
kalian tahu apa yang buat green malas up?
ketika banyak yang baca tapi yaa subhanallah, yang like aja dikit, apalagi komen....
buat kalian yang baca ini, smg Allah mudahkan jalan kita semua.... aaamiiiiiiiiiiiiiiin...
***
Nazeera telah tiba di mansion dengan wajah kesalnya. Dibodohi oleh yang yang tersayang, membuatnya jengah.
"Ayah... Bunda...." Teriak Nazeera saat tiba di dalam rumah.
"Loh loh, anak gadis mama kok datang teriak-teriak?" Tanya Raha lembut.
"Anak janda!" Tamar menyela ucapan sang bunda.
Nazeera melotot menghadap sang Abang. "Buuunn...." Rengek wanita cantik itu.
"Kalian yah, sudah pada nikah tapi kok masih saja selalu ribut." Raha memegang kepalanya.
Nazeera mengedarkan pandangannya. "Ayah dan kakak ipar mana, Bun?"
"Mitha lagi istirahat. Mungkin saja pengaruh hamil. Kalau ayah, baru saja masuk ke kamar."
Nazeera manggut mengerti.
Bukannya dia yang nyuruh aku untuk datang? Kenapa dia malah tidur. Kalau tahu begini, aku tak akan ke sini. Tapi...
Pandangan Nazeera ia alihkan ke Tamar yang sedang asyik bermain ponsel.
"Bang..."
"Hem..."
Nazeera kembali melirik ke sang bunda.
Kalau cerita di depan bunda, dia bisa tahu.
"Kenapa bunda ngak istirahat juga?" Nazeera bertanya demikian dengan maksud mengusirnya secara halus.
__ADS_1
"Yasudah, bunda juga sudah ngantuk, kalian yang akur yah!" Raha mencium pucuk kepala kedua anaknya.
CK.
"Abang udah gede masih aja dimanja, gak malu apa sama istri bila dilihat?" Cibir Nazeera melipat kedua kakinya di atas sofa.
Tamar tak melirik atau pun merespon secara langsung. Dia hanya fokus pada layar ponsel.
"Dasar jader menyebalkan!" Gumam kecil Tamar tapi tak terdengar oleh sang adik.
"Jangan bertengkar lagi. Bunda mau masuk." Raha melerai sambil menguap menuju kamar.
1 menit
2 menit
Hingga 10 menit juga tak ada suara diantara mereka berdua.
"Abang!"
Tamar tak merespon membuat Nazeera naik pitam.
Golek
Benar saja. Nazeera merasa ada yang tidak beres. Kenapa pula abangnya itu gugup Bula ditanya.
Tamar sadar akan kegugupannya, dia kembali menguasai diri. Nazeera semakin mendekat.
"Kenapa Abang diam?" Tanya Nazeera semakin memajukan wajahnya.
"Gak ada!" Tamar pura-pura fokus ke ponselnya. Membuka data-data yang masuk melalui email.
Sekilas Nazeera mengingat Ayu. "Bang... Kembali ke hutan, yuk!"
Hal itu berhasil membuat Tamar melihat dirinya. "Apa kau serius dengan apa yang kau ucapkan?" Tanya Tamar dengan nada kesal.
Nazeera mengangguk. "Kasihan Ayu, bang!" Cicit Nazeera pelan.
"Lalu kau mau apakan setelah kau berhasil membawa dia?" Tamar masih mengeluarkan suara dengan intonasi yang tak bersahabat.
__ADS_1
"Aku tak ingin hidup dalam penyesalan, bang. Aku tak ingin jadi pembunuh."
CK
Tamar berdecak sebal. Dia mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam saku celananya.
"Abang mau kemana?" Tanya wanita itu melihat Tamar hendak berdiri.
Dia tahu jika kakaknya sedang marah. Namun bagaimana lagi? Setelah sholat, dia memang sudah membulatkan tekad untuk memaafkan Ayu. Tapi bila pertemuan dan akrab seperti biasanya, mungkin Nazeera sudah tak bisa lagi.
"Bang..." Panggilnya kembali saat tak ada balasan.
"Abang? Aku hanya tak ingin menyesal untuk kedua kalinya." Tamar berhenti melangkah. Kemudian menoleh ke arah sang adik.
Kedua kalinya? Apa maksudnya?
"Bang, aku mohon, Ayu sedang sekarat sekarang di sana." Nazeera bermohon-mohon di hadapan kakaknya. Bahkan dia menangis.
"Jika Abang tak mau, aku akan pergi sendiri saja!" Nazeera yang keras kepala, dia mengambil kembali kunci mobil yang ia letakkan di atas meja tadi.
Bersambung...
Bismillah....
Yakinlah bahwa hati milik Allah... Skenario yang tak disangka-sangka mungkin itu adalah jalan terbaik untuk kita.
Vote Like Komen Bintang
Terimakasih....❤️❤️❤️ komen donk... spy otor yang baca berasa ada magnet tersendiri nya untuk menulis...🙈🙈🤗🤗🤗
ig: Greenteach21
Oia... sekedar menyampaikan...
aku nih yah kalau lagi suntuk dan bosan ngerjain tugas Sk****i, aku larinya ngehalu... mngkin aja dengan membagikan cerita ini bisa menghibur emosi kalian...
Kerja kerja kerja🙄🙄🙄💆🏾♂️💆🏾♂️💆🏾♂️
intinya otor ini masih amatiran...
__ADS_1