Ditinggal Nikah

Ditinggal Nikah
Berusaha Tegar


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Halo pembaca setia Ditinggal Nikah πŸ€—πŸ€—


Selamat membacaβ€οΈπŸ’•


"Bermimpilah dalam hidup, jangan hidup dalam mimpi."


@Andrea Hirata


.


.


.


***


Kamis telah tiba, perjanjian antara Jaya dan Nazeera pun telah habis. Nazeera sangat bahagia lepas dari kurungan Jaya. Mengikutinya kemana pun selama sepekan adalah hal yang sangat membosankan baginya.


Saat tiba di butiknya, dia sibuk berkutat di depan laptop. Melihat beberapa laporan selama dia tidak masuk.


Tok Tok Tok


"Mba, istirahat dulu. Karyawan sudah menunggu di bawah." Ujar Asyah mengingatkan.


Wanita yang di maksud itu langsung mengangguk lalu berdiri mengambil ponselnya. Dia berjalan beriringan dengan asistennya.


Keningnya berkerut saat membuka ponselnya. Terdapat beberapa panggilan dari nomor yang tak di kenal.


"Ada apa mba?" Tanya Asyah saat melihat ke arah Nazeera.


"Ini, ada beberapa panggilan dari nomor yang tak di kenal." Jawab Nazeera memperlihatkan ponselnya pada Asyah.


"Telfon balik aja kali mba, supaya tau dari siapa." Usul Asyah.


"Oh iya yah." Nazeera cengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nanti aja deh, setelah kita makan." Imbuhnya menyimpan ponselnya di saku celana.


Mereka telah tiba di ruang makan bersama para karyawan. Kebiasaan yang mereka lakukan di saat istirahat ialah makan bersama. Menikmati hidangan makan siang dengan canda dan tawa.


Para karyawan sangat bersyukur memiliki bos muda seperti Nazeera. Tidak sombong dan berbaur dengan siapa saja. Kecuali jika pekerjaan yang belum selesai, di tambah suasana hati Nazeera yang sedang tidak baik. Imbasnya akan beralih ke karyawan.


Semua karyawan sudah mengetahui bagaimana sifatnya. Aura dingin pada dirinya akan keluar begitu saja. Jika suasana hati bosnya bagus, maka mereka tidak canggung untuk bercanda ria, begitupula sebaliknya. Berbeda usia dengan para karyawan bukanlah penghalang. Tetapi sopan santun tetap di lakukan oleh mereka.


Para karyawan mengetahui rumor tentang pernikahan Akhyar. Semuanya turut sedih atas kesedihan yang di alami bosnya. Sekarang, yang perlu mereka lakukan adalah menghibur dan menghindari pertanyaan yang akan membuat Nazeera mengingat masa lalunya.


"Mba, terimakasih yah." Ucap salah satu karyawan saat selesai makan siang.


Nazeera hanya tersenyum, Bagaimana bisa aku bisa larut dalam kesedihan ku secara terus-menerus. Melihat mereka bersemangat membuat aku menjadi lebih baik.


Jam ISOMA (Istirahat, sholat dan makan) telah usai, mereka kembali ke tempatnya masing-masing.


Di dalam ruang kerja Nazeera, ponselnya berbunyi. Lagi-lagi dia mengerutkan keningnya. Siapa yang selalu menelfon.


Di saat ingin mengangkat panggilannya. Asyah datang, "Mba, di luar ada seseorang yang ingin pesan gaun pengantin, tap Dia ingin langsung Mba yang menemuinya."


Nazeera mengurungkan niatnya untuk menggeser warna hijau. "Yasudah, suruh saja langsung masuk."


Dia melihat ponselnya kembali, tetapi panggilannya sudah mati. Dia menelfon balik nomor tersebut tetapi sudah tidak aktif. "Huuufffttttttt, buang-buang waktu saja." Gumamnya menghembuskan nafas kasar.


Suara ketukan pintu membuat pandangannya mengarah ke sana. Wajahnya semakin muak saat melihat siapa yang masuk. Wanita itu langsung masuk dan duduk di sofa tanpa di persilahkan.


"Wahh, jadi kamu yang punya butik ini?" Tanyanya memandang takjub tak percaya.


Nazeera menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara pelan. Berusaha untuk tersenyum mungkin itu lebih baik. Mengawali dengan senyuman kepada para pengkhianat.

__ADS_1


Nazeera menuju sofa, "Seperti yang kamu lihat sendiri." Ucapnya cuek dan dingin.


"Zee, maafin aku." Wanita itu berkata dengan tulus.


"Maaf, urusan kita hanya sebatas pelanggan."


Wanita itu tersenyum canggung, "Aku melihat di salah satu majalah. Sudah lama aku ingin berkunjung ke sini." Ucapnya akrab.


Nazeera hanya tersenyum getir. Berusaha untuk setenang mungkin.


"Butik ini ternyata lumayan juga. Makanya aku ngak nyangka ternyata pemiliknya adalah kamu."


Nazeera hanya memandangnya datar. Berusaha berdamai dengan suasana hatinya yang sedang kacau hanya karena wanita ini.


Jangan-jangan Caffe itu juga adalah miliknya. Karena nama ini juga sama. Batin wanita itu.


Lamunannya terhenti saat Nazeera bertanya.


