
Assalamu'alaikum.
Halo pembaca setia 'Ditinggal Nikah',
Alhamdulillah, tak terasa udah part 30ππππ
Terimakasih buat para readers dan yang sudah senantiasa mendukung Nazeera ππ€π€
.
.
.
***
Nazeera menatap mata Jaya, sepertinya lelaki itu serius.
"Terima." Teriak tamu yang lainnya.
Nazeera sangat gugup, mengapa semua bisa terjadi, "A-aku............."
Wanita itu kembali menatap satu persatu tamu undangan, pandangannya terhenti pada seseorang yang membuatnya sangat gugup dan sesal.
Akhyar? Kenapa Abang undang Akhyar dan Maya? Apa dia tidak berfikir bahwa itu akan menyakiti ku?
Nazeera kembali meneteskan air mata, mungkin para pengunjung akan melihat hal itu dengan anggapan bahwa, Nazeera sangat terharu. Jaya sangat romantis terhadap pasangannya, tetapi pemikiran mereka tidak sama dengan pemikiran Nazeera. Yang ada dipikirannya hanyalah sebuah hayalan belaka.
Jaya sedang melihat Nazeera, Mungkinkah dia menangisi ku. Mungkin dia tau kalau sekarang kaki ku sudah keram menunggu jawabannya hingga terharu seperti ini. Batin Jaya mengulas senyum.
Ayu pergi di dekat Tamar dimana mereka berkumpul dengan keluarga lainnya dan menyaksikan drama lamaran secara langsung.
"Kalau Zee menolak, matilah aku." Membuat Tamar mengerang frustasi saat melihat Nazeera hanya diam sambil menangis dari kejauhan. Karena salah satu cabang perusahaannya yang menjadi taruhannya.
Kedua orang tua Nazeera tersenyum penuh arti. Mungkin mereka menginginkan Nazeera sudah menikah dan memiliki keluarga kecil hingga sudah ada yang menjaganya.
Akhyar hanya diam, menatap intens kejadian di depan mata. Merelakan cintanya demi seseorang. Haruskah dia meronta dan mengamuk karena ingin memiliki Nazeera dan juga Maya. Pilihan yang termasuk mudah namun sulit untuk dipilih. Sebab salah satunya tak ingin di duakan ataupun disakiti.
Para pengunjung sebagian ada yang berpangku dagu, menikmati keromantisan yang diciptakan oleh kedua sejoli ini.
Merasa lama menunggu, pengunjung kembali bersuara, "Terima..... Terima.... Terima!!!" Ucap mereka bersamaan.
Akhyar mengalihkan pandangannya ke arah pengunjung yang berada di sebelahnya. "Seharusnya aku bahagia sekarang karena dia sudah ada yang menjaganya. Mengapa sangat sulit untuk ku." Gumam Akhyar keluar dari kerumunan dan menyalakan sebatang rokoknya.
"Jangan ikuti aku, sebaiknya kamu masuk jika kamu tidak ingin aku tinggalkan." Pinta Akhyar pada Maya karena mengikutinya.
Maya masuk lagi ke ruangan dimana mereka berada, dia tersenyum puas. Semoga kamu bahagia Nazeera.
Nazeera menatap Maya sekilas, kepalanya seakan mendidih.
"A-aku, i-iya aku mau." Ucap Nazeera dengan lantang seolah-olah bahagia. Karena ingin Akhyar mendengarnya secara langsung.
Akhyar menghentikan langkahnya, Semoga kebahagiaan mu ada padanya.
Setelah itu, Akhyar kembali duduk di dekat meja yang tersedia beberapa minuman yang beralkohol.
Setelah mengatakan ucapan Nazeera, para pengunjung semakin riuh karena baper.
__ADS_1
Jaya sangat bahagia, keram di kakinya tak lagi dia rasakan. seolah-olah tergantikan dengan rasa bahagia.
Jaya langsung memeluk dan berputar-putar. Nazeera sudah merasa pusing akibat ulah Jaya, "Jay... Hentikan aku pusing!" Pekik Nazeera.
"Ok sayang. Mana jarimu aku pasangin cincin." Ucap Jaya kesenangan lalu memberhentikan aktifitas berputarnya.
Kampr*t... Panggil sayang saja. Ngak bisa baca raut wajah apa, kalau aku lagi kesal.
Batin Nazeera dengan tersenyum yang di paksakan.
Tamar sangat bahagia, Aduuhhhhhhh, Zee terimakasih. Kamu masih menyelamatkan perusahaan ku.
Batin Tamar tersenyum senang ke arah adiknya.
Jaya mengambil lengan kiri Nazeera lalu menyematkan cincin yang sangat indah, setelah itu mengecup punggung tangan wanita itu.
"Terimakasih." Jaya tersenyum mengedipkan mata.
Nazeera hanya tersenyum samar, matanya menyapu seluruh ruangan untuk mencari seseorang. Memastikan bahwa orang tersebut benar-benar mendengarnya.
Dug
Mata Nazeera bertemu dengan Akhyar, Apakah menyakitkan? Melihat seseorang secara langsung dilamar atau lebih sakit jika undang yang datang padamu.
Ada rasa kecewa di hati Nazeera saat melihat kondisi Akhyar yang nampak acak-acakan dan menyembulkan asap rokok ditemani dengan segelas minuman beralkohol.
"Zee," Jaya mengguncangkan tubuh Nazeera yang melamun.
"Kita berdansa yuk?" Ajak Jaya.
