Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
BAB 84 DITINGGAL NIKAH


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, pernikahan Tamar dan Mitha telah kelar. Nazeera kembali ke negara X atas desakan Tamar sendiri. Nazeera tak ambil pusing mengapa abangnya selalu menyuruhnya agar pergi dari tanah air.


Tok tok tok


"Ada apa?" Pungkas Nazeera melihat Dedi.


"Nona, kita akan ke restoran 5 menit lagi."


Ingin rasanya aku melempar semua berkas ini ke hadapan mu.


Prak


Suara gubrakan meja. Dengan geram, Nazeera berdiri di tempatnya sambil menghentakkan kaki berjalan.


Nazeera sangat tidak menyukai urusan kanfor, dia lebih suka membuat jemarinya menari diatas kertas menggunakan pensil daripada berada di depan layar. Kepalanya terasa nyut-nyut.


Berbeda di tempat lain, seorang wanita di sekap atas suruhan lrang petinggi. Hari ini adalah jadwal kunjungan sang tuan.


"Ummm... Ummmm.. Ummm."


Wanita itu ingin mengatakam sesuatu, tetapi tangan dan mulutnya di bungkam dan diikat.


Ceklek


Suara pintu terbuka membuat wanita itu menghentikan aktivitasnya.


"Kenapa?" Tanya Tamar mengejek sambil mencengkram dagu wanita itu.


"Ummm ummm mmmm."


"Alber?" Panggilnya melirik Alber. "Tangan ku najis menyentuh wanita ini." Tamar berdecih membersihkan tangannya seolah habis memegang kotoran.


Dengan sigap, Alber memberikan sapi tangan yang selalu dia bawa. Tatapan Tamar dialihkan pada wanita yang terlihat kesal.


"Al, aku ingin memberikan wanita tak tahu diri ini pelajaran, tapi aku juga tak ingin membuat tangan ku kotor hanya karena wanita ini." Jelas Tamar.


Alber lagi-lagi mengangguk seolah mengerti.


"Emmm... Emmm."

__ADS_1


Arber semakin mendekati wanita yang tampak gusar di tempatnya. Keadaannya panik, hingga dia gak diam.


Tamar duduk manis di tempat yang tak jauh dari mereka. Senyum sinis nan ejekan, geram, marah, bercampur menjadi satu.


Alber menyiapkan cambukan di tangannya.


Prak


Cambukan pertama melayan di kulit mulus wanita itu.


"Mmmm... Mmmm..."


Alber tak peduli, perlakuan dia seperti malaikat penyiksa kubur.


Prak


Cambukan kedua membuat tubuh wanita itu ambruk dari kursinya. Tangis sakit atas siksa yang dia dapatkan. Sedangkan, pria bertubuh tinggi itu duduk dengan gagahnya seraya senyum puas terbit di sana.


"Cukup!" Tahan Tamar saat cambukan ke tiga ingin mendarat.


"Lepaskan ikatan mulutnya!" Ucapnya dingin. Rasa tak sabar ingin dia dengar dari mulut wanita itu.


"Ck."


Hikz hikz hikz


"Jangan datang pada ku untuk meminta maaf! Jangan pikir bahwa aku masih mencintai mu, kau salah! Sangat salah!" Tamar kembali mencengram mulut wanita itu.


Yah... Wanita itu adalah Ayu. Dia audah di sekap setelah Tamar mengetahui yang sebenarnya. Hingga, saat di pernikahan, Ayu tak hadir. Nazeera mencarinya, tapi dia pikir bahwa Ayu tak akan datang karena ini adalah pernikahan mantannya. Nazeera juga bingung, sejak kapan Tamar mencintai Mitha. Sedangkan Tamar dan Ayu berpacaran sudah sangat lama, tapi yang dinikahi adalah Mitha.


Kisah yang menyedihkan! Ternyata sahabatnya juga mengalami nasib yang sama yakni ditinggal nikah. Hah? Entahlah apa yang terjadi. Yang jelas Nazeera tak ingin mengungkit tentang Ayu di hadapan Mitha, takut jika hal itu akan melukai kakak ipar barunya. Dan Ayu? Mungkin saja Ayu sengaja menghindari pernikahan ini. Itu pasti sangat berat, meskipun mengangkat kulkas adalah hal yang berat secara nyata. Acuhnya.


"Mas..." Lirih Ayu mendengar kenyataan pahit.


"Dan orang yang menelpon ku saat Nazeera berkunjung ke Amma adalah kau kan?" Tekan Tamar menunjuk kasar Ayu.


Ayu melotot. "Kenapa? Apakah saya salah?!" Geram Tamar. Dia sangat muak melihat mantan kekasihnya itu.


Brug

__ADS_1


Dengan kasar dan tanpa perasaan, Tamar menendang perut wanita itu.


Aawww


Hikz hikz hikz


Ayu merintih, dia tidak bisa bangun atau pun bicara dengan jelas. Pikirannya masih melayang-layang.


"Katakan yang sebenarnya, apa motif mu melakukan ini? Mulai dari kecelakaan yang menimpa Nazeera dan Mitha, minuman Nazeera, hingga kecelakaan Jaya?!" Teriak keras Tamar. Arwah dingin nan kejam sudah keluar tanduk.


Ayu melotot, dia menggeleng sambil menangis meringkuk di tempatnya. Tali masih melekat kuat di badannya.


"Maaf saja tak cukup bagi mu! Dasar sin*ting, gila, ja*lang, kurang ajar, anjing. Haaaaahhhh." Umpatan demi umpatan keluar dari mulutnya.


Brug


Tamar menendang kepala Ayu. "Mati saja tidak cukup bagi mu!" Kutuknya melihat Ayu diam tak berdaya, sepertinya dia tak sadarkan diri. "Gara-gara kau, adik ku kehilangan suaminya dan aku kehilangan sahabat ku!" Desisnya melangkah dan kembali ingin menyiksa wanita itu.


"Tuan..." Panggil Alber ragu. Sedari tadi dia diam menyaksikan amarah sang tuan. "Tuan... Jaga emosi anda. Sebentar lagi saya akan mengantar tuan ke mansion, karena Nyonya besar meminta Anda pulang secepatnya." Tamar mengjentikan langkahnya. Benar yang dikatakan sang asisten. Jika Raha tahu bahwa anaknya menjadi seorang penyiksa, pasgi penyakit sang ibu akan kambuh. Dia sangat menjaga hal itu.


Terdwngar hembusan nafas kasar Tamar. Mata memerah tak tersalurkan. Rasanya ingin menyiksa lebih lama lagi. Tapi, jika diserahkan oleh Alber atas penyiksaan itu dia masih kurang puas. Hingga dia sendiri yamg maju mendaratkan tendangan.


...............................................


Bersambung....


Maaf yah sahabat DN. Kemarin Green lagi ngurus sesuatu. Pas kembali ke kota tau2nya badan drop minta rehat. Oh ia, untuk jadwal DN, silahkan follow akun otor yah.


ig: greenteach21


Jika berkenan, mohon umtuk vote lagi yah, dan juga komen yang membuat otor semngat..


APA PENDAPAT KALIAN TENTANG PART INI? KINI SUDAH TEROBATI RASA PENASARANNYA.


komen komen komen komen komen.....


Vote kamisnya mana? 🙄🙄💕💕


Terimakasih mak2 nya green sudah setia menunggu. lope u 💕

__ADS_1


__ADS_2