
Dua hari telah berlalu, Nazeeea sudah baikan. Berulang kali berkas dari Tamar ia buka. Tapi hatinya berkata lain.
"Nona? Anda mau kemana?"
"Saya mau menghabiskan uang suami ku." Ketus Nazeera.
Menghabiskan sih boleh, tapi ingat kantor donk, kerjaan jadi aku yang handel, mana di tanah air juga gak normal. Di sana juga lagi ada masalah.
"Kenapa kamu bengong? Ayo Jalan."
"Nona, saya akan menghubungi sopir untuk menemani anda. Saya harus ke kantor untuk mewakili pertemuan Anda."
Senyum sumringah mekar di sudut bibir Nazeera. Inilah yang ia harapkan untuk pergi tanpa celotehan Dedi di dekatnya.
"Baiklah, tak masalah." Bengis Nazeera pura-pura acuh.
"Terimakasih, nona. Jadilah jader yang baik di luar sana." Pesan Dedi bijak.
Nazeera melotot, jadi selama ini dia ini apa? Bijak?
"Sok bijak kali kau ini." Sarkas Nazeera menutup pintu mobil kasar.
Setelah menunggu beberapa menit, sopir suruhan Dedi tengah tiba. Dedi memakai mobil sopir tersebut menuju kantor. Sedangkan sopir itu naik di mobil Nazeera berdasarkan perintah.
"Nona, kita mau kemana?"
"Kau jalan saja. Nanti aku tunjukkan jalannya." Sebelum memerintah, Nazeera memeriksa situasi, apakah Dedi sudah pergi atau belum.
Nazeera mengambil ponselnya menghubungi seseorang. "Bagaimana?" Tanyanya langsung saat panggilan itu terhubung.
"Terimakasih..." Nazeera mematikan panggilannya. "Pak, kita lurus saja, lampu merah kedua belok kanan, terus di pertigaan pertama kita jangan belok, lurus saja nanti kita belok di pertigaan kedua, nah di sana kita belok kanan. Setelah itu kita lurus, kemudian disana juga ada lampu merah."
Supir itu diam menganga memperhatikan cerocos Nazeera.
__ADS_1
Glek
"Non, bisa ngak nona sebut aja alamatnya?"
Nazeera menoleh yang sedari tadi ia fokus memperhatikan maps.
"Astaga..." Pekik Nazeera menepuk dahinya.
Percuma donk tadi buang-buang air liur untuk menjelaskan arah, tau-taunya dia juga malah kebingungan.
"Sudah jalan saja!" Sarkas Nazeera tersulut emosi.
***
Di lain tempat, Tamar memasuki gedung tua. Di sana ada seorang wanita berparas cantik, namun kecantikan itu sudah di tutupi dengan luka.
Ceklek
Senyum puas Tamar menatap wanita itu.
Tamar semakin mendekat, "Apakah kau tahu apa yang terjadi?"
Mata Ayu menatap penuh kebencian.
"Aku masih menyelidiki mu, karena kamu masih tak mau berbicara apa motif mu sebenarnya." Tamar duduk bersilang, tangan terlipat di depan dada.
Tatapan yang Ayu berikan sangat Tamar tak sukai, dia menarik kasar rambut wanita itu hingga Ayu berteriak histeris.
"Tamar..."
Hikz hikz hikz
"Sakit..." Ucapnya iba.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukan ini pada ku? Nazera? Orang yang selama ini menyayangi mu, tapi kau..." Bengis Tamar menghempaskan kepala Ayu kasar.
"ALBER!!!" Teriak Tamar dengan mata memerah akibat marah.
Sedetik kemudian, pintu terbuka. Nampaklah dua orang pria. Yang satunya Alber dan yang satunya lagi seorang pria yang di sekap. Mulutnya ditutupi lakban dan tangan diikat kebelakang. Mata pria itu ditutupi oleh kain. Beberapa bekas luka di sekujur tubuh.
Deg
Hati Ayu nyut-nyut. Rahasianya terbongkar. Mampuslah dia.
"Hahaha..." Tamar menertawai kebodohan Ayu.
Brug
Alber melempar pria itu di hadapan Ayu. Pria itu terjatuh, seakan sedang bersujud di kaki wanita itu.
"Franky." Gumam Ayu tanpa sadar.
Bersambung...
Maaf yah mak.... Aku lagi ada kerjaan di dunia nyata... Doain green sehat trs... Love u so much.
Jan lupa V L K...
Ayo komen,, jika kalian komen yang membuat ku ngakak, haru tangis, aku janji bakal up lagi bsok...
ππππ
Aku ada lagi nih cerita buat kalian.....
MENIKAHI USTAD GADUNGAN
Bila berkenan mampir yah.. Jika ingin tau ceritanya ada di mana, silahkan tengok di IG otor yah π
__ADS_1
Β greenteach21