
Ketika keluar dari toilet, Nazeera ditarik oleh seseorang. "Hey. Lepaskan!"
Nazeera tidak melihat orang yang menarik dirinya. Karena langkah pria itu tak dapat Nazeera imbangi, hingga Nazeera jalan sedikit tertatih.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" Di koridor rumah sakit sangat sepi. mungkin karena ini adalah layanan VIP hingga tak ada yang berlalu-lalang.
Mereka tiba di depan lift. Pria itu masih diam dan menggenggam erat tangan Nazeera.
Nazeera sedikit maju ke depan untuk melihat orang yang menariknya.
Deg
Tak terasa, tetes air mata kembali tumpah. Apakah Jaya mengingat dirinya?
Tring
Lift terbuka. Jaya kembali menyeret Nazeera. Nazeera linglung. Pikirannya masih bertanya-tanya. Apakah Jaya sudah mengingat dirinya. Pertanyaan itu yang selalu terlintas.
Ingin rasanya dia memeluk pria di depannya.
"J-jay!" Nazeera berusaha menenangkan dirinya.
Jaya masih tak bergeming, pandangan matanya fokus ke depan. Namun, dia melihat Nazeera dari ekor matanya.
Merasa kembali tak digubris, Nazeera kembali menunduk.
tring
Pintu lift terbuka. Ini adalah ruangan yang paling atas di rumah sakit. Mereka berjalan, terlihatlah cahaya malam dari langit.
Brug
Nazeera tak tahan lagi untuk memeluk suaminya.
__ADS_1
"Jay!"
Hikz hikz hikz
"I Miss you so much."
hikz hikz hikz
Tak banyak kata yang bisa dia ucapkan. Dia memeluk Jaya kuat, seakan tak ingin melepaskan pelukannya. Takut kehilangan? Ya benar, Nazeera dihantui rasa takut untuk kembali merasakan rindu yang mendalam.
Jaya ingin membalas pelukan Nazeera. Namun, dia urungkan. Entahlah, apa yang Jaya rasakan.
"Disaat kita menikah, aku belum sadar bahwa aku ternyata sudah mencintaimu. Namun, disaat kamu meninggalkan ku, aku sudah sadar bahwa aku mencintaimu. Aku sangat takut kehilangan mu lagi, Jay. Jangan tinggalkan aku lagi karena aku juga mencintaimu." Nazeera mengucapkan kalimat itu menggebu. Kepalanya dia tenggelamkan di dada suaminya.
"Aku mohon, jangan tinggalkan aku. I love you to, Jay. I love you."
Hikz hikz hikz
"I love you." Ujar Jaya spontan. Dia seakan pernah mengucapkan kalimat itu dalm mimpinya.
Deg
Nazeera mendongak. Apakah dia tidak salah mendengar?
Lelehan bening masih saja menetes. Inilah momen yang dinantikan Nazeera. Oh rindunya belum terobati. Ingin rasanya dia berada dalam posisi ternyaman seperti ini.
Mata mereka bertemu. Pikiran Nazeera kembali di sibukkan dengan kata, apakah Jaya sudah mengingat dirinya?
Cup
Jaya tak tahan untuk tak mengecup bibir Nazeera.
Deg
__ADS_1
Nazeera tersentak menatap mata Jaya. Dia rindu akan tindakan Jaya yang seenaknya mencium dirinya. Dia rindu masa-masa dulu. Dan sekarang, tuhan masih berpihak padanya untuk bersama Jaya.
Cup
Nazeera kembali mengungkapkan rasa rindunya kepada sang suami. Dia telah berani mencium Jaya. Ini adalah pertama kalinya Nazeera mencium Jaya lebih dulu tanpa paksaan, tanpa di suruh.
Nazeera mencium bibir Jaya dengan lembut, begitu pun dengan Jaya. Dia juga membalas ciumannya.
Jaya seperti pernah melihat ini di mimpi buruknya, tapi wajah wanita itu belum jelas. Jaya sedikit kasar mencium Nazeera untuk tembus kedalam dunia mimpinya untuk melihat siapa wanita itu.
Nazeera tak bisa mengimbangi ciuman itu. Sedang Jaya berusaha menerobos mimpi itu melalui ciuman yang Nazeera berikan. Hingga, Jaya tiba-tiba berhenti. Lalu menatap lekat wajah Nazeera.
Nazeera yang awalnya juga menikmati kini membuka matanya saat ciumat itu berhenti. Mata mereka bertemu.
"Nazeera!" Gumam Jaya.
Nazeera tersentak. "A-apakah, kamu mengingat diriku?"
Tak jauh dari sana, seseorang melihat mereka saling melepas rindu. Dia memegang dadanya, berusaha kuat agar tak merasakan sakit.
Karena tak kuat, dia pergi meninggalkan dua sejoli itu.
Bersambung...
Maaf, ada kesalahan saat update dua hari yah lalu. Hingga kirimannya dobel. Sekarang green sudah revisi...
igeh: greenteach21
rela gak kalau aku sudah tamatkan novel ini?
jujur saja. Aku mulai nyaman dengan kalian. green merasa bangga karena kalian sudah menyukai tulisan green. meskipun dari pihak tak melirik karya green.
saya ucapkan terimakasih banyak. ayo komen jika masih ingin melanjutkan cerita ini. atau aku stop kan saja sampai dimana jaya bersatu dengan Nazeera.
__ADS_1