki-laki datang membawa tiga gelas minuman di atas nampan. "Sory broo, gue lama."


"Eeehhh. Nona, maaf telah menganggu." Imbuhnya saat melihat Nazeera melipat kedua tangannya di depan dada.


Orang yang bermain kartu ikut menoleh. "Zee, maafin Abang. Hehehe. Jaya datang atas undangan ku dan Dedi datang atas undangan Jaya." Ucap Tamar menjelaskan agar Nazeera tak marah.


Mau bagaimana lagi, Nazeera sudah terlanjur terganggu atas sikapnya. Wanita itu berdecak sebal malam-malam seperti ini ada pengganggu. Bagaimana bisa dia beristirahat.


"Dan Dedi datang Ngak ngundang? Harusnya dia juga ngundang seseorang, dan orang itu juga harusnya ngundang temannya." Ucapnya kesal dan ikut duduk di sofa dekat Jaya duduk.


Mereka terkekeh mendengar penuturan dari Nazeera. Menurut mereka wanita itu sangat lucu.


"Baiklah, Nona. Jika anda memaksa maka saya akan menghubunginya." Sambung Dedi mengambil ponselnya di atas meja.


Nazeera melempar bantal sofa ke arah Dedi, "Kenapa tidak sekalian umumkan di masjid saja. Ngak buang pulsa atau gratisan."


"Tidak sampai, Nona. Suara masjid di sini hanya terdengar sekitar kompleks." Bantahnya dengan tetap melakukan panggilan.


"Rasain." Ucap Nazeera tertawa jahat.


Jaya dan Tamar ikut tertawa sambil melanjutkan permainannya, "Yaaahhh, gue kalah lagi. Jangan-jangan loe sembunyiin satu kertu." Ucap Tamar menaruh curiga.


Jaya melempar kacang di wajah Tamar, "Enak aje loe nuduh gue. Sini muka loe gue oles dengan hendi pendi ini (semer sepatu)."


Tamar tidak mau, karena sudah ada beberapa tanda hitam di wajahnya. Jaya tidak ke habisan ide. Dia memberikan kode pada Dedi agar mendorong wajah Tamar. Setelah berhasil, Jaya semakin sangat bahagia.


"Ded, loe ikut donk, gue mau tau sampai dimana kemampuan loe." Pinta Tamar pada Dedi.


"Ogah gue, ngak liat apa gue lagi periksa hp." Ujar Dedi menolak.


"Kalian seperti anak kecil, maen kartu seperti orang yang tak bahagia di masa kecilnya saja." Ucap Nazeera yang masih saja kesal.


"Zee, itu minuman Jaya." Tegur Tamar saat Nazeera mengambil minuman Jaya.


"Bodo. Ini kan rumah ku." Ucapnya dengan tetap meminumnya hingga habis.


"Gak apa-apa, bro. Kan ada Dedi yang bisa membuat segelas minuman lagi." Ucap Jaya melihat ke arah Dedi.


Dedi yang mendengar namanya di sebut jadi menoleh, "Bro, Loe kan punya dua kaki, dua tangan dua, mata dua hidung, boleh dikata sempurna. Ngapa loe suruh gue lagi? Kalau masalah Nona Nazeera meminumnya, yaa salah sendiri. Ngak minum dari awal. Iya ngak Nona Nazeera?" Bantah Dedi meminta persetujuan dari Nazeera.


Nazeera hanya menanggapinya dengan tatapan datar. Merasa tak ada yang mendukungnya, Dedi berdecak sebal.


Yaaelahh gini amat sih hidup gue. Batin Dedi seraya berdiri menuju dapur dan mengacak rambutnya.


"Bang, Onni kemana?" Tanya Nazeera.


"Lagi di luar sama kang Nelu."


"Zee, main yuk." Ajak Jaya.

__ADS_1


"Males." Balas Nazeera bersandar di sofa.


"Giliran loe bro." Ucap Tamar.


Thaak.


Jaya menghentakkan kartunya di atas meja.


"Gimana, loe ngak ada lagi kan?"


"Chii, gitu aja udah belagu, liat kartu terakhir donk. Jangan sombong dulu."


Detik-detik terakhir, Tamar tertawa puas, "Hahaha, kan gue bilang juga apa! Yang paling penting tuh ending nya broo."


Jaya dengan pasrah menerima kekalahan. Dia memajukan wajahnya agar di polesi semer sepatu. Tamar dengan hati riang gembira karena berhasil mengalahkan Jaya, meskipun baru pertama kali.


Tak lama kemudian Dedi datang dengan membawa segelas minuman. "Thanks bro." Ucap Jaya.


Nazeera hanya diam menyaksikan orang yang berada di depannya bermain. Suara tertawa yang sangat nyaring membuat dia tak bisa tidur.


"Broo, gue keluar dulu. Pesanan gue udah di depan." Ucap Dedi pamit.


Setelah mendapat anggukan, dia berdiri mengambil pesanannya. Tak lama kemudian dia kembali.


"Ngak apa-apa kan gue minum di sini?" Tanyanya memperlihatkan beberapa botol minuman ker*s.


Tamar dengan cepat meresponnya, "Gak apa-apa bro." Ucapnya mengambil sebotol minuman.


"Abang, aku tanya Ayu baru tau rasa." Ucap Nazeera.


"Jangan sebut-sebut namanya dulu." Balas Tamar dengan nada tak suka.


"Jay, loe mau ngak?" Tawar Dedi.


"Chii, jangan tawari gue pada jalan yang salah." Tolak Jaya.


"Iiliihh tobat. Sewaktu di negara X, loe tiada hari tanpa ini kan." Ucap Dedi mengingatkan.


"Jangan buka aib donk, di sini ada calon bini." Ucap Jaya melempar kartunya ke arah Dedi.


Bersambung...


.


.


.


Yang ingin kritik dan juga saran boleh banget. Author tunggu komentar pedasnya juga ngak ape-ape. Ampe level paling pedas juga boleh yeehhh..


wkwkwk


ckckck


Jan bosen2 yehhh ma Nazeera.


Tetap dukung dan ninggalin jejak agar Nazeera bisa lebih smngt lagi..


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…βœŒοΈβœŒοΈβœŒοΈβœŒοΈπŸ˜„πŸ˜„


Natizen: Thor, gue ninggalin jejak kaki aje. Ngak apa-apa kan?


Author: Yudeh, tak ape-ape. Tuh juga kan namanya jejak.


Lu injek tuh hp lu sndiri jan hp orang.


lu injek ampe jejak kaki lu berbekas


😌😌

__ADS_1


SELAMAT MENUNGGU!!!


__ADS_2