
Sebelum aku lanjut nulis, aku baca ulang nih part sebelumya, aku ngakak sendiri, kocak banget Nazeera ma abangnya... Gak ada akhlak. 😂😂😂
Jika da yg nanya kok bs nulis sekocak gini? Jawabannya, aku gak tau juga mengapa... Aku cuman sekedar nulis menyalurkan hobi ngakak...
Jujur,,, ngakakkkkkk banget baca part sebelumnya.... Hahahah... Astaga, tak ku sangka jika jiwa kocakku tersalurkan di dalam bab ini 😂 dan Alhamdulillah banyak juga yang terhibur.... Terimakasih yah...
Jika ada yg nanya karakter otor itu gmn, silahkan aja baca part awal ampe trakhir, jika bawaannya sakit perut, brrti aku orgx kocak.. Padahal emg kocak sih kata org2 dsni 🙄🙄
Yasudahlah... Jika ada yang merasa terhibur alhamdulillah... Anda puas saya lemas....
HAPPY READING
...............................
Huwaaaaaaa....
Nazeera menangis kencang membuat kupimg Tamar panas. "Kalau menangis terus, gak ada penyelesaian." Pria itu memeluk adiknya sayang.
Puk puk puk
"Tenanglah! Jangan menangis terus." Menepuk pundak sang adik. "Ceritalah, dek!"
Munhkin untuk pertama kalinya Tamar memanggilnya 'Dek'.
"Bang? Kamu habis makan jengkol yah?" Tanya Nazeera disela tangisnya.
Tamar langsung mencium mulutnya dengan cara mengeluarkan uap mulut ke tangan, kemudian menciumnya teliti.
"Aku gak makan jengkol kok,"
Hah hah
"Ngak bau!" Menatap Nazeera sekilas. Kemudian mengulang kembali keviatan konyolnya.
Nazeera ingin tertawa tapi takut dosa.
"Bang... Bukan itu, tapi kenapa abang tumben manggilnya 'dek'? Jelas Nazeera.
Tamar mendengus, rupanya dia menjadi oon saat bersama adiknya.
"Jelaskan pada ku mengapa kau kembali ke sini? Katanya kau memberi Dedi minuman yang sininya obat tidur. Padahal di sana sebentar lagi da rapat penting. Kenapa kau sangat kekanak-kanakan? Tak bisa kah kau di sana sebentar lagi? Banggakan almarhum suami mu? Kenapa selama jadi jader, kau..."
"Abang dengarin aku dulu."
Tamar mengucapkan semua kalimatnya berapi-api. Tak selembut tadi, suaranya keras penuh tekanan dan emosi.
__ADS_1
Nazeera yang ikutan emosi mendengar penuturan suara sang kakak langsung meletakkan telunjuknya di bibir Tamar, apalagi saat mendengar titel baru itu membuatnya geram.
"Abang bisa gak sih jangan ngatain aku janda lagi?" Nazeera kesal.
Huft
"Kembali ke topik awal. Buatlah alasan masuk akal, dan kau..." Menunjuk Nazeera dengan dagu. "Kau tadi mengatakan bahwa Jaya sudah menikah."
Baru saja Nazeera ingin mengatakan seauatu, tapi Tamar mendahuluinya, "Jangan menangis, ait mata mu buaya!" Sarkasnya dingin karena kesal.
Dasar abang durhaka!
"Bang... Ingat ngak sewaktu di apartemen Jaya?" Tanya Nazeera masih sesegukan.
Tamar tampank berpikir, kemudian mengangguk. "Saat itu aku lagi menemukan box, isi box itu ada selembar foto dan juga surat. Surat itu tertulis dalam bahasa asing. Soalnya aku gak tau apa isi suratnya." Lirih wanita itu. Pelupuk matanya sudah dipenuhi genangan air.
"Jangan menangis." Ketus Tamar serius. Dia ingin penjelasan dari adiknya. Bukan tangisan.
"Terus, aku pikir dia itu pa-pacanya Jaya."
