
Hallo, Assalamu'Alaikum para pembaca setia Ditinggal Nikah, jangan lupa acungkan jempol yah.
Author padamu ^^
.
.
.
Setiap orang selalu diselimuti dengan berbagai masalah dalam hidup, masalah kita akan membawa kita dalam kedewasaan. Boleh dikata bahwa, sebuah masalah akan menjadikan kita semakin dewasa dalam menyikapi tiap masalah.
Etsss, jangan lupa yah menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
@GreenTeach
.
.
.
***
"Zee, bangun Zee." Ucap Jaya menepuk pipi Nazeera.
Nazeera menggeliat, keringat bercucuran membasahi dahinya. "Astagfirullah, Untung cuman mimpi" Ucap Nazeera pelan tapi masih terdengar oleh Jaya.
"Kamu mimpi apa Zee? Ditinggal nikah? Itu bukan mimpi kok, itu kenyataan." Tutur Jaya heran.
Nazeera mendengar ucapan Jaya menjadi kesal, "Kenapa kita berhenti Jay?" Ucap Nazeera mengalihkan pertanyaan Jaya. Wanita itu berbicara tanpa memperhatikan luar kaca mobil.
"Emang kamu mau nyuruh aku ngelanggar yah? Liat tuh ada pelangi bertiang." Ucap Jaya menunjuk lampu merah dengan dagunya.
Nazeera masih kesal sampai mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang. Sudah tiga puluh menit saat melewati lampu merah, Jaya berhenti di sebuah lorong kecil. Mereka turun dari mobil mengambil makanan yang sudah Lelaki itu beli saat Nazeera tertidur, termasuk belanjaannya sewaktu di supermarket. Lelaki itu berjalan menelusuri lorong-lorong diikuti oleh Nazeera hingga berhenti di sebuah gubuk kecil.
"Jay, kenapa kita kesini? Bukannya ke apartemen yah?" Tanya Nazeera ketika melihat Jaya berhenti.
"Iya, apartemennya sudah di depan mata." Kata Jaya sambil celinguk kiri dan kanan.
__ADS_1
"Itu mereka, Apar dan temen-temennya." Sambung Jaya menunjuk ke arah anak-anak yang tengah asyik bermain.
Banyak anak-anak yang bermain di sekitar gubuk tersebut. Dengan pakaian seadanya, sudah terlihat kusam namun masih layak untuk dipakai.
Nazeera melihat banyak anak-anak yang datang menghampirinya. Hatinya sangat bahagia dan tersentuh. Mereka masuk kedalam gubuk tersebut dengan memberikan salam. Pemilik gubuk tersebut membalas salamnya.
"Kapan kamu datang Nak, Jay?" Sambut Ibu paruh baya yang merupakan pemilik gubuk tersebut. Rambutnya mulai memutih, kulit dipipi terlihat keriput, tatapannya hangat, dan tangannya sangat kasar bila disentuh.
"Baru kemarin Amma." Jawab Jaya memberikan pelukan pada ibu paruh baya tersebut.
Ibu paruh baya tersebut adalah seseorang yang telah menolong Jaya beberapa tahun yang lalu, Sebelum pergi ke negara X. Lelaki itu selalu memanggilnya dengan sebutan Amma. Sebelum benar-benar pegi ke negara X, lelaki itu mengantar Amma pulang kerumahnya yaitu tempat tinggal berupa gubuk kecil.
Jaya memperkenalkan wanita yang berada di sampingnya setelah melihat tanda tanya di wajah Amma. Nazeera sangat senang dengan sambutan berupa pelukan yang diberikan oleh Amma.
Jaya memberikan makanan yang telah di beli kepada anak-anak. Amma membawa kantongan berupa bahan mentah keluar rumah. Dapur Amma berada di luar rumah, memasak dengan tumpukan kayu bakar yang tersedia. Nazeera tidak henti-hentinya untuk bersyukur. Ternyata masih ada yang lebih susah.
Jaya ikut bergabung dengan Apar dan teman-temannya yang lain. Nazeera begabung dengan Amma mengolah masakan.
Nazeera menyukai kesederhanaan. Tetapi untuk kali ini, wanita itu sangat kesusahan walau hanya untuk menyalakan kayu bakar saja. Amma memberikan pengertian pada Nazeera, bagaimana cara agar kayu itu dapat menyala. Namun berulang kali Nazeera mencoba untuk meniup atau mengipas, api tersebut tak kunjung menyala. Wanita itu berulang kali batuk akibat asap tersebut.
