
Sekarang tibalah di mansion, "Nak. Maafin bunda yah tidak bisa nemenin kamu di rumah sakit." Raha menyambut Nazeera.
"Bundaaa. Zee kangen." Rengek Nazeera masih berada dalam gendongan Jaya.
"Loe langsung bawa dia ke kamarnya saja." Tutur Tamar.
"Emangnya Abang ngak mau apa gendong Nazeera?" Nazeera manyun.
Raha terkekeh, dia langsung menuju dapur.
"Turunkan aku di sofa." Tunjuk Nazeera kesal.
"Dasar manja." Cibir Tamar.
Jaya tidak mendengarkan perintah Nazeera. Dia terus saja melenggang ke kamarnya. "Jay, aku bilang turunin aku di sofa."
"Sebaiknya kamu pegangan saja kalau tidak mau jatuh. Kalau jatuh cinta sih ngak apa-apa tapi kalau jatuh ma'dung (jatuh ke lantai) sih yah ngak apa-apa juga." Ujar Jaya bercanda.
Nazeera masih bergelayut manja di leher Jaya. Dia menguatkan pegangannya agar tak jatuh.
***
Di luar ruangan, Dedi dan juga Tamar masih asyik mengobrol di ruang keluarga.
"Ada yang mau gue omongin."
"Hem, katakan!"
Dedi mengeluarkan selembar cek, kemudian menyimpannya di atas meja. "Itu dari pendonor. Dia menolak uangnya."
Tamar menautkan alisnya, " Loh, ngapa loe belum berikan ke dia?"
"Dia yang udah balikin, bos."
Dedi menceritakan kembali pada saat Miko memberikan cek itu. Sewaktu Dedi mau mengambil barang-barang Nazeera, dia tak sengaja bertemu dengan Miko. Saat bertemu, Miko langsung menampilkan wajah tak bersahabat. Padahal sewaktu pertama bertemu sangat ramah dan sekarang pertemuan keduanya malah ditatap dengan penuh kebencian. Miko mengembalikan cek yang pernah Dedi berikan.
Huuufffttttttt
Tamar menarik nafas panjang, kemudian mengeluarkannya secara perlahan.
"Ngapa loe?" Tanya Jaya saat tiba di sana.
"Gue ngak tau mesti gimana, wajar saja kalau saudaranya marah. Emang karena loe juga sih." Ujar Tamar.
"Gimana perkembangan dari pihak kepolisian?" Tanya Tamar pada Dedi.
Huft, gue sekarang punya dua bos.
Batin Dedi.
"Masih dalam proses penyelidikan, susah juga sih ngak ada yang kenal nih orang, soalnya wajahnya pakai masker." Dedi mengeluarkan selembar lukisan.
"Coba aja tanya Nona Nazeera. Mungkin aja dia tau." Usul Dedi.
"Dia lagi istirahat." Lerai Jaya dingin.
"Yaa ngak sekarang juga sih nanyanya." Gumam Dedi kesal.
"Sepertinya ini adalah kasus berencana, buktinya saat kamu pulang dalam keadaan Nazeera tidak sadarkan diri, kemudian ada laporan masuk dengan bunda dan juga gue. Terus, sekarang juga Nazeera kecelakaan." Curiga Tamar.
"Sebaiknya gue akan memperketat penjagaan untuk Nazeera." Gumam Tamar bersandar di sofa. Dia takut jika yang melakukan ini adalah teman bisnisnya.
***
(Gue sbenrx udh bosen nulis😢 mau gmn lagi yah, semngat juga naik turun)
Tiga hari kemudian, Nazeera sudah bisa berjalan tapi masih tertatih. Sedang Mitha kabarnya sudah bisa pulang dari rumah sakit. Berulang kali Nazeera meminta untuk bertemu dengan Mitha tetapi selalu saja Jaya melarangnya.
"Kalau kamu ngak bisa menghadirkan Mitha dalam acara besok, maka pernikahan tidak akan tetap berjalan." Ancam Nazeera langsung menuju kamarnya dan menutup keras pintunya.
__ADS_1
Jaya mengacak kepalanya frustrasi, dia pergi ke kantor Tamar. Dia menceritakan kemauan adiknya sekaligus meminta solusi.
Tamar menjadi pendengar setia, tawanya tak pernah diurungkan setelah mendengar curhatan sahabatnya sekaligus calon adik iparnya.
"Aduh, kuharap loe bisa bersabar atas sikapnya." Kekeh Tamar.
Jaya berdecak. Dia sendiri bingung harus bagaimana.
Di Mansion
Nazeera sedang memainkan ponselnya, mencoba membuka beberapa aplikasi. Salah satunya pesan dari Asyah. Beberapa hari ini dia tidak pernah berkunjung ataupun menanyakan kabar tentang butiknya.
💬 Mba, lagi sibuk yah? Beberapa pelanggan datang ke sini karena nona Maya merekomdasikan mereka untuk datang ke sini. Kami kewalahan mba. Izinkan aku mengadu pada tuanku😣
💬 Mba, kamu dimna? Baca pesan aja ngak apalagi nelpn.