Huwaaaaaaaa
Nazeera sudah menangis lebih keras. Tamar jengkel dan jengah. Dengan kasar dia menutup mulut adiknya. "Diam ngak?!" Pekik Tamar. Kesabarannya sudah habis.
Lama menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, barulah Nazeera melannutkan ceritanya, "Ternyata dia adalah istrinya."
Nazeera menangis tanpa suara, air mata menjadi saksi bahwa hatinya sangat terluka. "Jaya sudah menikah, bang." Ulang Nazeera menggigit bibir bawahnya, mengahpus air mata.
Husssttttt
"Kau sangat jorok sekali!" Desis Tamar tak ingin melihat adiknya melakukan hal yang jorok.
Hik Hik Hik
(Ceritanya jader ini lagi menangis esegukan. Giaman sih bahasa tulisannya kalau sesegukan? Hiz hiz atau ekhe ekhe?)
Entahlah... terjemahkan sendiri... Hehe
"Dari mana kau tau kalau dia istrinya?"
"Dia sendiri yang bilang, bang." Sambungnya lirih. "Abang nawarin aku untuk ke negara X, mungkin di sana aku mendapatkan kebenarannya. Ternyata emang benar, bahkan melebihi apa yang aku bayangkan. Dia bukan pacarnya melainkan ISTRINYA. Bahkan dia... Dia sudah memiliki anak." Nazeeda menjelaskan seperti kehabisan suara karena menangis.
Tamar menghembuskan nafas kasar.
Rupa-rupanya zombi itu mempermainkan dirinya. Kenapa dia tidak mengatakan hal itu padanya secara jujur sebelum meminang Nazeera?!
__ADS_1
Pikir Tamar.
Lama berdiam diri, Tamar menephk pundak adiknya merasa bersalah. Harusnya dia mengeri bagaimana sakitnya dikhianati dan ditonghal mati.
Mati?! Bahkan misteri kematian Jaya masih belum ditemukan.
Aku harus turun tangan. Bagaimana jika pelakunya sendiri adalah orang terdekat kita sendiri. Atas dasar apa orang itu menganggu keluarga ku? Apakah Jaya memiliki musuh? Mungkin saja, iya. Dia adalah pengusaha muda nomor satu. Lalu siapa istri Jaya yang dimaksud oleh jader ini?
"Sini abang peluk." Temar membuka ruang (tangannya) agar dipeluk.
"Abang...." Rengek Nazeera manja.
"Sabarlah! Jadi jader itu berat, tapi lebih berat lagi kalau kau menghitung helai rambut di kepalamu." Kekeh Tamar berusaha menghibur adiknya.
Nazeera memukul pelan dada Tamar, "Abang!" Ucapnya manja.
Tamar tersenyum.
Aku harus turun tangan. Aku sudah bosan memerintah namun hasil yang mereka dapatkan sangat lamban.
....................................
Bersambung...
Terimakasih terimkasih....
Green sayang kalian... 🤗🤗🤗
Mak mak ku sayang... love you sekenooonnn.. tapi syg, green gak punya kebun... 😐😐😐
Lope lope dahhhhh.. meskipum dikit, green bersyukur.. terimakasi udah ngikutin cerita gresek green ini....
Hari ini hati ku sangat bahagia... makanya up hari ini. Jika sering2 mood ku bagus, maka akan up, menjawab beberpa misteri agar JAYA BANGKIT DARI KUBUR...
yasudah yah.... Pkkoknya terimkassiiiiiiii....
Vote, like dan komen hanya sebagai pelengkap dk nobel ini. Jika bukan itu, apa lagi yang semngatin otor receh ini.
APAKAH DI SINI ADA YANG DARI SULAWESI SELATAN?
Siap-siap... Aku otw... 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Jan lupa komen apa yang adamda pikirkan pada part ini, yah 😘😘💕
__ADS_1
Sudahlah, aku tsrlalu banyak buat drama 😐
Bye... Wassalamu'alaikum.....