Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Berhenti


__ADS_3

Di Caffe


Nazeera dan Jaya bertemu canggung, sedangkan Mitha dan juga Dedi memilih meja terpisah.


"Jay, aku mau ngomong sama kamu."


"Silahkan, waktu mu hanya 10 menit." Ujar Jaya datar tanpa ekspresi. Dia mengalihkan pandangannya.


Nazeera duduk berhadapan dengan Jaya. Entah mengapa, baru kali ini dia merasakan jantungnya tak karuan.


"Kenapa kamu diam?! Sembilan menit lagi." Jaya mengingatkan tentang waktu yang Nazeera punya.


Nazeera mengerjakan matanya beberapa kali, dia menarik nafas panjang, "A-aku minta maaf, seharusnya aku tak sepenuhnya menyalakan mu waktu itu, tapi aku juga berterimakasih untuk tidak..." Mengingat hal itu, Nazeera sangat malu.


"Tidak usah menjelaskan kejadian itu lagi. Aku sudah tahu apa keputusan mu. Maka dari itu, aku sekarang berusaha untuk melupakan mu dan menjauhimu." Tutur Jaya menatap Nazeera tanpa berkedip. Apa yang diucapkannya sendiri barusan sangat membuatnya terluka.


"Bu-bukan itu," Nazeera menundukkan pandangannya. "A-aku mau menikah dengan mu."


"Waktu mu sudah habis." Jaya berdiri merapikan jaznya.


Nazeera mengangkat kepalanya, "Bukannya itu yang kamu inginkan?! Mengapa sekarang malah kamu lagi yang bertolak?" Tanya Nazeera tidak percaya akan jawaban Jaya.


Jaya tidak menggubris ucapan Nazeera, tetapi wanita itu mengikutinya dari belakang. "Jay, bukankah kamu ingin menikah dengan ku? Mengapa sekarang kamu malah menolak ku?" Ucapnya sambil mengejar.


"Kamu ingin menikah dengan ku karena apa? Apa hanya karena aku telah melihat lekuk tubuh mu? Atau karena kamu ingin ikut bersama ku di pernikahan mantan kekasih mu itu untuk memamerkan ku. Padahal nyatanya aku hanyalah bagian dari pelarian mu semata?"


Jaya masih tak percaya sepenuhnya apa yang Nazeera ucapkan. Mengajaknya menikah?! Hah, paling hanya pelarian, begitu pikirnya. Menurutnya, di matanya masih tampak keraguan.


Sejak kejadian itu, Jaya merasa sudah tak ingin memperjuangkan Nazeera lagi, hatinya sangat terluka akan malam itu. Malam yang seharusnya bahagia, tapi nama orang lain yang masih saja tergiang ditelinganya hingga membuatnya marah tak jelas.


"Aku ingin kamu datang di saat kamu benar-benar ingin menikah dengan ku. Dan tak ada lagi keraguan di mata mu." Kemudian menoleh, "Ini terakhir kalinya kamu melihat ku. Di lain waktu aku tak akan membiarkan mata mu melihat ku lagi."


Jaya berjalan dengan gaya cool nya. Melihat sang bos telah pergi, Dedi dengan sigap mengikutinya untuk menyamakan langkah kaki bosnya.


Dug


Apakah benar seperti itu?! Apakah dia tak salah dengar? Nazeera yakin tidak yakin jika Jaya berbicara seperti itu. Tapi dilihat dari nada bicara dan sikapnya seperti dia adalah orang lain yang tak Nazeera kenal. Dia benar-benar berubah.


"Na?! Dia kah orang kamu maksud dari cerita mu itu?" Tanya Mitha memegang tangan Nazeera.

__ADS_1


Nazeera sontak laget, dia sudah membendung air matanya, Mitha berusaha menguatkan sahabat barunya. "Kejarlah Nazeera, percayalah pada ku. Suatu saat nanti kebahagiaan akan ada padamu."


"Bagaimana pun juga, dia adalah orang yang telah..." Mitha tak kuasa melanjutkan ucapannya, dia menggigit bibir bawahnya.


