Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Kemarahan Miko


__ADS_3

"Hey!!!" Terik pria tersebut saat melihat Alber tengah keluar dari balik pintu.


"Apa yang brengskk itu lakukan terhadap adik gue? Hah? Jangan bilang dia memberikan pekerjaan untuk gue hingga dia bisa melakukan seenaknya dengan adik gue." Miko berteriak kesetanan. Bagaimana tidak. Adik satu-satunya harus berakhir lagi di rumah sakit.


"Maaf, Tuan Tamar sedang istirahat."


Miko tidak peduli. Dia menerobos masuk di ruangan pribadi milik Tamar.


"Gue gak peduli!" Sarkasnya marah.


"Tunggu!" Alber menahan tangan Miko. Mereka saling menatap tajam.


"Jangan lupa bahwa wilayah ini adalah kekuasaan tuan Tamar." Alber mendorong Miko keluar dari ruangan itu.


"Woi bren*sek. Bangun loe. Gue udah tau, loe nikahin adik gue karena apa. Loe ban*sat! Pengecut! Ngapain loe nikahin adik gue hanya karena kontrak? Hah?" Raung Miko.


Ruangan yang awalnya tenang aman damai sentosa, kini telah di kerumuni oleh beberapa karyawan.


"Wah? Ternyata pernikahannya tak semanis yang kubayangkan." Bisik para karyawan.


"Tuan Tamar kan gantengnya kebangetan, terus mapan lagi. Mungkin aja perempuan itu yang manfaatin tuan Tamar."


"Astaga... Nikah kontrak nih judulnya."


"Entar nanti siapa yang bucin yah."


"Gak tau. Istri tuan Tamar gak cantik-cantik banget. Biasa aja tuh. Cantikan dan seksian gue. Pakai pelet apa tuh cewek sampai bisa nikah kontrak?"

__ADS_1


Alber sangat emosi, belum lagi urusannya bersama Tamar belum selesai, kini di tambah lagi dengan adanya Miko.


Sedangkan Tamar yang berada di dalam ruangan pribadi, tidurnya masih terganggu. Dia mendengar cacian dan makian oleh suara laki-laki. Siapa lagi kalau bukan Alber dan juga Miko.


"Ngapain loe dorong-dorong gue? Urusan gue bukan sama loe. Gue ngerti, gue masuk di perusahaan ini karena loe dan si bren*sek itu." Suara Miko semakin tercekat. Bagaimana mana tidak, adik satu-satunya yang dia sayangi ternyata cintanya dipermainkan oleh seseorang.


"Woi! Bubar, dan kamu keluar sekarang!" Bentak Alber menunjuk mereka satu persatu.


kreek


Pintu terbuka. Semau mata menuju ke asal suara.


Nampaklah Tamar dengan wajah acak-acakan.


Brug


Dengan cekatan, Miko meninju wajah sang pemimpin. "Bren*sek! Loe apain adik gue hingga masuk ke rumah sakit. Loe sengaja kan gugurin kandungannya? Hah?" Miko memegang kerah baju Tamar yang sudah oleh.


"huuuu." Sahu mereka.


"Apa?! Kalian ingin dipecat!"


"Tidak pak. Hehe, takut."


***


*Brug

__ADS_1


Brug


brug*


Miko dengan sangat puas dia memukul Tamar.


"Gue mau loe ceraiin adik gue. Dan ambil semua fasilitas yang loe udah berikan. Gue ngak sudi."


Tamar tak menjawab. Hanya diam saja.


"Loe laki-laki bren*sek! Ngapain loe diam aja dari tadi? Loe pikir gue kasihan sama loe?" Karena kesal, Miko meninju wajah Tamar lagi.


Tamar terjatuh ke tembok. Detik berikutnya dia tersenyum miris.


cussss


beberapa lembaran kertas berhamburan di wajah Tamar. Ambil surat kontrak loe. Gue udah curiga dari awal kalau ada yang tidak beres di pernikahan kalian. Gue mau loe ceraiin adek gue." Tegas Miko. "Loe ambil semua fasilitas yang loe sudah berikan. Gue ngak sudi! Menjijikkan!" Miko mengambil tag, dan melemparkan ke arah Tamar.


Sedang Tamar hanya diam membisu. Dia menjadi bodoh dalam urusan rumah tangga. Mengapa dia menjadi bodoh dalam hal percintaan, padahal bersama Ayu dulu dia baik, tapi sedikit kaku juga sih. Batin Alber ketika melihat Miko keluar dengan wajah merah padam.


"Tuan... Apa anda baik-baik saja?"


Bersambung...


Jan lupa jejak nya yah... love u all...


sbnrx pekerjaan aku banyak, tapi kasihan kalian jika baca cerita yg menggantung begini... sabar yah. doain aja, mg takdir Nazeera dan Tamar di mudahkan...

__ADS_1


hehehe


igeh: greenteach21


__ADS_2