Tanpa menunggu jawaban, Jaya sudah menarik kekasihnya. Pengunjung juga ikut bergabung, begitupula dengan Tamar dan Ayu.
Dia tau kalau Akhyar tersakiti, tapi dia juga tidak mau kehilangan orang yang dicintainya.
Aku emang egois Nazeera, demi kebahagiaan ku, aku rela merebutnya darimu. Melupakan semua jasa mu. Maafkan aku.
"Maafkan aku hingga melupakanmu." Akhyar mematikan rokoknya.
Maya dan juga Akhyar menemui Raha dan juga Mise untuk pamit. Akhyar menitipkan sebuah kado untuk Nazeera.
***
"Apakah kamu bahagia?" Tanya Jaya saat memperhatikan mimik wajah Nazeera yang tidak terkesan bahagia.
Nazeera mendongak, "Apa yang ingin kau dapatkan hingga melamar ku di depan banyak orang? Kau tahu, bahwa aku sangat menjaga nama baik keluarga ku, terutama bang Tamar."
Jaya tak berkutik, pendengarnya jadi sakit mendengar perkataan Nazeera 'Kau'. Pandangannya nanar, Jadi dia menerima ku hanya sebagai pelampiasan? Untung sayang.
Batin Jaya.
(Mungkin saja kata 'Untung sayang' adalah obat pereda hati Jayaπππ€£π€£ Sabarlah, Nakπ)
"Aku ingin cintamu, kasih sayang mu, rindumu, hidup mu, pikiran mu, dan semua yang ada pada mu. Aku ingin itu semua hingga aku melamar mu di tempat umum seperti ini. Seperti yang kamu katakan tadi, Karena aku tahu kamu tidak ingin mempermalukan keluarga mu hingga aku memanfaatkan waktu emas ini." Jelas Jaya dengan tatapan sayang.
Nazeera memeluk Jaya dan membenamkan wajahnya di dada pria itu, kakinya masih melangkah mengikuti gerakan dansa lainnya. "Hikz hikz hikz. Maafkan aku. Hatiku masih tertutupi. Aku tidak tahu apakah aku bisa mencintaimu, aku sakit sekarang. Sakit!!!"
Jaya membalas pelukan Nazeera, "A-ku tidak yakin untuk mencintaimu. Aku sangat sayang padanya. Sangat!!! Bahkan aku tidak membencinya saat mendengar kabar bahwa dia akan menikah, aku hanya kesal mengapa bukan aku yang dipilihnya. Mengapa? Hikz hikz hikz"
__ADS_1
Yaa Tuhan, sadarkan bocah kecil ini. Hatiku juga sakit jika selalu mendengar curhatan pria lain. Desah Jaya.
"Yasudah, ada aku untuk mengobati lukamu."
Nazeera tidak menggubris ucapan Jaya. Baginya memeluk seperti ini adalah sebuah ketenangan baginya. Melupakan segala gundahnya untuk meringankan bebannya.
"Terimakasih." Ujar Nazeera setelah lama berdiam.
"Hemm."
"Jay, bagai-..." Ucapannya terpotong karena Jaya berbicara.
"Berhenti memanggilku dengan nama." Kesal Jaya.
Nazeera mendongak, "Kenapa? Memangnya kamu mau aku panggil Ambulans? Kan namamu Jaya?" Celetuk Nazeera memasang wajah polosnya.
Jaya melihat Nazeera sangat menggemaskan, "Kenapa kamu mau memanggilku ambulans? Seharusnya aku yang memanggilnya, karena kamu yang sakit."
"Kamu tadi yang bilang berhenti memanggilku dengan nama."
"Sayaaaaaaang, masa kamu tidak mengerti."
"Mana aku mengerti, kamu saja yang sakit. Pengen dimengerti sama orang yang salah." Jawab asal Nazeera lalu melanjutkan untuk menyandarkan kepalanya di dada Jaya.
"Dasar bocah ingusan." Umpat Jaya.
Nazeera kesal hingga sengaja menginjak kaki Jaya. "Aaawwww." Kesal Jaya.
Nazeera tertawa hingga mengeratkan pelukannya agar tak mendapatkan balasan dari Jaya. "Jay, kenapa kamu bi-...."
Nazeera membelalakkan matanya, sebuah ciuman mendarat di bibirnya. "Omg, my first kiss." Pekik Nazeera.
Jaya kaget, masa iya tujuh tahun pacaran tetapi meskipun ciuman dari Akhyar belum dia lakukan. Tapi dia bersyukur untuk itu. karena dia yang merasakan cimuan Nazeera yang pertama.
"Itu sebagai hukuman karena kamu masih memanggilku dengan nama." Jaya tertawa senang.
Sekarang giliran dia yang mengeratkan pelukannya agar Nazeera tak bisa lepas.
"Ku panggil Ambulans baru tahu rasa."
"Kenapa selalu ambulans sih?"
"Karena yang biasa di panggil kan Ambulans." Jawab Nazeera yang masih berusaha lepas dari pelukan erat Jaya.
Astaga, sekarang aku yang terperangkap. Dasar Jaya kampr*t. Umpat Nazeera.
Bersambung...
.
.
.
Jan lupa, VOTE, LIKE AND KOMEN sebanyak-banyaknya.. Agar aouto semaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakin semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatt.
Hilangkan keegoisan mu demi rasa bersalah mu. Sebelum penyesalan menghantui.
__ADS_1
SELAMAT MENANTI...!!!
HAPPY NEW YEAR ISLAMICπππ