"Ada urusan apa kamu datang kemari?"


"Eh, itu... Emm aku kemari mau membuat gaun pengantin." Ucapnya hati-hati. Takut Nazeera akan tersinggung.


"Pernikahan kami tinggal beberapa hari lagi. Tapi aku baru sempat mampir mencari gaun pengantin. Soalnya kemarin-kemarin aku sangat sibuk begitupula dengan Akhyar." Sambungannya panjang kali lebar.


Sudah ku duga. Batin Nazeera.


"Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa. Aku bisa kok ke tempat yang lainnya." Ucapnya saat melihat wajah Nazeera tidak bersahabat. Dia mengambil tasnya dan berdiri.


"Siapa bilang aku tidak bisa. Aku bisa membuatkannya khusus untuk kalian hanya dengan waktu 48 jam." Nazeera menekan kata terakhirnya.


"Waw, itu berarti kamu sudah mengikhlaskan Akhyar, Zee?" Tanyanya memastikan.


Nazeera tersenyum getir. Lagi-lagi bertanya tentang perasaan.


"Sudahla, May!!! Jalani masa depan kalian dengan baik." Ucap Nazeera berdiri mengambil beberapa benda di atas meja.


"Kalian ingin yang seperti apa?"


Yah, wanita yang menemui Nazeera adalah Maya, calon istri dari Akhyar. Wanita itu mulai menjelaskan seperti keinginannya, Nazeera mencatat sesuai yang di inginkan oleh Maya.


"Aku sudah menyuruh Akhyar untuk datang kesini. Agar kamu mudah untuk mengukurnya." Ujar Maya setelah selesai di ukur oleh Nazeera.


Nazeera hanya mengangguk sibuk menulis di atas kertas.


"Zee? Kamu masih marah sama aku?" Maya duduk di dekat Nazeera.


"Kenapa kamu diam? Jawab aku, Zee." Lanjut Maya memegang pundak Nazeera.


Nazeera duduk berhadapan dengan wanita itu, "May, jangan pancing seseorang. Kamu tau kan sifat aku bagaimana?"


Maya langsung memeluk Nazeera, wanita itu menangis. "Zee, maafin aku. Hikz hikz hikz. Maafin aku. Sungguh ini sulit untuk mu dan juga untuk ku."


Nazeera mengerutkan keningnya, dia hanya diam terpaku. "Bukankah kita bersahabat?" Imbuh Maya yang masih menangis.


"Kalau kamu anggap aku sahabat, tapi kenapa malah kamu menikung di tikungan tajam?" Tanya Nazeera.


"I-Itu, itu karena...." Maya diam.


"Lalu, hubungan kalian sejak kapan? Kenapa kalian sama-sama berkhianat?!"


Maya semakin menangis, mengeratkan pelukannya kembali.


"Zee, aku kangen pelukan mu. Jangan bersikap dingin padaku. Aku tak sanggup."


Nazeera masih belum membalas pelukan Maya. Dia berusaha bersabar, dia harus terbiasa dengan keadaan seperti ini. Agar hatinya lama-lama akan menjadi terbiasa. Bukan kah Ala bisa karena terbiasa?


Wanita itu melepaskan pelukannya saat mendengar ponselnya berbunyi.

__ADS_1


Sebelum mengangkat panggilan tersebut, Dia mengatur nafas dan suaranya. Menghapus sisa genangan air mata di pipinya.


"Halo."


"..."


"Ikuti saja alamat yang aku berikan."


"..."


"Yasudah kalau begitu."


Dia mematikan teleponnya. "Zee, aku turun dulu yah?"


Tanpa menunggu jawaban, Maya sudah berlalu.


Yaa Allah, kuatkan hati ku. Damaikan hatiku. Engkau Yang Maha membolak-balikkan hati. Jangan lah Engkau membuat hatiku membencinya. Batin Nazeera tersedu-sedu melihat punggung Maya.


***


Seorang pemuda datang, dengan memakai kecamata hitam.


"Hey, kenapa kamu tidak mau langsung masuk saja." Maya bergelayut manja di lengan lelaki itu.


Lelaki itu tidak membalas ucapannya, Dia hanya menatapnya datar.


Melihat itu, Maya menjadi manyun, Selalu saja begitu.


"Yasudah, ngak apa-apa. Kita masuk saja yuk." Ajaknya.


Mereka memasuki ruangan Nazeera. Di saat masuk, Maya menjadi bingung sendiri.


Bersambung...


.


.


.


Uuuuhhhuuuuukkkk...


Penyakit batuk kambuh lagiπŸ˜‘πŸ˜‘


Natizen: Kenape lgi tuh Thor?


Author: Ayo? Tebak kenapa?


Natizen: Kalo bener dapat hadiah ngk?


Author: Wokeh, gampang soal hadiah.


Natizen: Beneran, bukan hoax kan?πŸ˜…πŸ€£


Author: idiiiihhh. sok gaya, hoax apanye. Prank kali.


Natizen: hadiah nya apaan?


Author: Amplop kosongπŸ˜…πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£


SELAMAT MENANTI...!!!


JAN LUPA TINGGALIN JEJAK YAH.


VOTE, LIKE, KOMEN.


Bagi yang blom ngasih bintang dri langit, Jan lupa yah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ BINTANGNYA.

__ADS_1


__ADS_2