Amma menahan tawanya melihat Nazeera yang tampak sangat kesusahan. Hingga akhirnya Nazeera memilih untuk membantu memotong sayuran dan bahan yang lainnya. 'Ternyata kelihatannya aja yang gampang, prakteknya yang susah.' Keluh Nazeera dalam hati.
***
Nazeera makan dengan selali-kali bersendagurau. Hidup dengan sebuah kata keserhanaan menimbulkan sejuta kata bahagia jika diiringi kata syukur. Mungkin banyak orang yang menganggap mencari kebahagiaan itu sangatlah susah. Apalagi dalam dunia yang penuh carut-marut ini. Tidak jarang melihat banyak orang yang mengalami stres dan depresi dalam menghadapi banyak masalah. Mereka hanya membutuhkan seseorang untuk membawanya dalam pikiran positif. Bukan pada jurang keburukan.
Kata bahagia sangat sederhana untuk membantu seseorang kembali sadar bahwa hidup berarti sangatlah berarti. Saat seseorang tidak hanya fokus pada hal-hal besar dalam hidup, mereka dapat lebih bersyukur dan lebih berbahagia dengan hal-hal kecil. Setiap orang memiliki rintangan tersendiri dalam hidup, karena itu jalani dengan bersyukur dan berbahagia.
Kebahagiaan bukan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Kebahagiaan adalah melakukan hal-hal yang bermakna. Menjadi bahagia bukan berarti semuanya sempurna. Itu berarti kamu telah memutuskan untuk melihat melampaui ketidaksempurnaan. Rahasia kebahagiaan adalah menemukan kebersamaan yang menyenangkan.
***
Sudah sore hari, waktunya Apar dan teman-temannya ngameng. Anak kecil berusia dua belas tahun mengajak Nazeera dan Jaya agar ikut mengamen.
"Jay, thanks for today. Really i'm very happy." Kata Nazeera saat berada di pinggir jalan raya besama anak-anak yang lain.
"Sawi-sawi Zee." Balas Jaya dengan nada bercanda.
"Kakak, kita kesana yuk, udah lampu merah." Ucap Apar menunjuk ke arah lampu merah.
__ADS_1
Mereka menuju lampu merah. Jaya memetik gitar yang dibawah oleh Apar. Apar sangat bahagia karena suara Nazeera sangat merdu hingga banyak yang menyumbang. Apar dan kawan-kawan memberikan tepukan sebagai irama dan juga mengunjungi mobil ataupun motor satu persatu.
Ketika lelah, mereka beristrahat di sebuah taman. Membeli air dengan hasil yang mereka dapatkan untuk di minum. Sisanya akan diberikan oleh Amma.
"Jay, kenapa kamu mau ikutan mengamen? Bukannya kamu bisa nyumbang yah untuk mereka?" Kata Nazeera mulai membuka suara. Nazeera berbaring di atas rumput hijau yang masih segar. Wanita itu berbicara sambil memejaman mata, kedua tangannya berada di atas rerumputan. Rasa lelahnya benar-benar terasa saat berada dibawah terik matahari. Karena biasanya waktu yang dihabiskan Nazeera selalu di ruangan ber-AC. Kecuali saat akan pulang, karena wanita itu selalu memakai motor. Sangat jarang sekali memakai mobil.
Apar dan kawan-kawan sibuk bernyanyi dan bertepuk tangan. Mengisi waktu istrahat dengan menghibur diri masing-masing.
Jaya ikut berbaring didekat Nazeera, salah satu tangannya berada di bawah kepala.
"Hanya ingin bersenang-senang saja. Apakah kamu tidak senang?" Kata Jaya, keduanya benar-benar sangat bahagia dapat membantu keluarga Amma.
"Aku sangat bahagia." Ucap Nazeera dengan suara kecil.
Jaya berusaha mengajak Nazeera berbica, tetapi tidak ada jawaban. Mungkin wanita itu tertidur, begitu pikirnya. Hingga lama menunggu, Jaya mencoba membangunkan Nazeera, tetapi tak kunjung bangun. Anak-anak yang berada di dekatnya mulai khawatir.
"Zee..Zee." Ucap seseorang yang tiba-tiba datang menerobos.
Bersambung...
.
.
.
Hallo pemirsa, jangan lupa komen untuk menyemangati Author yah.
^^ aku padamu.
Author : Satu satu aku sayang kamu.
dua dua aku tak suka dua
Tiga tiga.........
Natizen : Bukannya kamu nyanyi yah? kok ganti lirik?
Author : Iya, aku emg ngk suka mendua. Makanya satu aja, yaitu kamu.
__ADS_1