Yang dia tangkap dari cerita Nazeera adalah Jaya sudah bercumbu dengannya. "Sebelum dia pergi, kejarlah." Mitha mendorong tubuh sahabatnya.


Apa ini?! Perasaan apa ini?! Mengapa aku sangat bersedih Jaya menolak ku? Dia akan pergi.


Nazeera berfikir sambil berjalan, dia menengadahkan pandangannya ternyata sudah berada di daerah parkiran. Dia melihat Jaya masuk ke dalam mobil.


"Jaya...!!!" Teriak Nazeera.


Jika memang Jaya benar-benar menghindar, berarti benar adanya akan ucapannya, "Jaya...!!!" Nazeera berjalan lebih cepat.


Sedangkan di dalam mobil, "Bos, Nona Nazeera sedang mengejar kita. Haruskah kita berhenti?" Tanya Dedi melalui kaca spion.


Jaya menyandarkan punggungnya, "Sudah, loe jalan saja!!! Tak usah perdulikan dia lagi." Jaya menutup matanya.


"Emang beneran? Boleh donk dia buat gue." Usulnya bercanda.


"Yah, terserah loe. Gue lagi ngak mood. Sekarang loe jalan saja. Tutup mulut mu rapat-rapat."


"Bos, noh nona Nazeera lagi mengejar terus. Dia jadi olahraga siang bos lari terus." Ucapnya berharap Jaya mengubah niat hatinya untuk menghindar.


"Gue tampol tuh mulut pakai cabe, gue bilang ngak usah bacot, masih aja celoteh." Kesal Jaya menendang kursi Jaya.


"Siap deh bos, gue kan hanya..."


Brug


Jaya menendang lagi kursi Dedi, "Iya iya iya, gue ngerti kok. Tapi kasihan tuh kaki jadi korban. Ini bukan bola dan lapangan yang main tendang-tendangan."


"Gue kali kan nol tuh semua gaji loe bulan ini." Geram Jaya merapatkan giginya.


Aduh bos kalau cinta ngak usah segitunya. Tuh kan jadi gue yang kena. Dedi membatin.


Nazeera melihat mobil Jaya mendekat, dia berlari untuk memotong jalan itu tapi tak berhasil. Dedi sudah mengetahui apa yang dipikirkan oleh Nazeera.


Kasihan juga nona Nazeera jika dia berlari terus. Dedi melihat ke kaca spion.

__ADS_1


"Jaya...!!! Aku mohon berhenti." Nazeera terus mengejar hingga keluar dari daerah parkiran menuju jalan raya.


Nazeera tak kuasa berlari karena hanya memakai rok selutut dan lebarnya hanya selangkah saja.


"Aku belum selesai bicara...!!" Nazeera terus mengejar sambil berbicara. Hingga tenaganya habis dengan sendirinya.


"Bos, dia mengejar kita hingga ke sini." Dedi mengingatkan kembali Jaya yang sedang menutup mata.


Jaya membuka matanya, dia juga ikut melihat ke kiri. Ternyata benar, sekarang sudah berada di jalan raya. Jaya memutar kepalanya menghadap ke belakang.


Bruggg


Nazeera tertabrak di depan mata Jaya sendiri. "Dedi!!! BERHENTI...!!!!!" Seru Jaya bersamaan dengan injakan pedal rem Dedi.


(Segini dulu yahπŸ€—πŸ€— Senin yang sibuk😣😣πŸ˜₯)


Bersambung...


.


.


.


Assalamu'alaikum...


ekhem.. mksi loh yang udh vote. tapi mau lagi donk partisipasi nya berupa vote.. Senin oh SeninπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai, Jan lupa vote like dan komen seikhlasnya.


Terimakasih telah mengikuti Nazeera sampai bab ini.


Mg aja bsok bisa up lebih awal dari ini..πŸ’•πŸ’•πŸ’•


mampir yah ke karya kedua ku,


-Senior, Aku Padamu


SELAMAT MENANTI....!!!!

__ADS_1


__ADS_2