💬 Mba, ada bbrp tim yang dtg ke sini, mereka bagian dri model. merk mau menjdikn desainer kita buat dipakaikan ke modlx.
Dan banyak lagi pesan dari Asyah. Nazeera sediri saja menggeleng tersenyum membaca pesannya.
📨 Kirimkan semuanya melalui email.
Balasan Nazeera.
Nazeera membuka Instagram. Yang menjadi publik utama adalah Ceo muda telah menikah dengan seorang model. Dimana foto Akhyar dan juga Maya yang tampil berdua.
"Mereka tampak serasi." Gumam Nazeera pelan.
Tak terasa ternyata air matanya menetes.
Tok Tok Tok
"Siapa?" Teriak Nazeera.
"Ayu."
Nazeera menghapus air matanya.
Ceklek
Nazeera membuka pintu.
"Zee..." Ayu merentangkan kedua tangannya.
Nazeera memeluk Ayu, menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu beneran mau nikah sama Jaya?" Tanya Ayu antusias.
Nazeera mengangguk malas. Dia merebahkan dirinya dengan kaki selonoran di lantai.
Ayu ikut berbaring, "Ternyata jodoh mu om-om." Ejek Ayu terkekeh.
Plak
Nazeera menoyor kepala Ayu, "Lalu apa bedanya dengan Abang gue. Kita seusia dan juga Jaya sama bang Tam-"
"Sudah-sudah. Ada yang mau aku omongin."
Nazeera menghadap ke Ayu, "Apa?"
"Aku sudah putus sama dia."
Nazeera langsung duduk, "Kenapa?"
"Jangan banyak gerak, kaki mu masih sakit kan?"
"Iya, masih." Nazeera memegang kakinya.
"Yasudah, kamu sudah minum obat?" Tanya Ayu sengaja mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Belum."
"Berarti kamu belum makan donk. Bunda dimana?"
"Belum, bunda lagi keluar, katanya sih lagi ada arisan." Jawab Nazeera.
"Yasudah, aku ambilkan dulu makanan di dapur."
Ayu dengan telaten menemani Nazeera tanpa mengeluh.
"Selamat yah atas pernikahan mu besok." Ucapnya setelah selesai makan dan minum obat.
"Yu, sebenarnya aku tidak mencintainya." Curhat Nazeera.
Ayu merangkul Nazeera, "Kamu tenang yah. Cinta itu ngak mesti langsung hadir, kamu inget ngak sewaktu ketemu dengan Akhyar?" Ayu mengingatkan.
Aduh, sepertinya gue salah ngomong lagi.
"Maaf-maaf. Sekarang gini, lebih baik pacaran setelah menikah." Ayu mengusap punggung Nazeera.
"Oia, kalau aku pernah dengar ni yah, cinta itu hadir dari tatapan mata." Ayu membayangkan seseorang saat bertemu. "Kalau mau tatap terus orang itu, maka akan tumbuh cinta itu dan akan membuat mu jatuh cinta. Jadi gampang kan kalau mau jatuh cinta." Ayu berbaring merentangkan tangannya sambil terus tersenyum.
"Gue yang curhat, ngapa loe yang berbunga-bunga. Hahaha."
Mereka tertawa bersama. "Kamu sudah punya gaun untuk besok? Acaranya jam berapa?" Celetuk Ayu bahagia mendengar kabar sahabatnya akan menikah meskipun tanpa cinta.
***
Sekarang di tempat Nazeera berdiri dengan tangan yang dingin. Jaya memenuhi ancaman Nazeera untuk menghadirkan Mitha dalam resepsinya.
"Na, loe nyantai aja, ngak usah gerogi."
"Mit, aku minta maaf yah, gara-gara aku, kamu jadi duduk di kursi roda seperti ini." Sesal Nazeera.
"Udah, gue aja ngak apa-apa kok kek gini. Bagus juga sih sebenarnya gue kek gini, soalnya bang Miko makin perhatian dan yang paling penting juga kerjaan rumah ngak gue kerjain. Hahaha."
Mereka tertawa bersama, sampai-sampai ketukan pintu menyandarkan mereka. Keadaan Nazeera lebih rileks setelah Mitha menghiburnya.
"Nak? Kamu belum siap? Jaya sudah datang." Ujar Raha.
Bersambung...
.
.
.
hadohhhh, maap yeh bagi penggemar Nazeera dan jaya. 🤗 dtgx lambat.
Cie Nazeera jadi nikah, selamat yehh.
Ucapan doa selamat buat Nazeera mana?
Mampir ke cerita otor juga yah...
ma
maaf jika ada yg ngk nyambung yah, ini lagi nyicil ngetik soalnya.
VOTE MANA VOTE VOTE
ayolah partisipasi nya mana, pembaca banyak namun liat like kurang😔ðŸ˜ðŸ˜ kurg smngat nulisx..
like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like komen like
SELAMAT MENANTI...!!!
__ADS_1